
Di malam hari, di kamar kost yg gelap gulita, sepasang ibu dan anak saling berpelukan satu sama lain tanpa mengenakan pakaian apapun.
"Sayang... Ada apa dengan mu hari ini, mata mu sering terlihat kosong sejak pulang sekolah. Apa ada masalah yg terjadi di sekolah?"
Saya membelai pipi Kristin dan perlahan mencium bibirnya untuk sedikit menenangkan hati saya sebelum mengungkapkan apa yg sedang saya pikirkan.
"Saya akan jujur pada mu..." Saya perlahan mulai menceritakan semua yg terjadi antara saya dan Cicilia, saya juga mengungkapkan kecemasan saya padanya.
"Saya merasa Cicilia menyembunyikan sesuatu dari saya dan ada sesuatu di dalam diri saya yg mendorong saya untuk segera menemukan kebenaran di balik semua itu. Tapi saya juga tidak ingin menyakiti perasaan mu, saya tidak ingin kamu merasa dikhianati oleh saya dan saya juga tidak ingin mengkhianti mu. Saya benar benar bingung Kristin, sejujurnya aku tidak ingin kehilangan mu. Saya tidak akan bisa memilih antara kamu dan Cicilia, jika bisa saya ingin memiliki kalian berdua."
Kristin mengencangkan pelukannya dan berkata dengan nada melankolis. "Aku sangat bahagia kamu jujur pada ku, aku bahkan lebih bahagia kamu mengakui bahwa kamu menginginkan ku dan tidak ingin kehilangan ku. Tapi aku ingin kamu menyerahkan masalah Cicilia pada ku, karena aku akan mengevaluasi nya terlebih dahulu. Aku tidak ingin wanita sembarangan menjadi saudari ku di kemudian hari."
"Terima kasih Kristin..."
"Ini sudah merupakan kewajiban seorang istri.."
"Ya... Kamu adalah istri terbaik... Dan selamanya akan menjadi yg terbaik..." Saya tidak lagi menolak hubungan ini dan membuatnya menunggu lebih lama lagi.
Masalah dengan ayu, saya anggap sudah beres berkat Hendra. Jadi saya tidak perlu lagi mencemaskan nya.
Jadi saya tidak ingin membuat orang yg benar benar mencintai saya bersedih.
Melihat tatapan penuh kejutan Kristin, saya tersenyum lembut padanya. "Kamu tidak salah dengar.. kamu memang istri terbaik ku dan selamanya akan tetap seperti itu."
Air mata Kristin perlahan menetes dan tubuhnya juga sedikit bergetar sambil berkata dengan suara lemah. "Suami ku... Aku ingin malam ini menjadi malam yg tidak akan pernah terlupakan."
"Sesuai keinginan mu istriku..."
Segera ******* ******* histeris dan suara cipratan air yg konstan mulai terdengar dari malam hingga pukul 4 pagi.
*
"Sayang.. hari ini kamu sebaiknya tidak masuk sekolah karena kita akan segera pindah ke rumah baru kita." Seperti biasa, di pagi hari Kristin selalu menyiapkan sarapan pagi dan kami akan mulai bercakap cakap sambil menunggu kedatangan Cindy dan yg lainnya.
"Begitu cepat? Aku pikir itu akan butuh waktu lama." Balasku dengan sedikit kejutan.
"Tadi siang barang yg di pesan sudah dikirim dan uang sudah ada di rekening ku. Setelah di bagi dengan Cindy, arlin dan Maya, kita masih punya 7 miliar rupiah. Jadi aku segera membeli villa pribadi di kawasan Pecatu graha yg memiliki pemandangan yg indah dan juga lingkungan yg tenang."
"Baiklah" saya mengangguk sebelum melanjutkan kata kata saya. "Hari ini mari kita fokus untuk pindah rumah."
"Sayang.. aku juga berencana membayar seorang Intel dari kepolisian untuk mendaptkan informasi tentang Cicilia, apa sayang tidak keberatan?"
