
Saya tersenyum jahat saat melihat bentuk tubuh saya di depan kaca setelah selesai mandi.
Otot otot yg kekar, bentuk kotak kotak di bagian perut, wajah yg terlihat lebih tampan dan yg paling penting adalah belalai gajah yg menggelantung di bagian ************ saya.
'he he he..' saya sedikit tertawa jahat saat membayangkan apa yg akan terjadi pada wanita sial yg akan menerima tikaman balai gajah saya, tapi pikiran itu hanya terlintas sesaat sebelum di ganti dengan perasaan tidak nyaman karena teringat tentang ayu.
"Sudahlah... Mari kita lalui hari hari seperti saat belum bertemu dengannya. Suatu hari aku percaya akan bisa menemukan wanita yg lebih baik darinya."
Setelah memberi sugesti positif pada diri sendiri, saya segera melemparkan tubuh saya ke atas tempat tidur untuk mulai beristirahat.
"Wisnu..."
"Sial.." kutuk saya saat mendengar teriakan bapak saya sebelum menjawab. "Apa lagi pak..?"
"Besok ada upacara besar di kuil desa di kampung, katanya dewa dalem ped akan turun untuk mengubah sistem malaikat menjadi sistem dewa. Kamu wajib datang setelah pulang sekolah besok, acara di lakukan di sore hari."
"Ya......" Saya menjawab setuju untuk menyenangkan hatinya karena saya terlalu malas untuk berdebat dengan bapak saya.
Tentu saja saya tidak akan datang karena saya memiliki rencana yg lebih penting sepulang sekolah besok.
***
Pagi berikutnya, saya tiba di sekolah dengan skuter butut seperti biasanya. Hanya saja kali ini jok belakang kosong tanpa ada penumpang dan tidak ada pelukan mesra yg mendebarkan hati lagi.
"Dimana ayu, biasanya kamu selalu bersamanya seperti perangko?" Tanya salah satu teman sekelas saya yg bernama Ratih yg juga kebetulan tiba di tempat parkir motor bersama sama.
"Sudah bosan."
"Eeehhh" Ratih sedikit terkejut mendengar jawaban saya dan segera mengalihkan pembicaraan sambil berjalan menuju kelas.
"Apa kamu juga mendapat pesan tadi malam?"
Saya mengangguk ringan dan berkata. "Semua orang sepertinya sama."
"Kamu benar, bahkan adik saya yg berumur 8 tahun juga mendapatkan pesan itu. Menurutmu apa kira kira yg akan terjadi?"
Saya mengangkat bahu sambil berkata. "Entahlah, tapi yg pasti kita harus segera meningkatkan Level kita untuk bisa bertahan hidup di masa depan."
"Bagaimana caranya?"
__ADS_1
"Bunuh monster."
"Bah... Sok bisa membunuh monster." Suara douglas yg merupakan salah satu preman di kelas saya tiba tiba terdengar dari belakang.
"Siapa tahu ada monster jenis slime." Mendengar jawaban saya, douglas mengaitkan lengannya di leher saya sambil berkata. "Bagaimana jika kita sekelas membentuk party untuk berburu slime jika benar benar ada?"
"Saya angkat tangan, lebih baik tinggal di rumah dari pada harus ikut membunuh monster dengan kalian."
"Pengecut.."
'he he he he..."
Kami bertiga berbicara mengenai sistem dan kemungkinan yg akan terjadi sambil berjalan dengan santai menuju kelas kami.
Tapi saat mendekati kelas, kami melihat teman teman sekelas yg lain dan juga kelas 3 Ips 2 berkumpul bersama di depan kelas kami.
Di antara mereka terlihat salah satu teman sekelas kami yg bernama Cicilia sedang bertengkar dengan ayu permata.
"Sudah kubilang kamu salah paham, aku hanya minta batuan Harry untuk mengantar ku membeli sesatu karena Wisnu pasti tidak tahu apa yg aku cari di mal 24."
"Apa menurut mu kami bodoh, aku, Ratih, Novia dan lestari melihat kalian saling bergandengan tangan dengan mesra."
Saya tidak tahu kenapa Cicilia dengan sengaja membongkar kedok ayu, apa ini yg di sebut ikatan persahabatan teman sekelas.
Tapi semua ini tidak boleh di biarkan atau guru BK akan turun tangan dan buntut buntutnya saya juga akan di panggil.
