JAMAN EMAS

JAMAN EMAS
Bab 18 Pertarungan pertama


__ADS_3

Di rumah cicilia saat makan malam, pak Joko dan cicilia sedang menikmati makan malam bersama.


Alis pak Joko sedikit mengkerut saat memperhatikan Cicilia. "Siapa pria itu?"


Cicilia berhenti sejenak sebelum melihat ke arah pak Joko. "Mata ayah memang sangat jeli, siapa lagi jika bukan Wisnu."


"Kapan? Ayah tidak lihat kalian keluar bersama sejak pulang sekolah."


"Kami melakukannya di gedung kosong di belakang sekolah."


"Bang..." Pak Joko segera menampar meja dan menatap Cicilia dengan tatapan tegas. "Apa tidak ada tempat yg lebih baik untuk menyerahkan kesucian mu, tidak bisakah kamu membawanya ke rumah atau pergi ke rumahnya. Kalian juga bisa menyewa hotel, jika tidak ada uang ayah akan memberikannya. Kenapa harus di tempat semperti itu?'


Cicilia mengangkat bahunya dan berkata dengan santai tanpa terganggu oleh nada tinggi ayahnya. "Waktu Cicilia sudah hampir habis, apa pentingnya tempat bagi ku sekarang. Yg penting adalah Cicilia sudah menjadi miliknya dan saat Cicilia mati, Cicilia akan tetap di sisinya dan selalu menjaganya."


Expresi pak Joko seketika melunak dan matanya menunjukan berbagai emosi melankolis. "Kamu benar benar seperti ibu mu... Ayah sangat beruntung bisa menikah dengannya, Wisnu juga pasti merasa beruntung jika bisa menikah dengan mu."


Cicilia menggelangkan kepalanya. "Cicilia lah yg sangat beruntung bisa bertemu dengannya, hidup Cicilia yg tanpa harapan sudah banyak di isi oleh kenangan indah bersamanya. Tidak ada lagi penyesalan dalam hidup ini, jadi Cicilia mohon ayah harus menggantikan Cicilia menjaganya. Sifatnya sangat mirip dengan ibu, dia selalu menentang adat dan tradisi di Bali. Cicilia cemas suatu hari dia akan menghadapi masalah yg sama seperti ibu. Ayah tahu sendiri ajaran tiga dewa dan ajaran allone sama sama memiliki penganut yg fanatik dan tidak rasional, menganggap dirinya mereka sendiri sebagi pelayan dewa dan selalu mengatas namakan melindungi dewa mereka demi membenarkan setiap tindakan mereka."


Pak Joko sedikit menghela nafas sebelum memberi anggukan ringan. "Ayah akan mengusahakan yg terbaik, tapi kenapa kamu begitu mencintainya? Apa itu karena sifatnya yg mirip dengan ibu mu?"


Cicilia tersenyum penuh suka cita sebelum menjawab pertanyaan pak Joko. "Ibu pernah berkata 'jangan pernah menikah dengan pria yg fanatik dengan ajaran allone dan tiga dewa atau hidupmu akan menderita dan di penuhi oleh tekanan. Tapi jika kamu menemukan pria yg menganut ajaran tiga dewa tapi secara bersamaan menentangnya maka nikahi dia, hanya akan ada kebahagian yg menanti mu jika bersama pria itu. Karena pria seperti itu akan mengutamakan istri dan anak anaknya dari pada ajarannya, sama seperti ibu yg lebih mementingkan ayah mu dan kamu.' karena itu saat Cicilia mengetahi bahwa Wisnu adalah pria yg di katakan ibu, Cicilia berusaha menjadi dekat dengannya dan ternyata apa yg di katakan ibu benar. Bahkan hanya sebagai teman, Cicilia sangat bahagia. Bahkan jika hidup Cicilia singkat, Cicilia benar benar puas bisa hidup di dunia ini."


"Ayah merasa Tuhan benar benar tidak adil."

__ADS_1


"Tuhan selalu adil ayah.." bantah Cicilia dengan cepat.


"Maksudmu, nasib mu saat ini adalah sebuah keadilan? Lalu bagaimana dengan para koruptor yg memiliki hidup yg lebih lama dari mu? Apa itu juga adil?"