"Tidak masalah selama itu bukan untuk menyakiti Cicilia."
"Tenang sayang ku, aku hanya ingin mengetahui semua riwayat hidupnya sebelum dan sesudah bertemu dengan mu"
Saya kembali memberi anggukan ringan sebagai tanda persetujuan.
__ADS_1
Setelah Cindy dan yg lainya tiba, kami semua menuju lokasi villa untuk melakukan serah terima secara resmi.
Villa 3 lantai dengan kolam renang di bagian atap yg menghadap pantai, ruang tamu, ruang gym dan mini bar di lantai satu dan 5 kamar tidur di lantai dua.
Pagar pembatas setinggi 2 meter dengan kamera pengawas di setiap sisinya.
Pintu gerbang otomatis, garasi yg bisa menampung 4 mobil dan juga taman belakang dengan luas 10m x 10m.
Harga villa adalah 10 miliar dengan perjanjian 2x pembayaran yg akan di lunasi maksimal akhir tahun ini.
Pembayaran pertama sebesar 5 miliar dan maksimal akhir tahun, sisa pembayaran harus sudah di lunasi.
Setelah merapikan barang barang di villa, Kristin membawa semua orang untuk berbelanja kebutuhan dasar kami.
Pertama ke perusahaan suplayer makanan hotel yg ada di daerah Jimbaran.
Di sana kami membeli, berbagai jenis daging darat maupun laut dan dari import maupun lokal.
Segala jenis keju, susu, sayuran organik, buah buahan, berbagai bumbu kering, wine dan alkohol.
Semua di bungkus dalam pack dan di masukan ke dalam penyimpanan tak terbatas.
Setelah itu lanjut ke pakaian, kosmetik, perlengkapan mandi dan perlengkapan out door seperti tenda, kompor porteble, dll.
Semuanya benar benar di rencanakan dengan matang oleh Kristin, bahkan berbagai jenis bahan bakar di beli dan di masukan ke dalam penyimpanan tak terbatas.
Tapi suasana suram tiba tiba terjadi saat Kristin mulai membacakan laporan hasil penyelidikan dari Intel yg dia bayar.
Karena itu sebelum sore, informasi mengenai Cicilia sudah sampai di tangan Kristin.
"Sayang.. mungkin karena dia tahu bahwa dia tidak bisa hidup lama, jadi dia tidak ingin membuat hubungan yg spesial dengan mu. Tapi dari tindakannya, dia sudah di pastikan sangat mencintai mu.."
"Pantas saja saya sering melihat batas bar hpnya terus berkurang, saya pikir itu karena batas maksimal spnya yg perlahan meningkat." Saya menutup wajah saya dan mulai berpikir apa yg harus di lakukan.
"Sayang.. bagaimana dengan healing potion?"
Saya menggelengkan kepalanya. "Healing potion hanya memulihkan nilai hp yg hilang bukan batas maksimal hp yg hilang. Hanya potion khusus atau skill khusus yg bisa menyelesaikan semua itu."
"Bagaimana dengan peti hadiah itu?"
"Masih perlu waktu sampai Senin depan untuk bisa di duplikasi, sedangkan operasi Cicilia akan di lakukan pada hari Minggu ini. Semua pasti sudah terlambat saat itu" untuk pertama kalinya saya merasa putus asa dan tidak berdaya sama sekali.
Saya bahkan menyesal membuat skill penyimpanan tak terbatas dan tidak membuat skill menyembuhkan segala jenis luka dan penyakit atau mampu membuat seseorang pulih dari ambang kematian.
"Tunggu dulu, jika itu skill maka ada kemungkinan." Saya tiba tiba tersadar dan segera melihat skill bar yg ada di jendela setatus.
Di bagian atas ada dua bar lagi, yg bertuliskan skill yg di miliki dan skill yg belum di pelajari.
