
masih di rumah sakit di sini di ruangan fani semuanya menjadi tegang. duduk diam di sofa. tunggu loyer bersuara pada kimy tentang keadaannya.loyer tidak tau mau memulai dari mana.
loyer menarik nafas panjang lalu menghembus pelan.
" sayang " ujar loyer lembut sambil menggenggam tangan kimy.
kimy yang melihat semua orang tegang jadi aneh. apa lagi dari tadi kimy melihat fani terus merokok dia tau pasti ada yang tidak beres.
" ada hal yang ingin aku sampaikan padamu.apa pun itu aku mohon,jangan bersedih" ucap loyer mulai berkaca kaca.
wajah kimy jadi datar melihat keadaan menegangkan." apa, jangan membuat ku penasaran."
kata kimy datar.
loyer yang melihat istrinya berubah dingin dia teringat perkataan fani. (kalau dinginnya kimy adalah petunjuk rapuhnya dia saat ini.)
loyer kembali menghela nafas lalu menunduk.dia tidak berani menatap mata kimy.
" sayang kata dokter,kandunganmu sangat sulit di pertahankan,kalau tetap di paksakan di takutkan akan harus memilih ibu atau anak. kesan bekas tendangan bajingan musuh saat itu merobek kan rahimmu. "
"dan " loyer berhenti sekejap semangkin menunduk dalam." kalau saja awal kehamilanmu kau cepat di tangani mungkin masih ada harapan,sekarang kandungammu sudah membesar dan rahim sudah tidak boleh menampung berat lagi.karena luka rahim mu mangkin kuat"ujar loyer menunduk dalam.tidak sanggup melihat kesedihan istrinya.
deg !
serasa berhenti bernafas bagai tersambar petir.kimy memegang dadanya yang tiba tiba sesak.
mira sudah mulai berkaca kaca melihat kimy.
begitu pun bella.
hanya fani yang berwajah datar memalingkan wajahnya dari kimy.
perlahan kimy mengeluarkan air matanya menagis dengan pilu tapi tidak mengeluarkan suara.loyer langsung memeluk istrinya.
__ADS_1
" maafkan aku,maafkan aku sayang andaikan aku tidak ego kau dan calon bayi kita akan baik baik saja maafkan aku."
kimy terus menangis.mira dan bella saling berpelukan menagis xan will juga ikut berkaca kaca, melihat kesedihan kimy. hanya steff dan fani yang diam berwajah datar.
perlahan fani melangkah ingin keluar ruangan.saat tangan fani mulai menyentuh handle pintu.fani mendengar suara
" ada seseorang berkata. 'senyum la walau keadaan tidak mengizinkan kita tersenyum.' hidup lah dengan kuat ,walau keadaan tidak berpihak untuk menjadikan kita kuat' jadi la akar yang selalu menguatkan pohonnya walau pun akar itu sebenarnya rapuh' ada orang² yang menunggu kita,menyayangi kita.'. aku ikhlas mungkin ini ada lah takdirku." ujar kmy tersenyum memandang mata suaminya.
fani tersenyum tipis mendengar penuturan kimy.
begitu pun steff dia tau siapa pemilik kata itu.
" tapi maaf,aku tidak boleh membunuh anakku,ku mohon izinkan aku berjuang." ujar kimy menunduk lesu.
" tapi sayang ini sangat membahayakan nyawamu dan juga bayi kita" ucap loyer menggenggam jari jari kimy.
" kumohon mengertilah" ujar kimy menunduk dengan wajah sedihnya.
"tap-- ucapan loyer terhenti di potong kimy.
" bukan kah masih ada kemungkinan ajaib? aku masih berharap akan hal itu.ku mohon " ujar kimy lirih.
" aku takut dengan kenyataan yang akan hadir nanti. aku takut jika di biarkan bertahan,aku takut tidak bisa menerima kenyataan yang belum tentu sesuai keadaan" ujar loyer putus asa pada kimy.
kimy menggenggam tangan loyer." seperti itu la perasaanku saat ini. aku tidak mau membunuh janinku.ku mohon biarkan waktu yang berputar menjawab waktu yang kita nanti itu." ujar kimy yakin memandang mata loyer. " mengharap sebuah keajaiban dalam waktu itu." tambah kimy.
loyer yang tidak tahan melihat kesungguhan dan permohonan dari istri tercintanya.akhirnya menarik nafas dalam lalu mengangguk lemah.
kimy langsung memeluk loyer.
" terima kasih "ujar kimy bahagia.
" ya sayang.aku akan mencari dokter terbaik untuk menanganimu.yang penting kau mau patuh dengan semua keselamatanmu aku mengizinkanmu" ujar loyer lembut pada kimy.
__ADS_1
" ya aku janji.aku akan patuh.apapun itu " ujar kimy tersenyum bahagia.
mereka semua di ruangan itu tersenyum bahagia.
...****************...
SATU MINGGU KEMUDIAN.
di ruangan kimy.
loyer sedang menyuapi istrinya.
" sayang aku mau pulang ke rumah. aku udah bosan mencium bau rumah sakit sayang " ujar kimy memelas.
" tunggu tiga hari lagi ya sayang."ujar loyer mengusap rambut kimy.
" kim. gue akan kembali besok ke kota C. lo ngak apa apa kan? " tanya fani yang ada di ruangan itu bersama rifki.
memang selama fani di sana rifki terus menempel padanya.
sedangkan mira bella will sudah kembali ke kota A
seminggu yang lalu.
xan mengurus markas.will mengurus kantor loyer di kota A dengan tuan frendly.
sedangkan steff mengurus kantor loyer di kota M.karena steff juga akan bercuti sehari sebelum acara pernikahannya.
" engak papa kok.fan lo ngak marah kan gue enggak hadir di acara pernikahan lo ?"
tanya kimy tidak enak dengan sahabatnya itu.
" santai aja,gue tau situasi kok.lagian acara gue tidak terlalu rame."
__ADS_1
...****************...