JAMAN EMAS

JAMAN EMAS
Bab 29 Jakarta


__ADS_3

Saya menggunakan 5 skill poin untuk meningkatkan skill pasif Faith.


[Faith] pasif LV 5 max


[-meningkatkan 200hp setiap level skill.


- mengurangi 10% rasa sakit akibat serangan musuh setiap level skill.


- meningkatkan resistensi terhadap atribut holy, Undead, gelap, shadow dan iblis sebesar 10% setiap level skill.]


Lalu satu poin untuk skill pasif intuisi, satu poin untuk skill pasif perfect doggle, satu poin untuk skill pasif close combat, satu poin untuk iron hand, satu poin untuk iron foot, satu poin untuk skill perfect hiding dan satu poin untuk tornado kick.


[Perfect doggle] pasif level 1


[Meningkatkan kemungkinan untuk menghindari serangan fisik dan sihir 5% setiap level skill.]


[Close combat] pasif level 1


[Meningkatkan serangan dan pertahanan 5%/LV skill saat melakukan pertarungan jarak dekat]


[Iron hand] pasif level 1


[Tangan menjadi sekeras besi. Atk +20/LV skill]


[Iron foot] pasif level 1


[Kaki menjadi sekeras besi. Atk +20/LV skill]


[Perfect hiding] aktif level 1


[Membuat fisik, energi, aura dan segala hawa keberadaan benar benar menghilang dari persepsi semua mahluk. 10 sp/dtk]


[Tornado kick] aktif level 1


[Melakukan tendangan berputar dengan radius serangan 3 meter dari pengguna yg memberi 200% atk LV 1, 300% atk LV 2, 400% atk LV 3, 500% atk LV 4, 600% atk LV 5, di kali jumlah putaran yg di terima musuh. Max 5 kali putaran, sp cost 50.]


Karena saya tahu tentang sistem yg akan muncul di masa depan, tentu saja belajar di sekolah menjadi hal yg tidak berguna dan buang buang waktu.


Lebih bermanfaat jika saya belajar seni bela diri dan miningkatkan pengalaman bertarung saya.


Tapi karena saya masih anak anak, jadi tidak mungkin untuk mengambil keputusan seperti itu sendirian.


Karena itu saya berencana kabur dari rumah sakit ini dan menyelinap pergi ke luar pulau Bali dengan kapal laut.


Dengan uang ratusan juta yg masih tersimpan penyimpanan tak terbatas, saya bisa membayar taxi redbird untuk langsung mengantar saya ke agen bus malam.

__ADS_1


Tujuan saya kali ini adalah provinsi Jakarta yg merupakan provinsi tersibuk di Indonesia.


Untuk mencapai ke sana, bus malam perlu menyebrang dari Bali ke pulau Jawa dengan kapal laut di pelabuhan Gilimanuk.


Setelah itu pergi ke surabaya dan dari Surabaya berganti bus dan pergi menuju Jakarta.


Semua berjalan lancar, setelah lebih dari 12 jam, saya akhirnya sampai di surabaya dan sekarang sedang bersiap menuju ke jakarta.


Kali ini perjalanan membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk sampai ke Jakarta karena lokasi yg beberapa kali lipat lebih jauh dari pada Bali ke Surabaya.


Mengenakan head set, saya mendengarkan musik dari hp saya sambil melihat pemandangan di luar bus.


"Adik.. dimana orang tua mu?" Head set yg menempel di telinga saya tiba tiba di copot oleh seorang wanita yg kira kira berumur 27 tahun.


Pikiran saya terlalu fokus merencanakan masa depan sampai sampai saya mengabaikan orang yg duduk di sebelah saya.


Saya melambaikan telapak tangan saya di depan wanita itu dan tiba tiba mengepalkanya seperti sedang bermain sulap.


Perlahan saya membuka telapak tangan saya dan tiba tiba head set yg dia copot muncul di sana.


Keterkejutan seketika melintas di wajahnya dan mulai meraba raba tangannya tempat head set saya yg dia pegang dengan bingung.


"Kak... Jangan tanyakan hal hal yg sudah kamu ketahui atau adik yg manis ini akan merebut kain segitiga yg kakak kenakan."


Wanita itu segera meluruskan wajahnya dan mulai bersikap santai. "Jangan bercanda... bagaimana kakak bisa tahu tentang orang tua mu, kita baru saja bertemu."