Cicilia menggelangkan kepala dan perlahan berkata. "Wisnu pernah berkata. 'Tuhan selalu adil, bukan hanya pada manusia tapi juga seluruh alam semesta' keadilan Tuhan bukan masalah baik dan buruk tapi keseimbangan seluruh alam semesta. Nikamti apa yg kita miliki saat ini dan selalu bersyukur pada Tuhan dalam hati mu. Jangan pernah terpengaruh oleh baik dan buruk dunia ini, tapi ikuti saja kata hati mu karena hanya hati mu lah yg bisa menuntun mu ke jalan kebahagian. Baik dan buruk dunia hanya akan menuntun mu ke jalan yg berduri, terombang ambing di arus karma dan takdir, ketergantungan akan duniawi dan akhirnya jatuh menjadi mahluk yg lebih rendah dari pada binatang lalu kamu akan masuk ke neraka yg sebenarnya."


Pak Joko merenung sejenak sebelum berkata. "Terdengar simpel, tapi memiliki arti yg sangat luas. Dalam arti sempit Wisnu berpesan. 'tidak perlu mendengarkan perkataan orang lain, cukup jalani apa yg kamu anggap benar' tapi dalam arti luas, Wisnu berpesan agar kita tidak boleh terikat dengan hasil dari apa yg sudah kita kerjakan. Baik dan buruk tidak masalah, selama kita sudah melakukannya dengan sepenuh hati. Jika kita bisa menerapkan ini, maka hati kita akan selalu damai, tidak perlu cemas, tidak akan kecewa jika hasil yg di dapat buruk, tidak sombong jika hasil yg kita dapat baik dan tidak akan iri pada orang orang yg lebih baik dari kita. Hanya itu yg bisa ayah pahami dari kata kata Wisnu, tapi ayah merasa kata kata itu masih memiliki arti yg lebih luas."


Cicilia bertepuk tangan dengan expresi gembira. "Ayah hebat.. Wisnu berkata semakin tinggi pemahaman spiritual seseorang maka semakin dalam dia bisa mengartikan kata kata itu." Tapi mulut Cicilia tiba tiba mulai mengerucut dan berkata dengan sedikit keluhan. "Cicilia saja perlu waktu berbulan bulan sampai bisa memahami seperti apa yg ayah katakan. Pantas saja dia sering mengejek Cicilia dengan otak otot."


"Ha ha ha ha..." Pak Joko langsung tertawa terbahak bahak dan Cicilia hanya menghentakkan kakinya dengan kesal.


***


Exp boster potion juga sudah di minum untuk meningkatkan poin exp yg di dapat dari membunuh monster hingga 2 kali lipat.


Di tangan kiri saya, ada cabang kematian yg jika di patahakan akan mendatangkan monster secara acak.


Saya sudah melihat berbagai teknik bertarung memalui yourtube dan memahami sedikit dasar dasarnya.


Poin penting adalah jangan pernah menutup mata, perhatikan gerakan lawan, tetap tenang dan jangan takut serangan lawan mengenai kita karena itu juga merupakan kesempatan kita untuk menyerang lawan.


Saya menutup mata dan mulai menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan diri, lalu perlahan membuka mata dan membulatkan tekat saya.

__ADS_1


Cicilia adalah orang yg sangat penting bagi saya, kami berbagi suka dan duka bersama.


Dia selalu berusaha melindungi saya, membuat saya behagia dan memberi warna dalam hidup saya tanpa takut dengan kematian yg akan dia hadapi.


Jadi saya tidak boleh kalah denganya, tugas pria adalah melindungi orang orang yg dia cintai.


Saya tidak ingin Cicilia pergi, saya ingin selalu bercanda dengannya dan melihat senyumnya.


Energi hangat perlahan mengalir dari perut saya, mengikuti jalur energi menuju tangan kanan saya dan segera membungkus pedang pendek yg saya pegang.


[Energi aplication]


[Mampu memanipulasi energi dan menerapkannya pada tubuh, benda atau apapun yg di inginkan.


Untuk pertahanan, serangan atau memperkuat.


Konsumsi energi tergantung dengan banyaknya daya yg di keluarkan.]


Ini adalah skill yg di dapat dari mystik old book.


Melihat energi biru memancar dari pedang pendek di tangan saya, keyakinan saya semakin meningkat.


Saya meremas dead brance hingga hancur dan melemparkannya jauh di depan saya.

__ADS_1


__ADS_2