
setelah leon memeluk erat dinda leon bertanya.
" ada apa tadi kau memanggilku "tanya leon lembut sambil menghirup aroma di tubuh dinda.
leon merapatkan hidungnya di tengkuk dinda.dinda Merinding dengan sentuhan leon di tengkuknya.
" ge geli " ujar dinda terbata bata.sedikit menarik tengkuknya.
" ada apa tadi kau memanggilku." tanya leon kembali merapatkan hidungnya di tengkuk dinda.
" i itu... " dinda tidak melanjutkan ucapannya.
duh kenapa aku jadi grogi gini.gimana ngomongnya ya.batin dinda.
" erm.... ada apa dinda bilang saja apa hm?" tanya leon lagi.
" a apa kau serius dengan ucapanmu tadi?" tanya dinda di ujung kalimatnya bersuara lirih.
leon menyerjit" ucapan? yang mana satu? " tanya leon menaikkan alisnya.
" apa benar kau akan membunuhku setelah aku melahirkan anakmu? " tanyak dinda menutup rapat matanya saking takutnya.
leon terperangah mendengar ungkapan dinda.
lalu.....
buahahahahahahha
leon tertawa terbahak bahak
gadis bodoh.apa dia fikir aku ini pembunuh.ternyata dia begitu polos dari yang ku fikirkan.batin leon mengutuk kepolosan dinda.
__ADS_1
" ada apa kenapa kau terus tertawa.. " tanya dinda bingung. membalikkan posisinya mengarah ke leon.
apa dia begitu bahagia ingin membunuhku? .batin dinda.menelan salivanya kasar.
" ternyata kau ini terlalu bodoh " ujar leon mengacak rambut dinda.
" apa kau benar benar tidak tau tentang perasaan ku padamu dinda? " tanya leon melihat kedalam mata dinda.
" perasaan? perasaan yang seperti apa maksudnya." tanya dinda polos.
leon tersenyum." apa kau pernah pacaran? " tanya leon memancing.
" tidak "jawab dinda menyerjitkan alisnya.heran dengan pertanyaan leon.
" kenapa?" tanya leon penasaran.
" aku tidak punya waktu untuk itu.aku sibuk bekerja" jawab dinda.
" tidak. aku tidak punya.dari umur 10tahun aku sudah membantu bibi di toko kuih milik bibi.sambil sekolah dan juga mengurus anak bibiku
hingga aku sma. saat mulai sma aku bekerja paruh waktu di rumah makan juga sambil mengurus anak bibiku.karena bibiku sibuk urus toko
" saat mulai memasuki kuliah aku kekurangan biaya jadi kebetulan aku memiliki teman di club J dia mengajak ku bekerja di sana.sambil kerja di sana aku juga kerja paruh waktu saat siang.
" satu tahun bekerja di sana. aku mulai masuk kuliah dengan uang yang aku tabung.sambil
kuliah aku juga tetap bekerja di club J. jadi waktu ku memang habis dengan belajar dan bekerja saja.langsung tidak memiliki waktu untuk pacaran." ujar dinda panjang lebar menceritakan masa lalunya.
leon tiba tiba terdiam mendengar cerita dinda.
aku merosak masa depan dan perjuangannya.batin leon sedih.
__ADS_1
" apa kau ingin bekerja? " tanya leon lembut.
" tentu saja. apa boleh kak? " tanya dinda dengan senyuman mengembang di wajahnya.
cantik.ini pertama kali aku melihat senyuman indah gadis ini.batin leon tertegun.
" tentu saja boleh.tapi selepas kau melahirkan ya.bolehkan?." ujar leon hati hati agar tidak mengecewakan dinda.
dinda mengangguk cepat.lalu tersenyum cerah.
" tapi kau hanya boleh bekerja.kalau di kantor ku." ujar leon menarik dinda dan mendekapnya.
" tidak masalah kak yang penting bekerja."balas dinda.
" bagaimana kalau besok kita belanja dulu.lusa baru kita ke kota A?" tanya leon.
" mau belanja apa kak?" tanya dinda.
"ikut saja besok" ujar leon tersenyum lembut pada dinda.
" baikla."
" tidurlah." ujar leon mengecup dahi dinda dan mengusap perut dinda seperti biasa.
deg!
ada apa dengan jantungku.batin dinda. yang merasa jantungnya berdetak kencang.
dinda tertegun karena leon mengecupnya.
leon tidak lagi bertanya tentang perasaannya yang tadi dia bahas.leon tiba tiba takut kalau dinda jadi tidak nyaman apa lagi hubungan mereka baru sahaja mulai membaik.
__ADS_1
...****************...