JAMAN EMAS

JAMAN EMAS
Bab 3 kenyataan pahit 2


__ADS_3

Di parkir mal 24 di daerah Denpasar, saya melihat ayu dan Harry turun dari motor.


Setelah melepaskan helm, ayu segera memeluk leher Harry dan mencium bibirnya sebelum mereka masuk ke dalam mal.


Tanpa sadar air mata saya menetes melihat semua itu dan pikiran saya benar benar menjadi sangat kacau.


Rasa sakit di hati saya terlalu dalam sehingga saya seakan ingin berteriak dengan lantang untuk melampiaskan semua rasa sakit ini.


Tapi saya tidak berani melakukannya karena saya adalah tipe pria yg agak pengecut, saya bahkan tidak berani mendekati ayu dan Harry yg sudah mengkhianati saya.


Saya hanya bisa mengamati mereka dari kejauhan sampai mereka masuk ke dalam mal sebelum saya berbalik pergi dengan rasa sakit di hati.


Tidak ada gunanya lagi untuk mengikuti mereka, karena semua sudah jelas.


Saya menghapus air mata yg membasahi wajah saya dan bersiap pergi dari tempat ini.


Itu dulu.. sampai sebuah mobil sport berwarna merah tiba tiba menghampiri saya.


Saat kaca mobil terbuka, saya melihat wanita dewasa dengan kecantikan yg tidak kalah dengan artis artis papan atas menatap ke arah saya. "Apa wanita yg di ajak oleh Harry adalah pacar mu?"


Saya sedikit terkejut dengan pertanyaan wanita itu dan segera menganggukan kepala sebagai jawaban.


"Parkir motor mu di sana dan ikuti saya masuk ke dalam mobil, ada sesuatu yg ingin saya bicarkan dengan mu."


Saya sedikit bingung dengan perkataan wanita itu dan segera melihat ke kiri dan ke kanan untuk memastikan apakah aman meninggalkan motor saya di sini, karena tempat ini adalah bahu jalan.


Tapi sepertinya wanita itu juga tahu apa yg sedang aku pikirkan dan kembali berkata. "Jangan takut, jika motormu hilang saya akan membelikan mu motor baru yg sama dengan Harry."


Saya segera mengunci motor dan melatakan helm saya di atas sepion, lalu masuk ke dalam mobil sport wanita itu.


Di dalam mobil saya segera menutup mata dan mulai berdoa.


"Apa yg kamu lakukan?" Tanya wanita itu sambil menatap saya dengan rasa penasaran.


"Berdoa agar motor saya di curi oleh orang lain." Saya menjawab dengan santai pertanyaan wanita itu.

__ADS_1


"Pffffttt ha ha ha ha" wanita itu tertawa terbahak bahak sambil perlahan menjalankan mobilnya. "Apa kamu benar benar ingin motor seperti Harry?"


Saya segera menggelengkan kepala. "Motor seperti itu memerlukan biaya perawatan yg tinggi dan saya tidak akan mampu menanggungnya. Saya hanya ingin mengganti motor biasa saja, karena motor yg sekarang pasti akan selalu mengingatkan saya dengan ayu."


Wanita itu menatap saya dengan tatapan aneh sebelum berkata. "Jadi wanita itu bernama ayu?"


Saya memberi anggukan ringan sebelum berkata. "Ya kak.. tapi sebelum itu fokuslah melihat jalan saat menyetir. Walaupun saya sakit hati, tapi belum sampai titik di mana saya ingin bunuh diri bersama wanita yg lain."


Wanita itu tersenyum lembut dan kembali mengalihkan pandanganya ke depan sambil sesekali melirik ke arah saya. "Nama saya Kristin angreni, saya pacar Harry."


"Jadi seperti itu" saya kembali mengangguk sebelum memperkenalkan diri. "panggil saja saya Wisnu, lalu apa yg kamu ingin bicarakan?"


"Apa kamu ingin merebut kembali pacarmu? Aku bisa membantu mu."


Saya segera menggelengkan kepala dan berkata. "Saya memang mencintainya, rasa sakit karena di khianati olehnya juga pasti membutuhkan waktu untuk sembuh karena dia adalah cinta pertama ku. Tapi kembali mendapatkannya bukanlah solusi untuk menyembuhkan rasa sakit ini. Tidak ada jaminan bahwa suatu hari lagi dia tidak akan mengkhianti saya lagi dan tidak mungkin saya akan selalu meminta bantuan mu. Saya akui saya memiliki banyak kekurangan dan memang tidak layak untuk wanita secantik ayu, jadi tidak perlu lagi memaksakan hubungan yg hanya berat sebelah."


Kristin melirik saya dengan tatapan rumit untuk sesaat sebelum kembali berkata. "Apa kamu tidak ingin balas dendam?"