Sangat memalukan bertengkar di sekolah hanya karena masalah cinta, jadi saya segera masuk untuk menengahi mereka.
"Masalah apa ini, kenapa kamu membentak ayu?" Tanya ku pada cicila untuk membuat alasan masuk dalam percakapan.
"Wisnu.. pacar mu selingkuh.. kami melihatnya berduaan dengan Harry di mal 24."
Tapi saat itu ayu segera memeluk lengan saya dan berkata dengan nada yg sedikit memelas. "Wisnu percayalah, itu semua fitnah. Aku bisa menjelaskan semuanya."
Saya mengangguk dan perlahan melepaskan tangan saya dari pelukannya yg membuat ayu sedikit bingung. "Hal itu tidak penting lagi bagi saya, karena mulai sekarang kita hanya berteman biasa saja. Jadi terserah kamu mau berduaan dengan siapa, itu tidak ada lagi hubungannya dengan saya."
Semua teman sekelas saya sedikit terkejut mendengar jawaban yg saya keluarkan.
Bahkan cicilia menatap saya dengan expresi bersemangat.
__ADS_1
Tapi saya dalam hati hanya bisa mendesah tak berdaya.
Saat itu saya juga melihat expresi rumit yg di tunjukan oleh ayu sambil perlahan dia membuka mulutnya. "Kenapa? Apa kamu percaya kata katanya?"
Saya menggelengkan kepala saya. "Aku tidak percaya pada cicil."
"Lalu kenapa? Apa cinta mu itu hanya tipuan? Apa kamu sudah bosan dengan ku? Apa kamu sudah punya yg lain?"
"Tidak juga dan sejujurnya saya masih mencintai mu"
"Lalu kenapa?" Ayu menarik kemeja putih saya sambil berkata dengan nada tinggi, tapi saya segera menghalangi tangannya dan berkata. "Karena aku melihatnya sendiri."
"...." Ayu langsung terdiam.
"Kebetulan kemarin saya memiliki uang lebih dan ingin mengajak mu jalan jalan, karena ingin membuat kejutan saya sengaja tidak menghubungi mu terlebih dahulu. Tapi saat sampai di depan rumah mu, saya melihat kamu naik ke motor Harry sambil memeluknya dengan erat."
"Wisnu.... Aku bisa jelaskan..." Ayu berkata dengan nada penuh penyesalan, tapi saya kembali berkata. "Lalu bagaimana kamu menjelaskan ciuman mu pada Harry? Kamu bahkan belum pernah mencium saya seperti itu."
Ayu menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan matanya perlahan meneteskan air mata.
Melihat air mata ayu, hati saya juga merasa sedikit sakit dan perlahan saya menghapus air mata di pipinya. "Jangan menangis, aku tidak marah atau membenci mu. Itu mungkin salah ku karena tidak bisa membuat mu bahagia."
"Wisnu... Bisakah kita bicara baik baik, ayo kita cari tempat yg lebih baik untuk berbicara." Ayu menangkap tangan saya sambil berkata dengan nada yg penuh harapan.
"Ini sudah jam masuk, jangan buat keributan lagi. Saya tidak ingin di panggil guru BK." Saya melepaskan tangan saya dari genggaman tangan ayu dan bergegas masuk ke dalam kelas.
"Kamu sangat keren hari ini." Cicilia memeluk lengan saya dengan sikap manja sambil sesekali melirik ayu dengan tatapan sinis.
Saya tahu niat asli Cicilia hanya untuk melindungi temannya, jadi saya tidak terlalu risih dengan sikapnya
Dadanya yg sedikit menonjol juga terasa nyaman saat di gesekan di lengan saya. "Apa itu asli atau bantalan?" Karena penasaran saya bertanya pada Cicilia sambil menatap dadanya yg mengapit lengan saya.
Mendengar itu, Cicilia langsung melepaskan pelukannya dan memberi pukulan ringan di bahu saya sambil berkata dengan kesal. "Sial.. aku sudah susah susah membela mu dan kamu malah menghina ku. Setidaknya ucapkan terima kasih."
Saya hanya bisa mengangkat bahu dan berkata dengan acuh tak acuh. "Aku bertanya karena penasaran, jadi jangan pedulikan."
"Heh.. ternyata kamu pria mesum."
"Ya ya.. katakan sesuka mu."
__ADS_1