ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
berkumpul di ruangan kimy


__ADS_3

sore harinya.


masih di rumah sakit.


ruang tunggu di luar ruangan kimy.


" terima kasih tuan darwin mau datang menjeguk cucu ku. " ucap kakek ozawa tulus.


" tidak apa apa tuan besar.saya juga menganggap kimy seperti anak sendiri,kami tidak pernah membedakan kimy dan fani.kimy tumbuh dewasa bersama fani,dan selalu kerumah dari mereka kelas satu smp sampai mereka dewasa."ujar darwin tersenyum pada kakek ozawa.


" terima kasih karena mau menyayangi menantu cucuku seperti anakmu sendiri tuan darwin." timpal kakek anderson. tersenyum pada darwin.


"jangan seperti itu tuan besar. fani anak kami satu satunya. dia sangat menyayangi kimy.tentu saja kami juga menyayangi kimy seperti fani." ujar darwin tersenyum tulus.


" terima kasih mau menjaga anak ku tuan darwin " ucap alex papa kimi yang juga ada di situ. lalu tersenyum tulus.


" jangan sungkan tuan alex. memang sudah jadi tanggungjawab kami menjaga kimy,karena fani yang membawanya."ucap darwin membalas senyuman alex.


" kapan kapan. tuan darwin jemput la ke mension kita bisa berkenalan mengakrab kan diri lagi. kami kalau ada masa pasti akan datang ke tempat anda juga tuan darwin." ujar frendly pada papa fani sambil tersenyum.


" terima kasih atas undangan anda tuan frendly. satu kehormatan bagi saya mendapat undangan dari anda" ujar papa fani tersenyum.


" jangam sungkan tuan darwin,kita sudah 7 tahun bekerja sama dalam bisnis. hanya saja kita tinggal di kota yang berbeda" balas frendly menepuk bahu darwin lalu tersenyum.


tidak lama darwin pamit kembali ke kota C.


...****************...


malam hari


di ruangan kimy.


" sayang apa kau ingin makan sesuatu? " tanya loyer sambil memeluk istrinya.padahal di sana ada fani.mira.bella.will.xan. steff. mereka duduk di sofa. dinda dan leon sudah kembali ke hotel.


"tidak.aku cuma capek berbaring terus." balas kimy memeluk lengan suaminya yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


" baik la.bagaimana besok kita jalan jalan keluar di taman "tanya loyer lembut mengecup pipi istrinya.mereka tidak peduli pada pemuda pemudi yang jomblo di seberang sana.


" bucin akut " gumam fani sambil ngemil.


" eh lo teman sekolah kimy kan? tanya mira." pada fani.sambil tersenyum


" iya.lo teman kimy juga? " tanya fani membalas senyuman mira.


" iya,aku asistennya kimy di perusahannya."ujar mira


" bagus dong udah berkarir. "ujar fani sambil mengambil cola di tangan steff yang steff dari tadi minum tinggal setengah.lalu fani meminumnya juga. tanpa menghiraukan tatapan datar steff yang duduk di sebelahnya.


xan dan will tersenyum melihat fani yang tidak takut sama sekali pada steff.yang di juluki singa lapar.


"iya. begitu lah."jawab mira.


" lo teman kimy juga? lo juga udah berkarir."tanya fani pada bella yang banyak diam dari tadi.


" ya. gue kenal kimy lewat dinda.kita sama sama dulu tinggal di kota M. saat ini gue lagi magang di tempat suami kimy" ujar bella tersenyum pada fani


" lo sendiri kerja apa? "tanya mira lagi.


fani menyengir mendengar pertanyaan mira. "pengangguran banyak acara.plus penjelajah negara" hahahahah ucap fani tergelak dengan ucapannya sendiri.


mereka juga ikut tertawa mendengar jawapan fani.


" ya boleh aja bokap lo kan kaya." ujar mira yang sudah berhenti tertawa.


" eits jangan salah begini begini juga gue ngak pernah pake uang papi. gue ada uang sendiri." ujar fani.


"emang boleh gitu ada uang kalau tidak kerja fan? " tanya bella.


" ya boleh lah gadis depan kalian itu. pemain judi handal. dan pembalap yang sulit di kalahkan plus game online. tidak tau aja kalian sedang berhadapan ama siapa." timpal kimy yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka.


" ck. pembuka kartu " kesal fani.

__ADS_1


"wahhhh kerennn!!! " mira menaik kan jempolnya pada fani.


pantas saja tidak seperti gadis pada umumnya.batin steff.melihat fani dari bawah sampai atas.


will yang dari tadi melihat mira tiba tiba menggoda mira.


" sayang tidur yuk" ujar will pada mira tersenyum mesum.


" apaan sih.ngaco lu." ujar mira kesal pada will.


will si cassanova gondrong itu memang tidak pernah berhenti menggoda mira.sampai membuat mira pusing sendiri di buat nya.


" jangan malu malu dong sayang. ayuk " ujar will sambil merentangkan tangannya pada mira lalu tersenyum penuh arti.


" gue tabok juga lo ini nanti. "ujar mira kesal.memegang pisau buah yang ada di meja.


" hahahahahahaha " will tertawa terbahak bahak. memang niat will hanya untuk membuat mira kesal.


tidak jauh beda dengan xan yang dari tadi memandangi bella yang banyak diam.


" bagaimana pekerjaan mu di kantor.apa kau nyaman kerja di sana? " tanya xan basa basi.


" biasa aja." jawab bella cuek.


" apa hidupmu memang semuram wajahmu? " tanya xan menggoda bella.


" kepo banget " ujar bella mengalihkan pandangannya dari xan.


" apa kau masih pergi danau itu lagi? " tanya xan tidak putus asa.


bella hanya diam tidak menimpali xan lagi


tapi xan terus menatapnya dalam yang membuat bella risih.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2