ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
Saling canda.


__ADS_3

masih di anak tangga. Leon dan dinda.


"kamu naik ya.aku mau ke markas dulu."ujar leon tersenyum hangat pada dinda.


Dinda mengerjit"markas?.markas apa kak leon?,aku sering mendengar kak leon menyebut itu.apa kantor kak leon,yang kaka sebut markas?"tanya dinda dengan polosnya.


Dinda memang tidak tau siapa suaminya.bahkan senjata api yang sering dinda lihat di laci kamar leon pun.tidak menyadarkan dinda siapa suaminya.mungkin bisa jantungan dinda kalau tau siapa suaminya yang selalu tersenyum lembut dan hangat itu.


Leon tersenyum melihat kepolosan istrinya.


Lalu mengacak rambut istrinya. " anak kecil tidak bisa terlalu banyak tau"ujar leon bercanda pada dinda sambil melebarkan senyumnya.


Dinda cemberut.kemudian kembali tersenyum lebar "anak kecil yang bisa buat anak maksud kaka?" kata dinda membalas candaan leon.sikap usil dinda sudah mulai mood on.


Hahahaha


Leon tertawa terbahak bahak mendengar candaan dinda.


"kau berniat menggodaku" ujar Leon setelah selesai tertawa.lalu memegang ujung dagu dinda.

__ADS_1


Dinda jadi gelagapan aaaaa ni mulut.niatnya mau becanda tapi kayanya salah topik.batin dinda mengutuk mulutnya.


"kak. Kayanya aku mau ke toilet bentar deh.. Hati hati di jalan ya kak" kata dinda lalu buru buru menaiki anak tangga.


" dinda.kau bisa jatuh kalau kau berjalan seperti itu.pelankan langkahmu."panggil leon khawatir melihat dinda yang berjalan sedikit laju.


Dinda reflex memelankan langkahnya.lalu tersenyum pada leon.


Leon membalas senyuman dinda."aku pergi bentar ya.jangan merindukanku"canda leon pada dinda.


"senang kok kalau aku rindu.sebut saja namamu kau pasti datang seperti pahlawan kemalaman."canda dinda terus melangkah.sambil tertawa dengan candaannya sendiri.


Sepertinya tuan sangat bahagia dengan kehadirannya nona.batin sean yang sudah menunggu Leon.


Mereka berdua berangkat ke markas.leon terus senyum senyum sendiri di kursi penumpang yang di kendarai sean.


Aku jadi ingin cepat pulang menemuinya.batin leon


Tersenyum mengingat dinda.

__ADS_1


...****************...


Markas DRAGON.


"bagaimana iyon kau ada temui informasi tentang orang itu."tanya leon pada anak buahnya yang bernama iyon salah satu orang kepercayaannya di markas selain sean.


" ya tuan.mereka utusan dari kota Y tapi kita belum tau mereka utusan dari mana.karena sebelum mereka menjawab.orang orang itu sudah mengeluarkan racun dari mulutnya.seperti telah di berikan sebuah cairan yang membuat mereka hidup dengan batasan waktu."jelas iyon.


Beberapa hari yang lalu mereka berhasil menangkap orang orang yang selalu mengawasi mension leon.


"aku tidak memiliki musuh dari sana.siapa mereka.dan mau apa."heran leon.penuh tanda tanya.


"tuan.apa kah nona masih aman kalau terus di sini tuan.sepertinya mereka mengincar nona muda tuan."ujar iyon.


"iya kau benar.karena mereka mulai mengetahui kelemahanku.tapi kenapa firasatku mengatakan kalau orang itu mengincarku bersama istriku."


Mungkin aku harus kembali ke kota A untuk menanyakan ini pada papa.mungkin saja mereka salah satu musuh papa.batin leon.


Leon menarik nafas berat lalu memejamkan matanya lalu bersandar pada sofa di ruangannya di markas.

__ADS_1


Aku tidak takut siapa pun mereka.kalau aku masih sendiri.tapi sekarang aku mulai khawatir.bagaimana dengan istri dan calon anakku.aku tidak ingin mereka dalam bahaya.


__ADS_2