ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
Ke mall


__ADS_3

KOTA B


Dinda bersama leon saat ini sedang berjalan di mall sambil leon menggandeng tangan dinda.


"kita mau beli apa ke sini kak?"tanya dinda melihat pada leon yang menggandengnya.


Leon tersenyum pada dinda yang penasaran.lalu menarik dinda ke sebuah tokoh bayi dalam mall itu


" calon bayi kita sudah hampir memasuki bulan ke5 dinda.tapi kita belum punya persiapan.pilih la yang mana saja kau suka."ujar leon lembut mengusap kepala dinda.


Deg!


Deg!


Ada apa dengan jantungku.apa aku mulai tidak sehat.karena kandunganku sudah semangkin besar.batin dinda yang bigung saat leon tiba tiba berkata sangat lembut dan mengusap kepalanya. Itu berhasil membuat jantung dinda bekerja keras.


" dinda kau tidak apa apa? Apa aku terlalu lama membuatmu berdiri?"tanya leon khawatir pada dinda.


Dinda jadi salah tingkah."ah tidak.aku tidak apa apa.mari kita lihat.duh malu maluin.batin dinda menyembunyikan wajahnya yang terasa memanas.


Aneh.ada apa dengannya.batin leon.


"kak.. Nanti saja belinya kak.kita tidak tau lagi bayi kelaminnya apa.bingung mau milih warna apa." ujar dinda memandang kesana kemari. Entah mengapa dia merasa malu berbicara pada leon soal bayi.terasa seperti aneh.karena dia Tidak sedekat itu pada leon.

__ADS_1


leon yang sadar tingkah dinda.menahan tawanya


" baikla.jadi kita mau kemana ni."tanya leon menggandeng tangan dinda.


Dinda tidak menjawab leon. Tapi dia membalas menggenggam tangan leon.sambil berjalan jalan


Di mall.


Leon menarik Kedua sudut bibirnya.


Apa aku sudah benar benar mencintai gadis kecil ini .Kenapa Aku sangat bahagia melihat perubahannya.dia sepertinya sudah mulai sedikit terbuka.batin Leon.


"dinda Apa kau tidak lapar?"tanya Leon.


"kamu mau makan apa? "tanya leon.seperti ayah bertanya pada anaknya.


"apa aja yang penting sama kaka.ayuk "dinda menarik leon tanpa sadar apa yang barusan dia ucapkan.


Deg!


Deg!


Deg!

__ADS_1


Jantung Leon seperti ingin meledak mendengar penuturan dinda.anak ini bisa bisa dia membuat aku Jantungan.batin Leon.


mereka sudah sampai di sebuah rumah makan.yang sangat sederhana.Leon melihat di setiap sudut rumah makan itu.


Dinda yang melihat Leon mengedarkan pandangannya heran sama leon.


Dinda lupa siapa orang yang dia bawah makan di rumah makan sederhana itu.


"kaka Kenapa.oh iya.kaka tidak pernah makan di tempat seperti ini?"tanya dinda.leon hanya tersenyum membalas ucapan dinda.


karena dia memang tidak pernah makan di tempat sederhana itu.walau pun usaha yang leon pimpin saat ini.usaha yang dia rintis dari nol.bukan berarti leon hidup sederhana.karena leon terlahir dari keluarga kaya raya.


Dinda berdiri dari duduk nya."ayolah kak kita cari tempat lain Saja."ujar dinda tersenyum manis pada Leon.


Deg!


Deg!


Jantung leon berdetak dua kali lipat.ini pertama kali dia melihat Dinda. tersenyum manis.


"seperti nya memang sebentar lagi Aku akan sakit Jantung"Gumam leon.


tanpa leon sadar Ternyata dinda mendengar nya.dinda memutari meja menghampiri Leon.karena tadi posisi Dinda. Dinda di hadapan Leon.dinda menarik kursi di sebelah leon lalu menghadapkan kersi itu pada leon lalu duduk di kursi itu.posisi dinda dan leon sangat dekat.

__ADS_1


__ADS_2