
Sudut pandang Kristin
Saat ini saya hanya bisa tertunduk lesu di depan semua pemimpin perusahaan.
Tadi malam karena kemunculan sistem aneh yg tiba tiba, perusahaan melakukan audit besar besaran untuk melakukan perencanaan ulang proyek yg akan di jalankan.
Dalam audit itu, beberapa dana proyek pembangunan properti di daerah Nusa dua yg saya gelapkan akhirnya terbongkar.
Total lebih dari 5 miliar dana yg saya gelapkan kini harus saya pertanggung jawabkan.
"Kamu sudah banyak berkontribusi pada perusahaan saya, jadi saya tidak akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Tapi saya ingin kamu menyerahkan semua properti mu dan kekayaan mu sebagai gantinya. Serta kamu saya keluarkan dari perusahaan ini tanpa uang pesangon sepersen pun. Bagaimana menurut mu? Ini adalah keputusan terbaik yg bisa saya berikan."
Mendengar perkataan direktur utama, saya hanya bisa mengangguk lemah. "Saya setuju."
"Bagus.. silahkan tanda tangani surat pernyataan ini dan segera tim perusahaan akan mulai menyita semua properti mu."
"Apa penyitaan tidak bisa menunggu sampai besok?"
"Itu tidak bisa di lakukan, kamu tahu sendiri perusahaan saat ini dalam situasi yg sangat genting. Kami perlu mengumpulakan semua modal kami untuk melakukan perencaan ulang proyek proyek yg akan kami jalankan."
Saya hanya bisa terdiam mendengar kata kata direktur utama dan dengan berat hati menandatangani surat pernyataan yg ada di depan meja.
***
Sudut pandang Harry.
Saya menatap ayu yg menangis di sisi saya dengan tatapan rumit.
Awalnya saya mencoba merayunya karena saya sedikit iri dengan Wisnu yg bisa mendapatkan wanita secantik ayu.
Walapun saya sebenarnya sudah memiliki Kristin yg bahkan jauh lebih cantik, tapi umur kami terpaut jauh dan saya sebenarnya hanya memanfaatkannya untuk mendapatkan uang.
Tapi jika harus memilih, saya lebih baik memilih Kristin dari pada ayu karena bersama Kristin saya bisa hidup lebih nyaman.
Awalnya saya iseng menawarinya uang sebesar 1jt jika dia mau berpura pura menjadi pacar saya selama satu hari.
Tapi ternyata dia setuju dengan syarat uang di bayar dulu, semua biaya kencan di bayar oleh saya, tidak ada hubungan badan dan hanya boleh sebatas ciuman ringan di bibir.
Awalnya saya sedikit ragu kenapa ayu begitu cepat setuju, jadi saya menanyakan alasannya.
Jika dia adalah wanita murahan, aku harus segera memberitahu Wisnu agar dia tidak terlalu terlena dengan ayu.
__ADS_1
Tapi alasan ayu membuat saya tidak bisa berkata kata.
Dia saat ini memang membutuhkan uang untuk biaya upacara yg harus keluarganya sumbangkan pada keluarga besar.
Saya paham dengan semua itu, karena keluarga saya juga harus melakukan hal seperti itu jika ada upacara upacara keluarga besar yg membutuhkan banyak uang.
Jika kita tidak membayar maka keluarga kita akan di kucilkan oleh keluarga saudara yg lainnya.
Tapi saya tidak menyangka hal seperti ini akan berujung masalah yg lebih besar.
Saya tahu seberapa besar cinta ayu pada Wisnu dari cara dia bercerita tentang Wisnu sepanjang kencan palsu kami.
Saya juga sedikit bersalah karena semua ini, seharusnya saya cukup memberinya uang dan tidak melakukan kencan palsu kemarin.
Saya juga memiliki firasat hal hal tidak akan sesederhana itu sejak adanya sistem yg tiba tiba muncul tadi malam.
Kristin juga belum menghubungi saya sejak kemari, bisanya dia selalu menelpon saya jika dia sudah pulang kerja.
Anehnya sejak tadi pagi panggilan saya selalu di alihkan olehnya.
Hal ini semakin menambah rasa tidak nyaman di hati saya, jadi saya harus segera menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.
"Jangan menangis lagi, aku akan menjelaskan semuanya pada Wisnu saat pulang sekolah nanti."
"Tenanglah, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan semua nya pada Wisnu."
***
Kembali ke sudut pandang Wisnu.
