
Pria bertopeng itu sepertinya tidak berniat menjawab pertanyaan saya dan kembali menyerang dengan sangat cepat.
Serangan bertubi tubi yg dia luncurkan membuat saya hanya bisa bertahan secara pasif.
Pria itu terlihat seperti bayangan berpindah pindah tempat di sekitar saya sambil melancarkan serangan fatal.
Jika bukan karena skill intuisi, tubuh saya mungkin sudah menjadi sarang lebah saat itu.
"Heh... Ternyata kamu tidak memiliki pengalaman bertarung sama sekali." Ejekan pria itu membuat saya sadar akan kelemahan besar pada diri saya, tapi bukan berarti saya akan menyerah karena hal seperti itu.
Segera saya memasukan semua poin atribut gratis yg saya kumpulkan selama ini ke poin agiliti.
Segera stat Agi menjadi 35 poin dan poin atribut gratis menjadi 0.
Dari 20 poin Agi ke 30 poin membutuhkan 30 poin atribut gratis, setiap poin stat Agi membutuhkan 3 poin atribut gratis.
Dari 30 poin Agi ke 40 poin Agi, membutuhkan 4 poin atribut gratis untuk setiap poin Agi yg di tingkatkan.
Sedangkan poin atribut gratis yg saya miliki setelah mencapai level 20 adalah 50 poin.
20 poin di dapat dari LV 1-10 dan 30 poin di dapat dari LV 10-20.
Setelah poin di terapkan dan tambahan dari efek skill pasif transenden body, kecepatan gerak dan serangan saya meningkat pesat.
"Blassing" ilusi sayap malaikat muncul di belakang punggung saya untuk sesaat sebelum menghilang yg secara langsung meningkatkan semua stat poin kecuali luck.
"Parry" seketika saya membatalkan serangan pria bertopeng dengan skill parry yg lengsung membuatnya tertegun untuk sesaat.
Melihat celah terbuka, saya segera memberi tendangan belakang ke arah dadanya yg lengsung membuatnya terpental.
Sebuah benda berkilau dengan pancaran aura biru juga terjatuh dari tubuh pria bertopeng itu.
"Jangan berani menyentuhnya.." teriak pria bertopeng itu saat saya hendak mengambil benda berkilau yg ada di tanah.
Tapi saya tidak peduli dan segera mengambil benda berkilau itu sambil mengeluarkan skill pendukung. "Duple light" dua cahaya berbentuk salib segera muncul dan berputar di sekitar saya untuk bersiap memberi serangan pada pria bertopeng itu.
__ADS_1
"Aku bilang jangan berani mengambilnya." Teriak marah pria bertopeng itu sambil bergegas ke arah saya.
Seperti teleportasi, pria itu sudah tiba di depan saya dengan cepat dan berusaha merebut benda bercahaya yg ada di tangan saya.
Melihat ini saya hanya tersenyum Sinis dan segera mengirim benda itu ke dalam penyimpanan tak terbatas sambil memberi tebasan pedang pada nya.
Keterkejutan terlintas di matanya dan dia dengan cepat menghindar ke samping, tapi sayangnya cahaya salib yg ada di sekitar saya juga bergegas memberi serangan yg langsung membuatnya terpental lebih jauh lagi dengan pakaian yg hancur dan berlumuran darah.
"Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa menggunakan skill Priest tingkat tinggi saat ini? Apa kamu juga orang yg di lahirkan kembali?"
"Jadi kamu orang yg di lahirkan kembali dari masa depan?" Saya tidak bisa membiarkan orang yg mengetahui masa depan tetap hidup, jika tidak dia pasti akan mengacaukan segalanya.
Karena itu saya membulatkan tekat untuk membunuhnya saat ini juga terlepas dari apa resikonya, karena orang seperti ini adalah variabel yg sangat berbahaya.
"...." Pria bertopeng itu sama sekali tidak menjawab saat saya mendekatinya, melihat ini saya segera menebas pedang yg sudah di selimuti oleh energi biru ke arah lengannya.
"Aaacckkkk" teriakan histeris pria itu bergema di parkir bawah tanah.
