
fani terus memeluk kimy.
perlahan kimy mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanyaa.
yang pertama dia lihat ada lah fani.
" kau sudah sadar my angle? bagaimana keadaanmu? mana yang sakit? aku merinduimu my angle." ujar fani kalangkabut.
" fa fani ka kau ka ini? aku tidak lagi mimpikan? kau datang untukku? jangan tinggalkan aku lagi, aku takut sendirian,"ujar kimy lemah terbata bata.
hati loyer seperti tercabik cabik mendengar istrinya menyatakan 'aku takut sendirian'
maafkan aku,sebegitu menderitanya ka kau.batin loyer menatap sendu istrinya.
tangis fani yang tadi sudah mulai reda tiba tiba pecah.lalu fani memeluk kimy erat.
" aku tidak akan meninggalkan mu lagi kim,aku janji maaf kan aku, maafkan aku, " ujar fani terus menangis.
" kau tidak bohongkan,dulu juga kau mengatakan itu,buktinya kau pergi juga..." ucap kimy sambil menangis.
fani menangkup wajah kimy." maafkan aku,aku pergi karena kau akan dalam bahaya kalau aku di sisimu kim, ada seseorang mengincarku,aku tidak punya pilihan selain pindah dari negara satu kesatu negara,hanya untuk terus hidup kim "ujar fani sendu pada kimy.
ternyata gadis bar bar ini cukup menderita.batin steff memandang fani.
" siapa yang melukaimu? kenapa kau tidak memberitahuku? " ujar kimy khawatir.
" nanti akan aku ceritakan kalau kau sudah sembuh.ck ini steffani nadina memiliki nyawa seribu " fani menepuk dada nya bangga.tiba tiba fani dan kimy tertawa bersama.
__ADS_1
kimy baru tersadar di sana semua sudah ada keluarga berkumpul.
fani menjauh untuk memberi ruang pada mereka menyapa kimy.sedangkan loyer masih berdiri di pojokan masih terlalu ragu untuk mendekat.
"kim lo baik baik saja kan " ujar dinda memeluk fani sambil menangis.begitu pun yang lainnya.
" aku baik baik saja kok,"ujar kimy tersenyum pada sahabatnya.
mertua kakek kimy semua memeluk kimy. alex juga mendekat memeluk dan menciumi anaknya.begitu pun leon.
hanya sarah yang berdiri di pojokan seperti loyer. sarah tidak berani mendekat pada anaknya, tapi sarah terus menangis dalam diam.
akhirnya sarah memilih keluar. kimy yang melihat mamanya keluar dengan tangis yang di tahan.memandang sendu mama sarah.
aku merindukan mama.batin kimy.
...****************...
loyer duduk di luar ruangan kimy,saat ini kimy sedang tidur,tadi loyer tidak menemui kimy,dia masih bingung ingin berhadapan pada kimy.
ada steff xan will menemani loyer yang duduk memandang lurus.
tak
tak
langkah sepatu mendekati ruangan kimy.
__ADS_1
mereka melihat kearah langkah itu.
ternyata fani yang datang dengan wajah datar dan dinginnya.fani duduk di sebelah loyer fani mengeluarkan rokoknya lalu membakarnya sambil bersandar menutup matanya menikmati rokoknya.
ada apa dengan gadis ini.batin steff xan will.
fani mulai buka suara.tanpa membuka matanya masih menyandar dan menikmati rokoknya.
" saat usia ku 10 tahun, aku ikut bibiku tingal di kota B.aku mulai mendaftar ke salah satu sekolah di sana.saat hari pertamaku sekolah. aku melihat ada seorang gadis yang berwajah dingin duduk di bawah pohon." fani berhenti sekejap lalu menghisap rokoknya. loyer mulai tertarik dengan cerita fani.loyer melihat ke arah fani.fani masih seperti tadi menutup matanya sambil menyandar menyilang kakinya.ke 4 pria itu semua melihat ke arah fani.
" hari kedua aku baru sadar ternyata gadis itu satu kelas denganku,aku melihatnya tidak memiliki teman.bahkan dia tidak pernah tersenyum walau satu kalipun. gadis itu selalu duduk di bawah pohon yang sama setiap hari sambil termenung.sangat beda dengan anak anak yang masih seusianya.
aku mulai tertarik mendekati gadis itu. aku selalu mengikutinya diam diam.dan setiap kali aku mengikutinya dia selalu duduk menangis sendiri di pojokan. itu terus terjadi pada gadis dingin itu. akhirnya aku tersadar,diamnya gadis itu bukan berarti dia kuat,tapi diamnya dia karena hatinya yang rapuh."
aku mulai mengajak nya bicara sampai akhirnya kami dekat.kami selalu ke markas kak leon dan kami mulai belajar beberapa senjata.kimy sangat menyukai ilmu bela diri. kimy semangkin hari semangkin bnyak tersenyum.di usia kami yang ke 13tahun. kami memasuki teakwondo belajar karate dan beberapa senjata. kami mengenal abian kaka kelas kami juga dari sana.kami bertiga sangat akrab. " ujar fani membuka matanya.
lalu matanya mulai berkaca kaca.
" kau tau tuan loyer,, setiap kali dia sedih,kimy akan menggenggam tanganku lalu berkata.
' kau tidak akan pergi kan, kau akan selalu di sini bersama ku kan ' " ujar fani. air mata fani mulai deras mengalir lagi.
" dia sangat takut dengan gelap. dia menjadikan aku tempat untuknya pulang. saat ada cuti sekolah aku pulang ke kota C tempat papi dan mami aku juga pasti akan membawa kimy bersamaku,kak leon juga tidak pernah melarangnya."
" semuanya berlarut sampai kami tumbuh dewasa. kimy benar benar menjadikan ku rumah untuknya pulang. aku sangat senang.sampai di mana kejadian 3 tahun lalu aku kembali bersama kimy kekota C. masa itu kami cuti kuliah.
" pada suatu malam kimy ingin memakan martabak.aku keluar pergi membelikannya.di tengah perjalanan aku menemui seorang pria yang kecelakaan dan aku menolongnya,karena darah pria itu banyak yang hilang kebetulan sama dengan darahku. tanpa fikir panjang aku mendonor darahku padanya. tapi nahas,tanpa aku ketahui itu lah awal kehancuran hidupku, dan awal dari perpisahanku dengan kimy. aku akhirnya memilih meninggalkan kimy secara diam diam demi keselamatannya."
__ADS_1
" waktu di mall hari itu ada lah pertemuan pertama kami setelah tiga tahun. dan aku melihat sesuatu yang berbeda pada kimy." ujar fani melihat mata loyer.
...****************...