
"kamu benar benar gila Kristin" saya sedikit mengeluh sambil melihat Kristin yg berbaring lemah di bahu saya.
"Kamu yg membuat ku gila, aku benar benar tidak bisa berhenti karena mu."
"Siapa yg menerkam ku pertama kali, kamu mengambil perjaka saya tanpa malu malu."
"Jangan terlalu di besar besarkan, toh kita sama sama menikmatinya. Sekarang aku sudah jadi milik mu, jadi kamu bebas menggunakannya sesuka hati."
"Maaf Kristin, saya tidak terbiasa dengan hubungan seperti ini. Saya tidak mau wanita yg sudah bercinta dengan saya, bercinta dengan pria lain lagi."
Kristin mengencangkan pelukannya sambil berkata. "Aku juga sama, Mulai sekarang aku milik mu dan kamu menjadi milik ku."
"Kenapa kamu seperti ini, kita hanya saling kenal selama satu hari?"
Kristin tersenyum lembut dan berkata. "Seorang anak SMA menghabiskan uang jutaan rupiah yg dengan susah payah di kumpulan hanya untuk wanita yg baru dia kenal. Aku sudah melihat berbagai jenis pria dan aku tahu bahwa apa yg kamu lakukan semuanya tulus dari hati mu. Miskin atau kaya, aku akan tetap di sisi mu selama kamu tidak membuang ku."
Saya tidak bisa menahan kedutan di alis saya mendengar penjelasan Kristin. "Otak mu rusak karena syok berlebihan."
"Dokter benar, jadi tolong beri Kristin suntikan untuk menyembuhkan otak Kristin yg rusak." Saya melebarkan mata saya melihat Kristin kembali naik ke atas tubuh saya.
"Jangan bercanda, kita sudah melakukannya selama 3 jam."
"Tapi kenapa benda ini masih keras dok?" Kristin tersenyum main main sambil memainkan senjata saya yg masih berdiri tegak.
"Apa masalahnya dengan itu?"
"Masalah dok, ini masalah besar. Kristin memiliki fobia tidak bisa melihat benda seperti ini mengeras, jadi Kristin berkewajiban membuatnya kembali tertidur."
Kristin dengan cepat memasukan senjata saya ke dalam lubangnya dan mulai bergerak dengan liar.
Hisapan penuh kenikmatan dari lubang Kristin membuat saya kembali terlena.
Hingga jam 12 malam, saya masih bermain dengan bibir Kristin yg ada dalam pelukan saya.
Saya merasa kami berdua sudah benar benar mengabaikan kewarasan kami dan membiarkan insting kami menggendalikan tubuh kami.
Pendingin ruangan tidak bisa mendinginkan tubuh kami yg memanas dan di penuhi oleh keringat.
Kedua tangan kami saling menjelajahi tubuh satu sama lain.
Pinggul kami saling menggeliat dengan irama yg santai dan penuh gerakan yg sensual.
__ADS_1
Tidak ada dari kami yg mau saling mengalah yg berakhir dengan pergulatan tanpa henti.
***
Di pagi hari saya membuka mata dengan tatapan termenung.
Semua hal yg terjadi kemarin terasa seperti mimpi dan terlalu tiba tiba.
Saya melihat ke arah Kristin yg masih terlelap dan perlahan melepaskan tangannya yg memeluk lengan saya, lalu bangkit dari tempat tidur.
Melihat pakaian kami yg berserakan, saya hanya bisa menggelangkan kepala dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, saya melihat ruangan sudah kembali tertata rapi dan di meja makan sudah ada kopi hangat dan roti yg di isi dengan telur ceplok.
"Sarapan dulu sebelum sekolah." Kata Kristin yg sedang merpikan bahan makanan ke dalam lemari pendingin.
"Sekolah libur dua hari, saya memiliki rencana yg memerlukan bantuan mu. Jadi mandilah, kita perlu membahas hal yg sangat serius."
