
dinda memasuki toilet.beberapa minit dinda keluar.lalu kembali melangkah menuju meja leon.sebelum sampai di meja leon,dinda tidak sengaja menabrak seseorang karena dinda fokus mengelap ujung gaunnya yang tidak sengaja terkena air.
brukkk
pria yang di tabrak dinda itu, sadar dengan kehamilan dinda dengan cepat kilat menangkap tubuh dinda dan menarik ke dalam pelukannya.
netra mereka bertemu.pria itu menatap dalam bola mata dinda.begitu pun dengan dinda yang menatap dalam bola mata pria itu.
deg!
jantung mereka sama sama berdetak, mereka sama sama merasa seperti ada ikatan batin yang kuat di antara mereka.
perasaan apa ini.pertama kali melihat gadis ini di mension kakeknya kaka ipar.aku sudah merasa seperti sangat dekat dengan gadis ini.aku merasa seperti melihat seseorang yang sangat aku rindui selama ini di dalam diri nya. siapa sebenarnya gadis ini?.batin pria itu yang terus menatap dinda.
dia.... pertama kali melihatnya aku merasa seperti ada ikatan batin yang kuat antara aku dan pria ini, aku seperti melihat sosok yang menyenangkan dan tidak asing bagiku.padahal ini baru yang ketiga kalinya aku menemuinya.tapi mengapa aku merasa seperti sangat merinduinya.batin dinda yang juga masih menatap pria itu.
tiba tiba dinda tersadar dan menjauh kan diri dari pria itu.pria itu bersuara.
__ADS_1
"bukannya kamu temannya kaka ipar?.dan istri tuan leon?"tanya pria itu pada dinda.
dinda mengangguk."bukannya tuan temannya suami kimy?"tanya dinda.tersenyum pada pria itu.
pria itu tertegun.senyuman ini..... kenapa bisa sangat mirip.batin pria itu.
"tuan? "paggil dinda menyadarkannya.
pria itu tersadar." heh,maaf.jangan panggil aku tuan,panggil saja kaka."ujarnya lalu tersenyum hangat" kenalkan nama ku Xandra Xafir. panggil aku Kak Xan saja"kata Xan lalu mengulurkan tangannya pada dinda.
dinda menyambut tangan Xan." namaku dinda anastasya kak Xan.panggil saja dinda."kata dinda lalu tersenyum lebar.
dinda tertegun.hangat... seperti sentuhan ibu.batin dinda.
Xan tersadar dengan kelakuannya langsung menarik cepat tangannya dari kepala dinda."maaf reflex, aku anak tunggal,tapi melihatmu aku seperti merasa punya adik"kata Xan tersenyum canggung pada dinda.
"engak apa apa kak Xan.dinda pamit dulu ya kak Xan.mungkin kak leon sudah lama menungguku"pamit dinda pada Xan.
__ADS_1
"arh iya.hati hati jika berjalan dinda nanti bisa jatuh seperti tadi"ujar Xan mengingatkan dinda.
"iya kak.terima kasih."dinda tersenyum lalu beredar dari hadapan Xan.
Xan melangkah ke mejanya.disana ada papinya yang menunggu.
"papi sudah pesan?"tanya Xan lembut pada papinya.
"iya nak sudah"sambil tersenyum.
Xan dan papinya juga keluar untuk makan siang di luar.Xan sengaja membawa papinya keluar karena Xan tau papinya sudah tidak pernah makan di luar.
Xan sebenarnya sangat iba melihat ayahnya yang sangat lemah dan kurus.
timbul penyesalan di dalam hati kecil Xan karena membiarkan papinya selama ini.walau pun dia menyuruh orng untuk mengawasi papinya. tetap saja papinya membutuhkan orang orang di sekelilingnya untuk memberi kekuatan padanya.
walaupun papinya melakukan kesilapan di masa silam.tapi dia juga sangat terpukul dengan kehilangan wanita yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Xan menundukkan wajahnya dengan mata yang bekaca kaca mengingat penderitaan papinya selama 22tahun. maafkan Xan pi. karena membiarkan papi melalui semuanya sendiri. batin Xan.masih menunduk sambil menghapus airmatanya. papi Xan tidak sadar kalau anaknya sedang menangis.