ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN

ISTRI UNTUK TUAN MUDA DINGIN
kemarahan fani


__ADS_3

keesokan harinya kimy belum juga sadar.loyer ada di samping istrinya dari semalam tanpa pernah meninggalkan istrinya sedetik pun.loyer terus menggenggam tangan istrinya dari semalam tanpa kenal lelah.


semua keluarga telah berkumpul di ruangan itu sarah dari tadi terus menagis dalam pelukan suaminya melihat anaknya yang tidak berdaya terbujur kaku dan kurus.


sedangkan mommy dilla juga menangis sambil memegang suaminya memandang menantunya yang memprihatinkan.dia sangat ingin menghajar anaknya.tapi melihat anaknya yang acak acakan dari atas sampai bawa semua berantakan,wajahnya sangat lelah.dilla tidak tega.


sedangkan dinda sahabat kimy sekaligus iparnya duduk di sofa dengan perut yang sudah terlihat.terus menangis memandang kimy sendu. leon ada di sebelah dinda. tapi dia tidak berani menyenangkan dinda.mengingat hubungannya dengan dinda masih dingin.


bella mira xan steff will juga ada di sana. mira dan bella juga sama terus menangis melihat kimy.


kakek anderson dan kakek ozawa. menghela nafas panjang melihat cucu mereka yang berantakan.


terdengar suara melengking dari luar pintu.


" LOYER NIK ALBIANO ANDERSON " teriak fani penuh amarah menggebu gebu.dinda semalam juga menghubungi fani menceritakan tentang keadaan kimy.

__ADS_1


hanya fani yang tau seperti apa kehidupan kimy selama 2 bulan itu.


yang lain tidak ada yang tau apa yang berlaku pada loyer dan kimy kecuali xan will steff.


fani berjalan laju ke dalam ruangan itu.tanpa aba aba menarik kerah baju loyer menghantam wajah loyer dengan tenaga maksimal. tidak ada perlawanan dari loyer. fani menghantam loyer membabi buta seperti orang kesurupan loyer sudah terpojok tumbang di dinding.


" cepat siapa pun ambil fani dia bisa membunuh tuan loyer " teriak papi fani.


ya fani sudah berada di kota C.fani juga memberi tahu tentang keadaan kimy dengan papi maminya itu la mereka juga mengikuti fani ke kota A.melawat kimy yang mereka sudah anggap anak sendiri.


steff langsung menggendong tubuh kecil fani dari atas tubuh loyer.


" apa kau tau hah !!! loyer sialan !!! kimy itu gadis yang bebas dan kau mengurungnya selama seminggu.apa kau pernah tanyakan padanya apa yang dia inginkan !!! apa pernah kau memberikan waktu mu sebentar saja untuknya !!!!


brengsek !!!! mati saja kau !!!! kau tau brengsek !!! sebelum peristiwa nahas itu,kimy menghubungiku hiks hiks hiks ! dia memintaku membawanya berjalan jalan keluar dia bosan di kurung. kau tau sialan !!!! aku mengabaikannya karena aku menghargaimu sebagai suaminya !!! tapi apa !!!! kau tidak pantas untuk sahabatku !!!! kau hanya pria yang tidak pantas di dampingi !!!." teriak fani marah sambil menangis.

__ADS_1


loyer menangis tercekat mendengar penuturan fani.semua di ruangan sana terdiam hanya terdengar suara tangis para wanita.


fani mulai tenang.fani melepaskan pelukan steff dari tubuhnya yang tadi menahannya.loyer masih terduduk di lantai dengan wajah yang babak belur di temani dilla yang memeluk anak semata wayangnya.


fani mendekat pada kimy menyentuh wajah kimy.


" my angle hiks ! hiks ! bangun hiks ! apa kau tidak ingin bertarung pedang dengan ku. bangun la. aku sudah menemui lobster di negara Y aku sudah membelikan untukmu dengan uang ku sendiri. kita bisa menjaga mereka. " ujar fani menangis pilu memeluk kimy.


" aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi... aku janji. aku kira kau akan bahagia selepas kau menikah,tapi apa yang ku lihat ini hiks wajah mu yang chubby menjadi tirus tubuhmu yang kuat menjadi kaku dan lemah. hatiku tercabik cabik melihatmu seperti ini hiks...


loyer semangkin menyesal mendengar semua penuturan fani.


sedangkan steff memandang fani iba. steff dan loyer tau bagaimana dekatnya fani dan kimy


"mana janjimu pada ku kim,kau berjanji akan selalu baik baik saja padaku. bangun la, aku rindu kau menjahiliku. mana kimy yang kuat,yang tidak takut apapun mana."hiks hiks.

__ADS_1


semua orang yang ada di ruangan itu iba dan takjub melihat persahabatan mereka.


...****************...


__ADS_2