
"ehem..." saya memberi batuk ringan sebelum mengubah. "mari kita fokus pada informasi yg saya berikan tadi. Mengenai tas dimensi, kita bisa membicarakannya di lain waktu"
"Ayah... Dia pria yg memperkosa ku saat masih kecil!!" tapi teriakan cicilia membuat suasana ruangan berubah total.
Mata penghakiman segera di tujukan ke arah saya.
Tentu saja saya tidak tinggal diam dan segera membantah. "jangan memfitnah orang sembarangan!!"
Cicilia bangkit dari tempat duduknya dan bergegas ke arah saya. "jadi kamu ingin lari dari tanggung jawab? Kamu pria biadab, tidak pernah menepati kata kata mu. Bertahun tahun aku menunggu, jadi ini balasanmu? Pura pura lupa semua yg terjadi antara kita?"
"oi oi oi, kamu terlalu banyak menonton drama korea."
"kamu yg terlalu banyak nonton anime isekai, sok sok misterius dan pergi begitu saja tanpa kabar. Kamu pencuri yg tidak bertanggung jawab." cicilia menarik kerah saya dan menatap saya dengan ganas.
"Tenang cicilia, bukankah aku hanya memberikan obat untuk menyembuhkan penyakitmu saat itu."
"jadi kamu masih ingat nama ku?"
"tentu saja"
"maka tepati janji mu?"
"apa lagi ini?"
"cih... Kamu benar benar keras kepala." cicilia mengekuarkan sebuah kotak kecil dari kantong dimensinya.
Saat membuka kotak itu, ada dua buah cincin emas di dalamnya.
"pakaikan pada ku" bentak cicilia.
"Tunggu dulu.." saya berusaha menghentikan cicilia.
__ADS_1
"kamu ingin lari lagi?" cicilia semakin marah.
"Tenang... Aku punya yg lebih baik" saya mengeluarkan sebuah kotak kecil yg berisi dua cincin yg lebih indah dengan pola rune indah yg samar samar terlihat.
Mata cicilia tiba tiba berbinar dan saya perlahan memasukan salah satu cincin ke jari manisnya.
Tentu saja cicilian dengan expresi yg penuh semangat memasukan cincin satunya lagi ke jari manis saya.
"Cincin ini memiliki ikatan yg sangat kuat, di mana pun aku berada kamu bisa berteleportasi ke lokasi ku, begitu juga sebaliknya. Apa kamu puas sekarang?"
"he he he.... aku terlalu bersemangat saat melihat mu." cicilia memeluk erat pinggang saya.
"kamu memojokan ku" saya berkata dengan sedikit keluhan.
"cium..." cicilia memajmakan matanya dan saya segera mencium bibirnya dengan lembut.
"apa kalian sama sekali tidak menganggap ku?" geram pak joko, tapi cicilia segera membalas. "Ayah, dia adalah calon menantu mu."
"kapan ayah setuju?"
"apa maksud mu?" pak joko menjadi penasaran.
"dialah yg menyembuhkan ku saat berada di rumah sakit, ayah pasti masih ingat saat itu."
"cicilia, kamu bilang dia pernah memperkosa mu?" tanya hendra yg tiba tiba.
"apa hanya asal bicara." jawab cicilia dengan santai.
"bagiamana dengan ku?"
"ada apa dengan mu?" cicilia terlihat bingung mendengar pertanyaan hendra.
__ADS_1
"bukankah hubungan kita sudah dekat?" hendra merasa kecewa karena usahanya selama ini sia sia.
"kita hanya rekan satu tim dan bukankah kamu sering ke tenda ayu di malam hari?"
"itu... Aku bisa jelaskan, semua tidak seperti yg kamu pikirkan." hendra sedikit panik, tapi cicilia kembali berkata dengan acuh tak acuh. "aku tidak peduli apa yg kamu lakukan, hanya lain kali kecilkan suara kalian saat melakukannya."
"eeehhh" ayu menutup wajahnya yg tiba tiba memerah.
"....." hendra langsung membatu karena tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"aku yakin bukan cuma hendra saja yg masuk ke tenda ayu, apa aku benar cicilia?" kata ku pada cicilia dengan nada bercanda.
"he he he... Herry juga sesekali masuk ke tenda ayu dan ******* ayu sedikit lebih kasar."
"harry..." tiba tiba terikan marah kristin bergema di ruangan.
"dengarkan dulu... Ini pasti salah paham... Tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu dengan wanita seperti ayu.." jelas herry untuk menenangkan kristin.
Tapi ayu tiba tiba bangkit dari tempat duduknya dan segera menatap herry dengan mata yg sudah memerah. "dasar penipu..."
lalu dia berlari keluar ruangan sambil menghapus air matanya yg sudah berceceran.
"kita putus..." bentak kristin pada herry dan ikut menyusul ayu keluar ruangan.
"he he he..." saya hanya tertawa jahat melihat kristin yg melewati kami, tapi saya segera menutup mulut ketika kristin memberi tatapan tajam pada saya.
"herry apa maksud mu dengan semua ini?" hendra bertanya pada herry dengan wajah yg di penuhi oleh amarah.
"apa kamu punya masalah tentang itu, akulah yg mendapatkan keperawanan ayu sebelum kamu tiba." balas herry dengan nada sombong.
"ayo kita bertarung" balas hendra.
__ADS_1
"apa menurutmu aku takut." tegas herry dan mereka berdua segera keluar dari ruangan.
"kalian pasangan yg serasi, sama sama pembuat onar. Pokoknya jempol bos ku" doglas memberi kedua jempolnya dan kami hanya tertawa melihat tingkah dougles.