ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
Kalang kabut


__ADS_3

"motor siapa itu." tanya will pada mawar yang menyambut mereka.


"motor sahabat nona tuan."jawab mawar.


"siapa?"tanya loyer.


" tidak tau tuan"jawab mawar lagi karena memang tadi mawar tidak peduli dengan percakapan. mereka. bertiga di sebelah nya.


tiba tiba kimy muncul."sayang kau sudah pulang."ujar kimy tersenyum cerah menyambut suaminya.


Loyer tersenyum melihat istrinya yang sangat cantik dengan gaun nya yang berwarna cream. Sangat sesuai dengan kulit putih gebunya.


Loyer langsung mengecup kening istrinya dan memeluk pinggang munggil istrinya berjalan masuk." kau sangat cantik sayang "bisik loyer di telingat istrinya.


Kimy hanya tersenyum menanggapi pujian suaminya.sedangkan mawar mengepal kedua tangannya melihat kemesraan loyer dan kimy.


Kimy dan loyer berlalu ke kamarnya.sesampai mereka di kamar loyer terus menyatukan bibir mereka.


"Honey apa kau tidak lapar" ujar kimy yang sudah mulai lapar.


" apa kau lapar sayang"tanya loyer yang terus menjelajahi leher jejang istrinya.


"ya.dari tadi aku lapar " jawab kimy .

__ADS_1


Loyer menghentikan kegiatannya"baik la aku mandi dulu ya sayang"ujar loyer nengecup bibir istrinya.kimy tersenyum mengangguk.


Sedangkan di ruang tamu will Xan steff dan ketiga gadis itu sedang duduk menunggu loyer..Alexa terus memandang pada steff.alexa memang sudah lama menaruh hati pada steff sama seperti mawar pada loyer.tapi alexa tidak terlalu memperlihatkan perasaannya pada steff.


"siapa itu? Kenapa kalian membiarkan seorang pria masuk villa tuan. kalian mau di hukum?" tanya Xan menatap tajam ketiga gadis itu.


"dia bukan pria dia gadis--ucapan alexa di potong dengan kimy yang sedang berjalan turun dari atas bersama loyer.


" dia sahabatku kak Xan.bukan pria.wanita kok"


Ujar kimy yang menggandeng suaminya.


"apa sudah siap makanannya di sajikan? "tambah kimy bertanya pada pelayan yang dari tadi berdiri di sana.


"ya nona muda sudah siap."jawab pelayan itu.


Lalu kimy berjalan menggoyangkan bahu fani


"oi bangun lo.udah setengah tujuh ini" fani yang samar samar mendengar kimy menyebut setengah tujuh.


Perlahan membuka matanya melihat sejoli di tangannya matanya membola sempurna fani bangun kalang kabut mencari kunci motornya.dia tidak sadar ada orang orang di sekelilingnya.


arkkkhhh teriak fani hingga membuat kimy terkejut.

__ADS_1


"kenapa lo? "tanya kimy khawatir.


" kenapa ngak bangunin gue sih kim.habis gue kalau tukang perintah itu sampai di apartemen gue ngak ada berabe hidup gue... " panik fani yang kalang kabut mencari kuncinya.


" mana kunci gue sihh.. Arhhhh apes apes "


Fani belum sadar orang orang di sekelilingnya.


" maksud lo.suami lo."tanya kimy.


Fani mengangguk sambil masih meneriksa sofa tempat tidurnya.


"ini kunci lo fan di atas meja.kamu panik gitu sih gimana mau ketemu coba." gerutu kimy yang gemes melihat tingkah fani.


Fani menghadap ke belakang matanya membola melihat ke tiga pria yang duduk di sofa.sedangkan satu pria sudah menatapnya tajam.


"mampus gue" gumam fani. Langsung terduduk di lantai.


"lo kenapa lagi fan?"tanya kimy.


" gu gue pulang dulu ya kim"izin fani terbata bata. Tidak menjawab kimy.langsung berdiri ingin melangkah keluar.tapi di cegah oleh kimy


" kamu kenapa sih fan. lo ngak bisa pulang sebelum lo makan bareng kita." ujar kimy mengheret fani ke meja makan.

__ADS_1


Mereka yang ada di sana geleng geleng. Melihat mereka berdua.


Beda dengan steff yang geram pada fani tidak menuruti perkataannya.


__ADS_2