
Rumah ayu ada di kota denpasar, lebih tepatnya di desa pedungan 20 menit ke Utara dari sekolah kami.
Seperti ajakan awal, saya membawa ayu ke warung steak untuk makan bersama yg terletak di dekat rumahnya.
"Wisnu.. apa kita bisa tetap seperti biasanya bahkan jika kita hanya berteman?" Ayu memegang tangan saya sambil memberi tatapan melankolis.
"Tapi mungkin saya tidak akan bisa menjemput mu lagi, kedepannya saya mungkin akan sibuk."
"Apa yg kamu sibukkan?"
"Ayu.. hal hal akan berubah di masa depan, kehidupan nyaman kita mungkin akan segera berakhir dan kita harus berjuang keras untuk bertahan hidup." Saya perlahan meremas tangan ayu dan memberinya tatapan serius. "Jalan kita masih panjang, masa depan tidak pasti. Mari kita jalani saja selangkah demi selangkah, aku berjanji bahwa selama 6 bulan ini saya tidak akan berpacaran dengan wanita mana pun."
"Ayu hanya mencintai mu... Ayu hanya akan menjadi milik mu..."
"Maaf ayu.. saya pria pengecut, saya tidak ingin merasakan rasa sakit itu lagi. Jadi biarkan waktu menyembuhkan luka ku dulu sebelum kamu mengatakan kata cinta lagi."
"Apa yg bisa ayu lakukan untuk membuat mu percaya?"
"Entahlah... Kamu adalah cinta pertama ku dan aku tidak memiliki pengalaman lain tentang cinta."
"Malam Minggu ini, apa kamu ada waktu?"
"Ini hari Senin, malam Minggu masih jauh. Mari kita lihat nanti saja."
"Huh... Sok sibuk." Ayu mengembungkan pipinya sambil berpura pura marah yg terlihat sangat imut.
"Dari mana kamu belajar sok imut?" Saya menusuk pipinya yg sedang mengembung dan dia segera meniupkan udara dari mulutnya seperti balon yg kempes.
Saya hanya bisa tertawa melihat tingkah lucu ayu dan dia segera menampar tangan saya dengan kesal.
"Giliran.."
"He he he he.. bermimpi lah.."
"Cepat giliran..."
"Meh..."
Ayu memberi tatapan kesal dan bergegas duduk di pangkuan saya sambil memegang pipi saya dengan kedua tangannya. "Jangan main main, ini tempat umum."
"Bodo.." ayu tanpa basa basi mencium bibir saya, lalu meniupkan udara ke dalam mulut saya yg membuat pipi saya mulai mengembung.
Lalu dia dengan sengaja menusuk pipi saya agar udara di mulut saya keluar.
Tapi saya tidak mau kalah dan langsung meniup udara di mulut saya ke wajahnya.
"Ueeekkk nafas naga.."
"Pindah tempat atau kamu ingin nafas naga yg lebih kuat." Tapi ayu tidak mau kalah dan akhirnya kami berdua berakhir dengan saling menembak nafas naga.
__ADS_1
Untungnya tidak terlalu banyak pelanggan yg datang ke warung steak.
*
Setelah selesai makan, kami segera berpisah di tempat itu karena kami mengendarai motor masing masing.
Ayu kembali ke rumahnya dan saya pergi menuju toko mas untuk membeli emas murni dengan berat 1 gram yg berada di kisaran harga 2jt.
Setelah mendapatkan emas, saya segera memasukannya ke penyimpanan tak terbatas.
Dari kota Denpasar, saya mengambil jalan ke arah taman kota Renon menuju ke arah sanur.
Mengendarai skuter dengan kecapatan lambat sambil melihat lihat orang orang yg beraktivitas di taman.
Tapi saya segera menghentikan skuter saya saat melihat seorang wanita cantik yg duduk di taman dengan expresi termenung.
"Oooiiiii ATM berjalan..." Saya melambaikan tangan saya pada Kristin yg langsung menarik perhatian semua orang.
Kristin yg mendengar panggilan saya juga bergegas ke mendekati saya dengan expresi sedih.
Saya tidak merasa ada yg salah dan segera bertanya. "Ada apa, kenapa begitu sedih? Apa kamu masih memikirkan masalah kemarin?"
Tapi Kristin tanpa basa basi langsung memeluk saya dengan erat dan Isak tangis tiba tiba terdengar dari nya.
Merasakan kesedihan dari Kristin, saya dengan lembut membelai punggungnya tanpa peduli orang orang yg memperhatikan kami dengan expresi penasaran.
Kristin terdiam sejenak sebelum duduk di belakang jok motor dan mulai memeluk pinggang saya sambil menyandarkan kepalanya di punggung saya. "Sekarang saya bukan lagi ATM berjalan, semua yg saya miliki sudah hilang, hanya yg ada di tubuh saya yg tersisa."