"Sangat misterius." Kristin mendekati saya dengan langkah yg menggoda, tapi saya segera memberinya tatapan kesal. "Saya akan pergi jika kamu terus seperti ini."
Kristin tertegun sejenak sebelum bergegas ke kamar mandi sambil berkata dengan nada mengeluh. "Tidak asik"
Hp gaming komplit seharga 40jt yg datanya sudah di salin. (Normal)
Peti hadiah amesti yg datanya juga sudah di salin. (Epic)
Emas 1 gram seharga 2jt yg masih menunggu 10 jam sebelum penyalinan data selesai. (Normal)
Smart tv 41" seharga 10jt yg datanya sudah di salin. (Normal)
Pendingin ruangan lengkap dengan out door AC dengan merek terkenal seharga 5jt yg datanya sudah di salin. (Normal)
Smart tv dan pendingin ruangan adalah barang yg saya ambil dari kamar saya sendiri, karena saya sudah berencana untuk segera pergi dari rumah.
Sambil menunggu Kristin, saya mengeluarkan hp roge dan smart tv 41" dari penyimpanan tak terbatas.
Setelah menunggu satu menit, saya kembali mengeluarkan salinan hp roge dan smar tv 41", begitu seterusnya hingga Kristin keluar dari kamar mandi.
Melihat smart tv yg berbaris rapi di lantai dan box hp hitam yg menumpuk di meja, Kristin langsung menunjukan expresi penuh tanda tanya. "Dari mana semua benda ini? Bukankah ini hp yg sama yg pernah aku berikan pada mu? Kanapa begitu banyak box hp seperti itu?"
"Periksalah sendiri"
__ADS_1
Mesih dengan tubuh yg di selimuti handuk mandi, Kristin segera duduk di pangkuan saya dan mulai memeriksa box hp satu persatu.
"Ini..." Kristin semakin terkejut melihat semua box hp masih sangat lengkap dengan isinya.
"Hp ini dan smart tv di lantai adalah barang yg harus kamu jual."
"Dari mana datangnya semua ini, berapa banyak yg kita miliki?"
"He he he..." Saya tertawa jahat sambil perlahan memeluk pinggang Kristin dan berkata. "Saya memiliki kemampuan menyalin item, ini adalah rahasia terbesar saya. Hanya kamu satu satunya yg saya percayai dengan rahasia ini."
Mata Kristin seketika melebar. "Jika kemarin aku tidak menerkam mu, apa kamu masih akan memberi tahu ku rahasia ini?"
Saya mengangguk sebelum menjawab. "Rencana awal saya memang seperti itu, tapi kamu tidak memberikan kesempatan saya untuk berbicara. Jadi baru sekarang saya bisa mengatakannya."
Kristin menatap saya dengan mata berkaca kaca dan perlahan menyandarkan kepalanya di bahu saya sambil berkata. "Kenapa aku tidak bertemu dengan mu lebih awal?"
Tapi saya segera menampar paha mulus Kristin. "Jangan banyak drama, ayo mulai bekerja. Sebelum Minggu ini, kita sudah harus pindah ke rumah yg lebih nyaman dan terbebas dari kebisingan."
"Itu perkara mudah, pertama kita jual beberapa dulu agar memiliki modal untuk menyewa gudang. Lalu masukan semua stok barang mu di dalam gudang, saya memiliki banyak teman dari Jakarta yg siap menerima barang barang seperti ini. Beri saja harga murah dan mereka akan membeli berapa pun yg kamu miliki."
"Jadi tunggu apa lagi, ayo kita berangkat."
"He he he"
"Jangan mulai lagi, ini masih pagi."
"Hanya cium, tidak lebih."
"Ciuman mu seperti poison Ivy, terlalu mematikan."
"Ayolah, suami ku..."
"Kapan saya menjadi suami mu?"
"Mulai hari ini..."
"Jangan main main, ayo cepat pakai baju mu."
"Suami ku... Aku mencintai mu..."
"Kristin.. mmmm"
__ADS_1