ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
kebahagian sarah


__ADS_3

selesai berjabat tangan antara damian dan mira.


mereka berbincang lagi.dan mereka menetapkan tanggal pernikahan damian dan mira.mira tidak bisa berbuat apa apa.Karena dia takut pada paman dan tantenya.


selesai berbincang mira kembali ke apartemennya.dia tidak lagi ke rumah pamannya.


saat ini mira di hantar oleh damian.mama damian yang menyuruhnya.


mira diam saja menghadap keluar jendela.damian yang melihat mira diam saja dan melihat ke luar jendala mobil jadi kesal.


cih! sombong.batin damian.


"kau kerja di mana mira."tanya damian membuka pembicaraan.


mira langsung mengalihkan pandangannya ke arah damian." kantor ozawa zaki group.jawab mira singkat lalu tersenyum tipis pada damian.


damian mengangguk.lalu tidak lama mereka sampai di apartemen mira.mira langsung pamit dan naik ke apartemennya.


damian melajukan mobilnya ke sebuah bar.disana ada seorang gadis cantik yang sedang meliuk liukkan tubuhnya.mengikuti irama musik.


damian masuk dalam bar itu langsung memeluk wanita itu dari belakang.


wanita itu membalikkan tubuhnya membalas pelukan kekasihnya.

__ADS_1


"kenapa kau lama sekali sih sayang."ujar vinna manja pada damian.


dia adalah vinna sepupunya mira.mereka memang sudah janjian di bar.


"mama menyuruhku menghantar wanita itu"jawab damian sambil mengecup kekasihnya.


"kamu tidak lagi suka kan sama wanita itu"tanya vinna penuh selidik pada damian.mereka masih berpelukan sambil menggoyangkan tubuh mereka mengikuti irama musik sambil berbicara.dengan nada sedikit tinggi karena sangat bising.


"apa kau sedang cemburu sayang."tanya damian menggoda vinna.


"iya dong"ujar vinna cemberut.


"ya tidak la sayang akukan hanya cinta sama kamu"ujar damian lalu menyambar bibir vinna.


...****************...


masih di kota A terlihat seorang pria paruh baya mengenakan pakaian kantor dengan jas rapinya melangkah memasuki sebuah rumah sakit.


para kariyawan semua menunduk hormat melihat pria paruh bayah yang ketampanannya masih terlihat jelas walau pun sudah berumur.


pria itu memasuki lift menuju lantai 12 di rumah sakit itu.


ting!

__ADS_1


lift terbuka di lantai 12.pria itu melangkah memasuki ruangan CEO di rumah sakit itu.


lalu memeluk wanita paruh baya yang sedang berdiri membelakangi pintu dengan baju putihnya.


pria paruh baya itu menenggelamkan wajahnya di cerek leher wanita itu.


wanita itu tidak terkejut sama sekali.siapa lagi yang berani melakukan itu kalau bukan suaminya.


"mas kenapa.udah seperti tidak ketemu selama 5 tahun saja."ujar sarah tersenyum sambil masih menyibukkan jari jarinya menyusun berkas berkas di meja kerjanya.


"selama seminggu kau bekerja aku selalu makan siang sendri"ujar alex manja masih memeluk istri tercintanya sarah.


mereka adalah alex dan sarah.sarah sudah seminggu mengurus rumah sakit peninggalan ayahnya.sedangkan alex juga sama. sudah seminggu kembali memimpin di perusahannya.


sarah mengembangkan senyumannya lalu membalikkan tubuhnya menarik suaminya untuk duduk di sofa ruanganya.


"mas kan tau aku sibuk mas."kata sarah sambil merebahkan kepalanya di bahu alex.


"hm.bagaimana pekerjaanmu sayang.apa kau bahagia dengan pekerjaanmu?"tanya alex pada sarah mengecup pucuk kepala sarah.


"iya mas."ujar sarah tersenyum manis."mas beberapa bulan lagi kita akan memiliki cucu.usia kandungan dinda kan udah memasuki bulan ke lima mas."ujar sarah antusias tersenyum lebar.


"iya sayang sama seperti kimy.usia kandungan kimy sama dinda kan cuma perbedaan satu bulan lebih"jawab alex tersenyum pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2