
Pandangan saya tiba tiba berubah, langit langit putih tiba tiba memenuhi visi saya.
Merasakan kasur yg empuk, saya mangangkat kedua tangan saya dan melihat salah satu tangan saya terhubung dengan selang bening.
Menelusuri selang tersebut, saya melihat kantong infus dengan lebel merah.
Saya ada di rumah sakit, itulah pikiran yg terlintas setelah mengamati situasi saat ini.
Melihat sekeliling ruangan, saya merasa suasana familiar. Ini adalah ruang VIP saat saya terkena penyakit tifus sebelum masuk SMP.
Memeriksa kondisi fisik, saya menjadi yakin bahwa dugaan saya benar dan saya segera memeriksa jendela status, berharap bahwa jendela status juga masih bisa di gunakan.
[Apa kamu akan menerapkan jendela status]
[Ya / tidak]
Saya segara menekan ya dan seketika tubuh saya menjadi kesemutan, aliran arus hangat mulai berputar di seluruh tubuh dan saya merasa tinggi badan saya sedikit meningkat.
Hanya dalam beberapa detik, proses menerapkan jendela status perlahan menghilang dan jendela status segera muncul di depan mata saya.
Semua stat kembali ke angka 10 dan poin atribut gratis menjadi 150.
Skill poin juga di reset menjadi 12 poin dan semua skill yg sudah saya tinggkatkan kembali ke keadaan belum di pelajari kecuali skill yg saya dapat saat pertama mendapatkan sistem.
Tapi yg mengejutkan saya adalah skill penyimpanan tak terbatas yg awalnya level 1 menjadi level 2.
Waktu analisis data berkurang menjadi 1 jam dan semua waktu duplikasi item serta konsumsi sp berkurang menjadi setengahnya.
Item yg sudah di analisis akan secara otomatis melakukan duplikasi tanpa perlu mengeluarkan item tersebut.
Selain itu saya juga mendapat tambahan 3 skill baru.
[Warp portal]
[Menggunakan energi spiritual untuk membuka gerbang portal menuju kordinat yg sudah di simpan atau tandai.
Cast time: 20dtk
Cooldown: 24 jam
Sp cost : 100 ]
[Clock up]
[Mempercepat waktu pada diri sendiri yg mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh, kecepatan berpikir, kecepatan gerak, pemulihan fisik dan energi.
2x \= 10sp/dtk, 3x \= 20sp/dtk, 4x \= 30sp/dtk, 5x \= 40sp/dtk.]
[Rewind time]
[Menggunakan energi waktu yg di kumpulkan untuk memundurkan waktu kembali ke masa lalu.
__ADS_1
Hal hal tertentu yg sudah di musnahkan tidak akan pulih saat mengunakan skill ini.
Time poin : 0]
Saya merenung sebentar sebelum membuka bar penyimpanan tak terbatas.
Benar saja, semua item yg sudah saya simpan masih tetap ada di sana dan juga sudah dalam proses duplikasi.
Lalu saya membuka peti hadiah amesty yg sudah siap untuk di buka.
[Elixir potion]
[Ramuan ajaib yg dapat menyembuhkan segala jenis penyakit dan memulihkan kondisi fisik seseorang selama masih memiliki nafas yg tersisa.]
[Fruit of int]
[Buah berbentuk Cherry yg mampu meningkatkan int sebanyak 1 poin.]
[Random jus box]
[Kotak ajaib yg dapat mengeluarkan berbagai jenis jus dengan efek khusus secara acak]
[Random food box]
[Kotak ajaib yg dapat mengeluarkan berbagai jenis makanan dengan efek khusus secara acak]
Saya segera memasukan semua item ini ke dalam penyimpanan tak terbatas untuk di analisis.
Lalu saya mencabut selang infuse dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Wajah yg imut dan kekanak Kanakan membuat saya merasa nostalgia masa masa SMP dulu, tapi sayangnya saya akan mengambil jalan yg berbeda saat ini.
"Adik kecil, kenapa kamu mencabut infusmu?" Tanya perawat yg sudah menunggu di ruangan saat saya keluar dari kamar mandi.
"Saya sudah sembuh, jika tidak percaya kakak perawat bisa mengeceknya." Saya mengulurkan tangan yg mengisyaratkan agar perawat mengambil darah saya untuk melakukan cek lab.
"Tunggu sebentar, kakak akan mengambil jarum suntik dulu."
"Saya punya satu kak..." Saya berkata dengan nada menggoda.
"Terlalu kecil" balas perawat dengan nada bercanda.
"Mungkin punya kakak terlalu besar" seketika perawat itu langsung memelototi saya dan saya hanya tertawa kecil sebagai balasan yg membuatnya segera keluar dengan raut wajah kesal.
