
ruang dokter wanita itu.
" apa tuan tau istri tuan hamil? " tanya dokter itu loyer terkejut karena dia tidak tau kimy hamil.
dokter yang sadar situasinya langsung buka suara lagi
"begini tuan loyer,istri anda mengandung sudah 7 minggu,dan maaf ada masalah dengan kandungannya."ujar dokter itu.
deg!
" masalah apa dok? " tanya loyer khawatir tapi masih datar.
" begini tuan,awal kandungan istri anda sepertinya dia pernah jatuh atau semacam benda keras menghantam rahim istri anda,dan menyebabkan rahimnya terluka.dan istri anda sepertinya juga memiliki tekanan yang sangat kuat yang berlarut larut.itu juga mempengaruhi kandungan istri anda tuan. dan...---dokter itu menghentikan ucapannya lalu menghela nafas dalam.
" bayinya sulit di pertahankan,karena luka rahimnya sudah sangat parah,kalau pun ingin memaksa kan kandungan istri anda. itu sangat berbahaya karena bayi atau ibu bayi, di khawatirkan akan terpaksa salah satu harus di korbankan tuan"
__ADS_1
" mungkin jika ini cepat di tangani sebulan yang lalu mungkin masih ada harapan,tapi ini sudah sangat terlambat tuan, janin sudah membesar"tambah dokter wanita itu.
deg !
bagaikan tersambar petir mendengar perkataan 'sebulan yang lalu' karena dia sendiri lah yang mengabaikan istrinya. kerena terlalu marah pada istrinya yang keluar tanpa izin.
loyer keluar ruangan itu menjatuhkan dirinya di kursi tunggu yang sudah ada xan will steff.karena tadi steff menghubungi mereka.
loyer duduk dengan wajah sendu mata berkaca kaca.akhirnya dia tidak tahan runtuh juga la pertahanan seorang loyer yang di kenal dingin dan datar. loyer menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan kokohnya lalu terdengar suara menangis pilu yang penuh penyesalan.
" aku jahat andaikan saja aku menurunkan egoku,aku tidak akan mencelakai istri dan calon bayiku." loyer berujar sambil terus menangis.
" sudah tenangkan diri mu kaka ipar bukan wanita lemah "ujar will. di antara mereka will la yang paling matang dalam menghadapi masalah.
" hey ayola, jangan seperti ini sahabat " ujar xan menenangkan loyer.
__ADS_1
" kak " panggil steff memegang bahu loyer.loyer menurunkan tangan di wajahnya. memandang sendu pada steff will xan" kaka bisa hadapi ini bersama kaka ipar" ujar steff lembut pada loyer.
loyer langsung sedikit tenang.memang hanya steff la yang mampu mengubah hatinya dengan sekejap karena loyer sangat menyayangi steff. walau pun tidak pernah di tunjukkannya.
loyer memasuki ruangan kimy dengan wajah sendunya duduk di kursi dekat kimy.
loyer menggenggam tangan kimy dengan mata berkaca kaca. mereka bertiga duduk di sofa ruangan itu memberikan ruang pada loyer.kimy sudah di pindahkan keruangan vip steff yang mengurusnya tadi semasa loyer keruangan dokter.
" maafkan aku sayang.. aku tidak bermaksud menelantarkanmu, aku kira kau baik baik saja selama ini maaf kan aku.buka la matamu." loyer memeluk kimy tubuhnya terguncang menangis.
" aku mencintaimu sayang bangun la,izinkan aku menebus kesalahanku. maafkan aku."ujar loyer terdengar sangat pilu.
kimy yang belum sadarkan diri perlahan mengeluarkan air mata dari sudut matanya.
steff xan will. yang juga tadi menguping perbicaraan loyer dengan dokter. selepas steff memerintahkan petugas rumah sakit memindahkan kimy.
__ADS_1
saat ini mereka bertiga juga ikut menangis menyaksikan loyer yang penuh penyesalan.