Saya menatap Kristin dan bertanya dengan sedikit bingung. "Kenapa saya harus balas dendam pada orang yg saya cintai, jika itu membuatnya bahagia seharusnya saya juga ikut senang." Saya sedikit menghela nafas. "Yah.. walaupun rasanya sakit."


"Apa kamu yakin ini cinta pertama mu? Kenapa rasanya kamu sudah mengalami banyak hubungan cinta" Tanya Kristin dengan sedikit kejutan.


Kristin langsung terdiam dan saya juga mengalihkan perhatian saya ke gedung gedung yg ada di jalan.


Tapi setelah beberapa detik, saya merasa tangan lembut menyentuh telinga saya yg tiba tiba mulai mengencang dan akhirnya telinga saya di tarik dengan paksa.


"Sepertinya dari tadi kamu tidak mengangap ku serius." Kristin berkata sambil memberi lirikan sinis pada saya.


"Oi oi... Siapa yg tiba tiba menculik pria patah hati di tengah jalan?"


"Kamu mestinya merasa beruntung ada wanita cantik yg tiba tiba membawa mu naik kedalam mobilnya."


Saya segera menatap Kristin dengan tatapan bertanya tanya. "Coba katakan, keuntungan apa yg bisa saya dapatkan?" Dan dia juga segera menepi di sisi jalan lalu mulai menatap saya dengan kesal. "Lalu kenapa kamu mau ikut dengan saya?"


Mendengar pertanyaan Kristin, saya mengangkat bahu dan menjawab dengan santai. "Saya hanya penasaran apa yg di inginkan pacar Harry dengan saya."

__ADS_1


"Jadi kamu sudah tahu bahwa saya adalah pacar Harry?"


Saya mengangguk ringan dan berkata. "Saya berteman baik dengannya, jadi dia pernah mengirimi foto mu pada saya sambil menyombongkan diri." Lalu saya mengeluarkan hp saya dan menunjukan percakapan online kami pada Kristin.


Mata Kristin perlahan mulai melebar saat membaca semua isi chat yg di kirimkan Harry pada saya. "Mesin ATM berjalan.. Tante girang... jadi dia menganggap saya seperti itu selama ini." Saya melihat wajah Kristin di penuhi amarah dan perlahan meremas hp saya lalu melemparnya keluar jendela mobil.


Melihat ini saya merasa ingin menagis dan berusaha untuk mengambil kembali hp saya, tapi saya segera berhenti karena saya melihat hp saya sudah di Gilas oleh mobil yg lewat di jalan.


"Apa salah hp saya?" Hanya kata kata lemah itu saja yg bisa keluar dari mulut saya saat ini.


"Apa yg begitu heboh, saya akan membelikan mu hp yg lebih bagus dari itu."


"Bukan masalah hp, tapi isi di dalamnya."


"Apa isinya?"


"No hp yg di gunakan untuk aplikasi chat di hp saya sudah mati, jadi jika saya download aplikasi chat baru maka saya tidak bisa menggunakan nomer itu lagi. Semua kontak di aplikasi chat saya akan hilang, jadi saya tidak bisa menghubungi ibu saya yg sedang bekerja di luar negeri."


"Apa kamu tidak ingat nomer hp ibu mu?"


Saya menggelengkan kepala, lalu menarik tuas tempat duduk agar bisa sedikit di derong kebelakang lalu mulai meringkuk di atas jok mobil sport yg empuk.


Saya mulai merenungkan nasib sial saya yg bertubi tubi hari ini dan mungkin penyebab utamanya adalah kutukan sial yg di kirim oleh bapak saya.


Saya hanya bisa mendesah berkali kali, harga untuk mendapatkan uang lima juta lumayan besar.


Mulai hari ini saya tidak akan lagi menghasilan uang dengan cara yg tidak benar seperti yg saya kakukan pada bapak saya.


Walaupun dia memang orang yg brengsek, tapi saya tidak boleh ikut menjadi brengsek seperti bapak saya.


"Maaf Wisnu, saya sedikit terbawa emosi" kristin memandang daya dengan expresi penuh penyesalan dan tangannya mulai membelai rambut kepala saya dengan lembut.


"Lupakan saja... semua sudah terjadi, jika tidak ada lagi yg penting lebih baik kamu membawa saya kembali. Saya ingin cepat cepat pulang ke rumah, hari iniĀ  benar benar melelahkan bagi saya."


"Sebenarnya saya ingin kamu untuk membantu saya memberi pelajaran pada Harry, tapi sepertinya kamu tidak memiliki niat untuk itu."

__ADS_1


Saya mengangguk dan berkata. "Tolong antar saya kembali, saya tidak ingin terlibat dengan urusan kalian."


Kristin mengangguk ringan dan segera memutar arah untuk kembali ke lokasi tempat saya meletakan sepeda motor.


__ADS_2