Jam pertama adalah metematika dan saya dapat dengan mudah mencerna semua yg di jelaskan oleh guru di depan kelas.
Mungkin ini adalah efek dari stat int yg sudah mencapai 20 poin.
Saya bahkan bisa menjabarkan berbagai rumus turunan dari rumus dasar yg di jelaskan oleh guru.
Saya tidak tahu bagaimana jika stat int saya mencapai 50, apakah saya akan menjadi orang terpintar di dunia.
Tapi segera bayangan albert eanstin membuat saya menyimpan kembali pikiran menjadi orang terpintar di dunia.
Waktu berlalu dan bel istirahat pun segera berbunyi, tapi pengumuman untuk berkumpul di lapangan tiba tiba terdengar dari speaker kelas.
__ADS_1
Segera saya mengikuti teman teman yg lain untuk pergi ke lapangan sekolah.
"Pasti masalah pengumuman malaikat tadi malam." Kata Cicilia yg berjalan di sisi saya.
"Yang pasti bukan membahas benda itu asli atau palsu." Saya kembali melirik dada Cicilia yg membuatnya kembali mengerang kesal.
"Brengsek..." Cicilia langsung menaiki punggung saya sambil berusaha mencekik leher saya.
"Hentikan cicil..." Saya berusaha melepaskan tangannya, tapi cicil semakin mengencangkan kaitan tangannya.
Kedua kakinya juga melilit pinggang saya dengan erat seperti koala yg tidak bisa lepas.
"Berani kamu berkata seperti itu lagi..."
"Tidak tidak... Saya hanya bercanda.."
Pertengkaran kami segera menarik perhatian murid lain yg sedang berjalan ke lapangan termasuk ayu dan Harry.
"Kalian berdua... Sekolah bukan tempat untuk pacaran." Teriak salah satu guru yg juga sedang menuju ke lapangan.
Mendengar itu cicilia segera melepas pelukannya dan mendorong saya menjauh sambil berkata dengan kesal. "Siapa juga yg mau dengan pria butut seperti dia."
Saya segera merapikan pakaiannya saya sambil berkata dengan santai. "Setidaknya itu asli, tapi bagaimana dengan yg itu?" Saya menunjuk dada cicil yg langsung membuat semua murid tertawa terbahak bahak.
Wajah cicil langsung memerah karena marah. "Brengsek kamu Wisnu..."
Tentu saja saya tidak mau menerima amarah cicilia dan segera berlari ke lapangan untuk menjauh darinya.
Di lapangan, saya berbaris paling belakang karena tinggi badan saya.
"Kalian semua pasti mendapatkan pesan tadi malam." Suara kepala sekolah mulai terdengar dan semua murid secara serempak menjawab.
"Hal ini berefek pada banyak faktor dan bahkan ke ranah pendidikan."
"Pemerintah sedang mendiskusikan masalah ini dan rencana sementara adalah setiap sekolah di wajibkan memberi pendidikan pertahanan diri."
"Untuk itu sekolah akan libur selama 2 hari untuk mempersiapkan mata pelajaran baru dan sistem kurikulum yg lebih relevan untuk situasi mendatang."
"Yeeee" semua murid langsung bersorak riang mendengar kata kata libur dua hari, tapi mereka tidak tahu pendidikan perahan diri adalah sesuatu yg mungkin akan membuat mereka menangis.
"Kalian jangan senang dulu, kita semua tidak tahu hal seperti apa yg akan terjadi di masa depan. Banyak ahli spiritual berpendapat bahwa kiamat akan segera terjadi, ada juga yg berpendapat bahwa sistem politik dunia akan segera runtuh dan di gantikan dengan sistem kerajaan seperti jaman dulu. Tapi itu semua hanya dugaan belaka, yg terpenting bagi kita adalah bagaimana melewati situasi sulit di masa depan dengan selamat. Karena menurut pesan tadi malam, binatang dan tumbuhan kemungkinan besar akan berubah jadi monster. Kita tidak tahu monster seperti apa yg akan muncul di kemudian hari, jadi mari kita selalu waspada dan leporkan jika kalian semua melihat tanda tanda kemunculan monster."
__ADS_1
Ceramah kembali berlanjut dengan kata kata indah untuk meningkatkan moral para prajurit alay yg berbaris di lapangan.
Setelah 30 menit berjemur di bawah terik matahari, kepala sekolah akhirnya mengijinkan semua siswa dan siswi untuk mengemasi tas mereka dan segera pergi dari sekolah karena para guru akan mengadakan rapat penting.