
Steff mengikuti motor fani yang melaju kencang.
"anak ini mau cari mati di jalan raya."gumam steff terus mengikuti fani.yang melaju kencang.
Fani singgah di sebuah rumah makan... Steff juga ikut singgah.apa yang dia lakukan di sini.tidak mungkin makankan.dia sudah makan.batin steff.
Tidak lama terlihat seorang pria keluar dari rumah makan menghampiri fani yang berdiri di sisi motor nya.
" hai fan.dari tadi " sapa pria itu.
"baru Saja.mana gilang."tanya fani.
" dia menyuruh ku untuk menunggu mu disini untuk mengambil motornya. Katanya nanti dia menghantar semula motor ini ke apartemen mu."ujar pria itu.
"owh.ok aku pergi."ujar fani melangkah pergi.
" fani"panggil pria itu."
"ada apa?" tanya fani.
"biar aku hantar pulang."kata pria itu.
" tidak.terima kasih" jawab fani datar.
" ayo la fani cuma hantar pulang.mau ya. "ujar pria itu memegang lengan fani.
Berani dia menyentuh istriku.batin steff
Fani melihat lengannya yang di pegang.lalu melihat wajah pria itu dengan dingin.
" aku tidak terlalu pandai.dan juga tidak terlalu suka berbasa basi dengan pria.kalau aku tidak suka. Aku kata tidak.begitu pun kalau aku tidak mau.maka aku kata tidak.
Lalu fani menarik tangannya sengat kasar.
Lalu berjalan di pinggir jalan raya.dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya.
Aduhh gimana ya.aku takut sampai di rumah.batin fani.
Tidak lama sebuah mobil singgah di depannya terdengar suara datar dari dalam mobil Itu.
__ADS_1
"masuk"
Fani diam saja lalu masuk kedalam mobil steff.
Steff juga diam saja melaju ke apartemennya.
Sesampai mereka di lobby.mereka sama sama diam.menuju ke atas.lalu masuk di apartemen steff.
" apa kau ingat pesananku tadi sebelum aku berangkat kerja"tanya steff datar pada fani.
Fani hanya diam saja.dia tidak berani menjawab.
Steff menarik nafas berat melihat diamnya fani.
Steff berfikir gadis bebas seperti fani memang tidak mudah untuk di batasi apa lagi pernikahan mereka yang memang tidak saling menahu antara satu sama lain.
Steff memandang fani yang duduk diam di kasur.
Steff berjalan mendekat pada fani. Lalu menarik fani kedalam pelukannya.
"maaf.aku tidak berniat ingin memarahimu.aku juga tidak berniat mengekangmu.aku hanya risau dengan keadaanmu fani.aku tidak mau lagi kau seperti dulu yang seluruh tubuhmu sering terluka"
" maafkan aku juga. yang tidak peka padamu. Aku bahkan lupa memberimu uang."ujar steff lembut panjang lebar sambil mencium dahi fani di dalam pelukannya.
" aku juga minta maaf " lirih fani menunduk.
Steff tersenyum.melepas pelukannya pada fani.
" dan ingat.aku tidak ingin kau terlibat dalam sesuatu yang berbahaya. seperti yang tadi kalian bicarakan di meja makan."ujar steff.
Fani mengangguk.
"jangan selalu membuatku khawatir fani."tambah steff menatap dalam mata fani.
"pergi Lah bersihkan tubuhmu."ujar steff lembut.
Fani kembali mengangguk.
Fani berlalu membersihkan tubuhnya.steff sudah membersih kan tubuhnya di kamar lain didalam apartemen itu juga.
__ADS_1
Steff melihat fani sudah siap dengan baju santainya menaiki kasur.steff menghampiri fani.
" fani ini kartu.kau gunakan untuk apa saja yang kau butuhkan.dan kau ingin kenderaan apa.mobil apa motor." tanya steff mendudukkan dirinya di sebelah fani.
"kau ingin membelikan ku?" tanya fani antusias.
Steff mengangguk.
" motor saja.aku tidak suka mobil"ujar fani dengan senyumnya.
"kau ingin aku siapkan atau kau mau beli sendiri" tanya steff.
"kalau boleh siapkan saja la.aku tidak pintar memilih"ujar fani memainkan alisnya.
Wanita ini tadi terlihat murung sekarng sudah ceria.aneh.batin steff.
" kau terlihat sangat bahagia."kata steff.
" tentu saja barang gratis.."senyum fani
" siapa bilang gratis? Ucap step tersenyum miring.
" la.jadi" ujar fani cemberut.
Steff berbisik di telinga fani." bayar dengan tubuhmu sayang"bisik steff langsung menyatukan bibirnya pada bibir fani.
Fani juga membalas ciuman steff.
"aku menginginkannya boleh"ujar steff dengan suara beratnya.
" ini yang kedua kalinya.kenapa kau minta izin lagi.aneh" ujar fani tersenyum di hadapan bibir steff.
Mereka pun menghabiskan malam panas mereka hingga dini hati steff merebahkan tubuh polosnya di sebelah fani.
Lalu melihat wajah yang sangat cantik.tapi sering. Di tutupi topinya.
Steff tersenyum melihat fani kecapean.
Lalu menarik fani kedalam pelukannya.
__ADS_1
"ini kali kedua kau ingin membunuhku di atas ranjang."ujar fani cemberut.dengan suara lemah dan mata terpejam.
"tidur la."steff memeluk erat tubuh fani.