Setelah beberapa menit, perawat itu kembali lagi dengan beberapa alat di tangannya.
"Ayo ulurkan tangan mu adik nakal"
Saya segera mengulurkan tangan saya dan dia segera mengambil darah saya untuk melakukan cek lab.
Lalu dia mulai memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah saya.
__ADS_1
"Ada gadis seumuran mu yg menderita penyakit mematikan di kamar sebelah, kamu harus lebih bersyukur dan menjaga kesehatan mu baik baik. Jaga pola makan dan juga jangan terlalu kelelahan."
Saya berpikir sejenak dan memiliki sedikit tebakan di hati saya. Jika benar maka, itu benar benar suatu kebetulan yg luar biasa. "Apa namanya Cicilia?"
Perawat itu sedikit terkejut sebelum mengangguk ringan. "apa dia teman mu?"
"Mau tahu... Cium pipi dulu." Saya tersenyum main main dan perawat itu memberi senyum sinis pada saya. "Kakak tidak akan tertipu."
"He he he... Kakak benar benar berpengalaman, pantas saja benda kecil ini tidak ada artinya untuk kakak."
"Tentu saja..." Balas perawat itu dengan nada bangga, tapi segera dia terdiam dan kembali memelototi saya dengan raut wajah kesal. "Kamu belum cukup umur untuk membicarakan masalah seperti itu."
"He he he.." saya hanya tertawa kecil sebagai balasan.
Setelah selesai, perawat itu segera merapikan perlatannya dan bergegas keluar dari ruangan. "Kakak, vibrator jatuh.."
"Tidak mungkin.." perawat itu dengan panik memeriksa selangkangannya sebelum menyadari bahwa dia sedang tertipu.
"Ha ha ha ha ha" saya hanya bisa tertawa terbahak bahak di tempat tidur sambil sesekali melihat wajah kesal perawat itu.
"Lihat saja, kakak akan laporkan pada orang tua mu."
Siapa yg peduli tentang itu, laporkan saja sesuka hati mu. Ini hanya candaan anak anak, paling paling itu hanya peringatan saja.
Melihat perawat itu pergi, saya diam diam pergi ke kamar yg di katakan oleh perawat itu untuk memastikan segalanya.
Seperti kata perawat, kamar Cicilia berada tepat di sebelah kanan kamar ku.
Saat masuk ke dalam, saya melihat Cicilia sedang bersandar di tempat tidur sambil menatap ke luar jendela.
Merasakan kehadiran saya, Cicilia menoleh dengan expresi datar.
Saya perlahan mendekat ke arahnya. "Apa kamu sudah lebih baik?"
"Saat saya bangun satu jam yg lalu, tubuh saya terasa ringan. Seperti sesuatu yg berat sudah terangkat dari tubuh saya."
Saya mengangguk. "Itu pasti karena perjanjian iblis di dalam tubuhmu sudah hilang." Lalu saya berpura pura merogoh saku celana saya untuk mengeluarkan elixer potion dari penyimpanan tak terbatas. "Ini dapat menyembuhkan penyakit mu, minumlah segera."
"Apa ini?" Cicilia menerima botol elixer dengan tatapan bingung.
"Elixer potion, obat segala penyakit. Percaya saja pada ku dan minum obat itu."
"Baiklah.." Cicilia membuka tutup botol elixer dan segera meminumnya tanpa ragu ragu.
Melihat botol potion segera di kosongkan oleh Cicilia, hati saya merasa lega dan segera menyerahkan novice poket dimensi yg berisi beberapa pack health potion, mana potion dan antidot potion serta mystic old book.
"Simpan, saat waktunya tiba kamu pasti membutuhkannya dan tolong rahasikan ini dari siapa pun, terutama ayah mu." Saya meremas tangan Cicilia yg sudah terlihat penuh dengan vitalitas sambil tersenyum bahagia.
"Siapa nama mu? Bisakah kita bertemu lagi?" Tapi pertanyaan Cicilia membuat saya merasa agak sedih karena saya memutuskan mengambil jalan baru, maka kemungkinan besar saya tidak akan bertemu lagi dengannya untuk waktu yg lama.
"Nama ku Wisnu, aku tahu nama mu Cicilia. Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu, ada beberapa hal yg harus aku lakukan. Jika bisa kamu harus fokus berlatih teknik bertarung dan jadi wanita yg kuat."
__ADS_1
"Ya... Aku akan menantikan saat itu tiba, tapi kenapa kamu memberikan semua ini pada ku?"
"Tidak ada alasan, hanya iseng. Sampai jumpa.." saya segera keluar dari kamar Cicilia dan bergegas keluar dari rumah sakit secara diam diam.