Melihat tangan kanannya putus, pria bertopeng itu juga mulai panik. "Kamu tidak bisa membunuh ku.. polisi akan menangkap mu..."
"Siapa yg peduli dengan itu.." saya menginjak dada pria itu dengan kaki kanan saya. "Katakan secara singkat apa yg akan terjadi di masa depan atau aku akan membunuh mu."
Tapi hal ini harus tetap di lakukan, jika tidak pria ini akan selalu menjadi kutu melompat untuk ku.
"Kamu tidak akan berani membunuh ku, tangan mu bergetar dan ini pasti pertama kalinya bagi mu bertarung dengan manusia. Kamu bukan dari masa depan, jadi kamu pasti memiliki sesuatu yg membuat mu menjadi kuat. Aku akan.. aaacckkkk" saya dengan cepat menusuk jantungnya dan menebas lehernya untuk mengakhiri hidupnya dengan cepat.
Tidak ada gunanya membuang buang waktu, kuncinya pasti ada pada benda yg saya dapatkan tadi.
Saya segera mengeluarkan benda bercahaya biru itu dari penyimpanan tak terbatas untuk menemukan petunjuk.
[Kunci ruang dan waktu]
[Sebuah kunci yg mengandung rahasia hukum ruang dan waktu.]
"Perubahan rencana, semua ini tidak ada kaitannya dengan kalian. Jadi pergilah sekerang, aku akan menunggu kedatangan polisi disini."
__ADS_1
"Sayang, aku akan ikut bersama mu." Kristin menunjukan wajah penuh kecemasan, tapi saya segera menolaknya. "Kembalilah bersama Cicilia dan Dian ke rumah Cicilia, pak Joko pasti punya solusi. Tidak ada gunanya kalian ada di sini."
"Baiklah, aku percaya pada mu" Kristin mengangguk ringan dan segera membawa cicila dan Dian ke mobilnya.
"Aku akan meminta ayah untuk membantu mu, tenang saja." Tambah Cicilia dan saya hanya memberi anggukan ringan sebagai balasan.
"Bli putu..."
Melihat wajah cemas Dian, saya segera melambaikan tangan dan berkata dengan santai. "Pergi, jangan buat masalah."
"Mm" Dian hanya bisa mengangguk lemah sambil mengikuti Kristin ke mobil.
"Bro.. aku siap menjadi saksi untuk mu." Tegas dogles.
"Jangan merepotkan diri sendiri, sudah ada cctv sebagai saksi mata."
"Terserah dah.."
Melihat semua orang sudah pergi, saya segera muntah di tempat.
Rasanya benar benar tidak nyaman untuk melakukan pembunuhan pertama kalinya.
Melihat mayat dingin pria itu, suasana hati saya semakin tidak menentu dan saya segera melepas topeng yg menutupi wajah pria itu.
"Hendra..." Saya benar benar terkejut mengetahui bahwa dia adalah Hendra.
"Kenapa dia menyerang ku?" Aku mulai mengingat ingat apa yg menyebabkan Hendra sangat ingin membunuh ku.
"Kristin.." ya.. saat di kamar pasien, dia terlihat sangat antusias melihat Kristin. Aku yakin dia seperti itu mungkin karena Kristin memiliki peran besar di masa depan.
"Lalu bagaimana dengan ku? Apa di masa depannya aku bukan siapa siapa? Dia terlihat acuh tak acuh pada ku sebelum dia tahu Kristin bersama ku." Saya mulai mengingat bagaimana saya mendapat job super novice.
Di katakan saya mengalami kelahiran kembali, tapi kenapa saya tidak ingat apa apa tentang masa depan, apa saya kelahiran kembali dari dunia yg berbeda.
Terlalu rumit untuk di pikirkan saat ini, jadi saya segera mengalihkan perhatian saya pada kunci ruang dan waktu di tangan saya.
__ADS_1
Biasanya benda benda tingkat tinggi seperti ini membutuhkan tanda tangan energi kita sendiri atau darah kita untuk membuatnya berfungsi.
Jadi saya mencoba mengalirkan energi spiritual ke dalam kunci ruang dan waktu untuk melihat reaksi apa yg akan terjadi.