"Mau jalan jalan dengan saya ke Nusa dua?"
"Baiklah"
Tempat umum tidak baik untuk membicarakan hal hal yg bersifat pribadi, jadi dengan alasan jalan jalan saya ingin mendengar semua cerita dari Kristin.
Benar saja.. di dalam perjalan menuju ke Nusa dua, Kristin menceritakan apa yg terjadi padanya saat ini.
Semua yg dia miliki sudah disita oleh pihak perusahaan, yg dia miliki saat ini hanya pakaian yg melekat padanya dan dompet dengan kartu identitas.
Bahkan hp dan ATM Bank semua di sita oleh perusahaan.
Hanya ada beberapa lembar uang 100rb di dompetnya yg bahkan tidak cukup untuk menyewa tempat tinggal.
Dia bahkan berencana bekerja sebagi wanita bayaran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Saat sampai di Nusa dua, saya membawanya ke wilayah universitas Udyana untuk menemukan rumah kost yg bisa di sewakan.
Banyak tempat kost yg bisa di sewa mingguan di seputaran area kampus ini, jadi saya memilih rumah kost elit dengan fasilitas lengkap yg memiliki harga 1jt perminggu.
Setelah membayar cash pada tuan rumah, saya membawa Kristin ke alpa mart untuk membeli perlengkapan mandi sederhana dan juga beberapa bahan makanan dan minuman sebelum kembali ke rumah kost.
__ADS_1
Kristin hanya mengikuti dengan sabar tanpa mengajukan pertanyaan atau keluhan apapun.
Sampai kami kembali ke kamar kost, saya segera menyerahkan perlengkapan mandi padanya. "Mandilah agar mood mu lebih baik, saya akan membuatkan spagetti untuk mu."
"Mm" Kristin mengangguk dengan patuh dan bergegas ke kamar mandi.
Melihat Kristin masuk ke kamar mandi saya segera membuat spagetti carbonara yg paling simpel.
Rebus pasta hingga al dente, lalu tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum.
Setelah itu masukan pasta yg sudah matang dan tumis bersama, lalu tambahkan susu, garam, merica dan keju parut.
Setelah mendidih, matikan kompor dan masukkan kuning telur lalu aduk rata kembali hingga air susu mengental.
Spagetti matang bertepatan dengan Kristin yg selesai mandi.
"Makan dulu, setelah itu mari kita bicarakan rencana ke depan. Saya juga memiliki beberapa hal yg mungkin membuat mu tetarik." Saya meletakan piring yg berisi spageti di atas meja.
"Baiklah..." Kristin mengangguk dan segera meletakan tangannya di bahu saya dan mendorong saya agar duduk di sofa.
"Apa yg kamu lakukan?" Tanya saya dengan bingung.
"Makan." Jawaban yg bahkan membuat saya semakin bingung sampai saya melihat Kristin membuka handuknya dan segera naik ke atas tubuh saya lalu mencium saya dengan agresif.
Permainan lidahnya membuat saya sadar apa yg dia maksud dengan makan.
Situasi menjadi mendebarkan dan saya bukan orang yg berpikiran seperti biksu tong yg mengambil kitab suci kebarat, membuat situasi menjadi semakin extrim.
Hingga akhirnya Kristin membimbing rudal berkekuatan jutaan tnt yg saya miliki ke arah lubang misterius yg di duga menjadi sarang *******.
"Mmmm aaahhhh" ******* Kristin bergema di ruangan, lalu dia dengan liar mulai menggerkaan pinggulnya naik turun sambil sesekali memutarnya ke kiri dan ke kanan.
Saya hanya bisa pasrah menerima semua itu, karena ini benar benar pertama kalinya bagi saya.
"Wisnu... Makanan mu sangat enak... Kristin ingin memakannya setiap hari..." Suara menggoda Kristin tiba tiba membangkitkan susuatu yg sudah lama terpendam di dalam diri saya.
Entah kenapa tubuh saya seakan mulai bergarak dengan sendirinya dan mulai menggerakan punggul saya mengikuti irama Kristin.
"Mmmm.... Benar benar enak.... Hah hah hah hah... Kristin tidak tahan... Mmm."
"Kristin... Saya akan keluar... Ayo cepat pindah... Kamu bisa hamil..."
"Tidak mau... Kristin ingin di dalam... Kristin juga ingin keluar bersama..." Kristin menjadi semakin liar dan pikiran saya juga sudah tidak bisa di ke dalikan lagi.
Semua terjadi terlalu tiba tiba dan hal ini juga sangat nikmat yg sangat susah untuk di tolak.
Setelah beberapa saat, kami berdua keluar secara bersamaan.
Tapi saya tahu bahwa itu hanya permulaan karena permainan yg lebih ganas akan segera di mulai setelah ini.
__ADS_1