__ADS_1
Saya benar benar mengabaikan bar kecil di pojok ini karena terlalu terpukau dengan skill yg saya miliki saat ini.
Saat saya memilih bar skill yg belum di pelajari, saya melihat bebagai jenis skill berjejer dan masih dalam bentuk trasparan.
Butuh satu skill poin untuk mempelajari satu skill dan butuh satu skill poin untuk meningkatkan setiap level skill atau bisa juga dengan menggunakan secara terus menerus serta pemahaman yg mendalam tentang skill tersebut.
Jantung saya sedikit berdebar karena saya akhirnya tahu apa itu elit super novice.
Jika pikiran saya benar, novice biasa adalah pemula tanpa skill dan setelah mencapai level tertentu lalu memilih job class dasar maka skill mulai terbuka.
Job class dasar seperti swordman, spearman, fighter, acolite, pencuri, pemanah, mage, dll.
Tapi setelah job class mencapain level tertentu, mereka bisa maju ke job class yg lebih mengkhusus dan lebih kuat.
Seperti pencuri bisa menjadi pembunuh atau perampok.
Mage bisa menjadi wizard atau soccorer dan lain sebagainya.
Sedangkan super novice adalah pemula yg bisa mempelajari semua skill di job celas dasar.
Lalu bagaimana dengan elit super novice? Sudah di pastikan bahwa ini adalah job class paling curang yg secara langsung bisa mempelajari skill di job class lanjutan.
Ada satu skill yg benar benar bisa menyembuhkan Cicilia saat ini, yaitu skill clearence.
Tapi untuk mendapatkan skill ini saya memerlukan skill poin dan mempelajari beberapa skill dari job Priest hingga level tertentu sebelum bisa mengambil skill ini.
Saya segera menatap Kristin dan berkata dengan tegas. "Bayar seseorang untuk mencari informasi tentang kemunculan monster dan mulai sekarang kita akan meningkatkan LV kita dengan ini." Saya segera menunjukan dead brance dan novice starter pack.
Melihat ini semua orang tiba tiba tersenyum lembut dan mengangguk ringan sebagai tanda persetujuan.
"Wisnu.. bisa kamu ikut dengan ku sebentar ke kamar ku, ada sesuatu yg memerlukan bantuan mu."
"Jangan main main... Aku sudah memperingatkan kalian..." Bentak Kristin dan langsung memberi tatapan ganas pada arlin.
Tapi arlin tentu saja tidak mau kalah. "Ayolah Kristin, satu ronde saja. Aku tidak akan mengambil Wisnu dari mu, **** di dalam seminggu sekali sudah cukup bagi kami. Benarkan Maya, Cindy..."
Cindy mengangguk. "Aku tidak masalah jika Wisnu Ingin **** di dalam, luar atau di mulut."
"Ya Kristin... Kamu jangan terlalu pelit, kami tidak akan merebutnya dari mu. Cintanya hanya untuk mu, kami hanya ingin yg ada di selangkangannya itu. Hidup benar benar hambar tanpanya."
Kristin sedikit merenung sesaat sebelum mengangguk ringan. "Jangan sampai berlebihan.."
"Siap ibu bos.." jawab mereka bertiga dengan serempak.
Tapi saya yg merupakan inti penting dari percakapan ini benar benar tidak di anggap yg membuat raut wajah saya menjadi gelap.
Kenapa saya merasa seperti menjadi barang yg bisa di pinjamkan pada orang lain selama tidak dirusak.
__ADS_1
Saya segera memberi tatapan penuh arti pada Kristin dan dia segera tersenyum pada saya. "Hanya seminggu sekali saja, kasihanailah mereka. Wanita juga perlu belaian seorang pria dan mereka bukan tipe wanita yg memelih sembarangan pria untuk memberikan belaian ke hangatan."
Saya hanya bisa menutup wajah saya sambil menghela nafas tak berdaya. "Sudah ku duga akan jadi seperti ini..."