
di dalam ruang rapat, saya melihat cicilia, dougles, harry, ayu permata, kristin, hendra, tika dan beberapa orang yg pernah saya kenal sebelum melakukan perjalanan waktu.
Seketika suasana ruangan menjadi sunyi.
semua orang menatap kami dengan tatapan penasaran.
"lapor komandan, mereka bertiga datang dari wilayah timur dan ingin membagikan informasi tentang wilayah timur" agus melapor dengan tegas.
"mmm" pak joko mengangguk dan menatap kami dengan tatapan tajam.
"dari wilayah mana kamu berasal?" tanya pak joko.
"lapor komandan, pertanyaan harus lebih spesipikasi. Maksud komandan wilayah asal kelahiran saya atau wilayah tempat saya menetap sebelum sampai di sini?" saya meniru sikap tegas agus yg membuat semua orang tersenyum canggung.
"di mana kamu tinggal sebelum sampai di sini?" pak joko memperbaiki pertanyaannya.
"lapor komandan, dari wilayah bedugul."
"bagaimana kamu bisa sampai di sini?"
"lapor komandan, kami menggunakan mini bus, tapi saya berjalan kaki setelah sampai di kota denpasar karena berat mini bus dapat membuat retakan pada lapisan es di bawah kami"
"lalu bagaimana dengan monster yg berkeliaran?"
"lapor komandan, kami menghancurkan semua yg menghalangi jalan."
"perkenalkan diri mu?"
"lapor komandan, nama saya wisnu. Ini adik sepupu saya dian dan ini adik tiri saya karen. Dian adalah seorang priest dan karen adalah pandai besi."
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan mu?"
"lapor komandan, saya pria pencari cinta" saya memberi kedipan menggoda pada cicilia.
"pfffttt" cicilia tertawa kecil melihat kedipan ku.
"terlalu narsis" tapi kristin memberi tatapan menghina.
"playboy seperti mu tidak akan pernah menemukan cinta!!" tika menatap kesal.
saya mengangkat bahu. "mungkin jika kita saling mengenal, cinta bisa tumbuh secara perlahan."
"mimpi mu terlalu tinggi" bentak tika sambil menampar mejanya.
"wow... tenang" saya melambaikan tangan. "jangan telalu narsis, yg aku maksud bukan kamu tapi gadis seksi berdada besar yg ada di sebelah mu" saya tersenyum pada cicilia yg di balas dengan tawa kecil.
"hati hati bro, gadis ini agak galak" jawab dogles dengan nada bercanda.
"aku jamin kamu akan di pukuli sampai mati." hendra tersenyum penuh percaya diri.
"bro, ayu masih jomblo." harry menepuk pundak ayu yg langsung membuatnya tersipu malu.
Melihat expresi ayu yg sesekali mencuri pandang, saya langsung menggelengkan kepala. "tidak tertarik"
seketika ayu tertegun sesaat sebelum menunjukan raut wajah yg sedih.
saya tidak terlalu peduli dengan ayu dan perlahan duduk di bangku kosong bersama karen dan dian.
"aku akan melewati basa basi dan mulai menjelaskan situasi di wilayah utara." kata ku pada pak joko.
__ADS_1
"lanjutkan" pak joko mengangguk setuju dan saya mulai menjelaskan situasi wilayah utara.
camp perlindungan kecil yg tersebar di berbagai tempat.
Jenis jenis monster yg pernah saya kalahkan.
Situasi medan di wilayah utara.
"karen, berikan peta yg sudah kamu tandai waktu itu" pinta ku pada karen dan dia segera mengeluarkan gulungan peta dari tas dimensi yg ada di pinggangnya, lalu meletaknnya di atas meja.
Tapi perhatian semua orang langsung tertuju pada tas dimensi yg ada di pinggang karen.
"dari mana kamu mendapatkan tas itu?" tanya pak joko dan karen dengan cepat menunjuk saya dengan expresi malas.
Setika perhatian semua orang tertuju pada saya, tapi saya hanya bersenandung nada lembut sambil melirik cicilia.
"aku lihat gadis seksi itu juga memilikinya, kenapa kalian tidak tanya saja padanya?"
Perhatian semua orang berpindah ke cicilia.
"ini adalah pemberian calon suami ku" cicilia memberi tatapan main main pada saya.
"oohhh, dia pasti pria yang sangat tampan, kuat, perhatian, kaya, rajin menabung dan sangat mencintai mu"
Alis cicilia berkedut dan dia berkata dengan nada kesal. "jangan melebih lebihkan diri mu sendiri"
"ehh... Kapan aku melebih lebihkan diri ku sendiri? Aku hanya berkata tentang calon suami mu." saya memberi expresi bingung tapi cicilia mengacungkan tinjunya dan mulai memberi ancaman. "aku benar benar akan memukul mu jika kamu terus berpura pura bodoh."
Saya langsung menutup mulut dengan telapak tangan karena saya sedikit terkejut dengan sikap cicilia yg masih galak seperti di kehidupan saya sebelumnya.
__ADS_1