Rambut pendek, sorot mata yg tegas dan tajam seakan bisa melihat tembus melalui pakaian saya dan sikap duduknya yg tidak mungkin di miliki oleh wanita sembarangan.


Menurut perhitungan saya, kemungkinan orang tua saya sudah mulai mencari saya dan meminta bantuan paman saya yg seorang polisi untuk membantu.


Kemungkinan besar, keberadaan saya sudah terdeteksi dan kebetulan polwan ini bertugas di dekat station transit bus di surabaya karena di sebelahnya memang ada kantor polisi.


Dan yg membuat saya lebih yakin karena saya sudah membeli dua tiket bus, satu untuk saya dan satu lagi untuk book kursi di sebelah saya.


Jadi jelas jelas wanita ini sengaja duduk di sebelah saya dengan niat dan maksud tertentu.


"Jangan sok sok jadi Intel kakak, polisi lalu lintas sudah cukup baik untuk mu. Setidaknya jodoh mu akan mudah menemukan mu." Saya berkata dengan malas sambil kembali memasukan head set di telinga saya dan kembali menikmati alunan musik.


"Kenapa adik berkata seperti itu." Wanita itu kembali mencabut head set saya dan mulai menggurui saya.


"Aku bukan adik mu, jangan sok akrab. Apa ini modus baru penculikan anak anak?" Saya memberi tatapan sinis sebelum kembali mengalihkan perhatian saya ke luar jendela untuk menikmati pemandangan di luar.


Saya tidak takut membuat polwan ini kesal, karena saya sudah memikirkan cara untuk melarikan diri darinya.


"Jangan salah paham, kakak hanya penasaran bagimana adik kecil seperti mu bisa bepergian begitu jauh tanpa pengawalan orang tua." Nada suara wanita itu tiba tiba melunak, tapi saya tetap pura pura tidak mendengarkannya.

__ADS_1


Tentu saja tindakan saya sontak membuatnya tidak senang dan memang itulah tujuan saya yg sebenarnya.


"Adik, dengarkan kakak.." saat dia menyentuh bahu saya, tangan saya segera menarik tangannya agar tubuhnya segera mendekat.


Saya tersenyum jahat melihat keterkejutan di wajahnya saat tubuhnya tertarik ke arah saya secara tiba tiba.


Tapi sayanya itu hanya berlangsung sesaat sebelum telapak tangan saya yg satunya lagi menyentuh dahinya dan segera memberikan gelombang kejut dengan energi spiritual yg langsung membuatnya pingsan.


Akhirnya tenang juga dan saya kembali menikmati musik sambil menikmati pemandangan di luar.


Waktu berlalu dengan cepat dan sesekali saya kembali memberinya gelombang kejut ringan pada otaknya agar wanita itu kembali pingsan.


Hingga sampai di terminal bus, saya segera keluar dan berbaur dengan semua orang sambil mencari orang yg bisa membantu saya.


Dari kejauhan, saya juga melihat polwan yg duduk di sebelahku juga turun dari bus dengan raut wajah yg suram sambil meraba raba tubuhnya.


Itu karena saya mengambil dompet, hp, lencana polisi dan juga seluruh pakaian dalamnya dengan skill penyimpanan tak terbatas.


Dari situ saya tahu nama polwan ini bernama intan Paramita dan umurnya adalah 25 tahun.


Setelah beberapa saat, saya segera mengabaikannya dan fokus melihat orang orang baru yg turun dari bus bus dari berbagai daerah.


Setelah beberapa saat akhirnya menemukan seseorang yg mungkin bisa membantu.


Dari gerak geriknya, dia juga terlihat seperti baru pertama kali tiba di Jakarta.


Kemungkinan dia pasti datang ke Jakarta untuk mengadu nasib atau untuk kuliah.


Di sisi lain, penampilannya juga enak di pandang mata.


Kulit putih mulus, rambut panjang, wajah cantik dan imut tanpa make up.


Celana panjang jeannya memperlihatkan lekuk paha yg indah dengan pantat yg menggoda.


Saya segera menghampirinya dan mulai menyapa dengan sopan. "Kakak.. apa kakak pertama kali datang ke Jakarta?"


Dia menatap saya untuk beberapa saat seakan sedang menilai tujuan saya yg sebenarnya untuk menyapanya.


"Tidak juga.. dulu saya sudah pernah ke sini tapi itu sudah lama sekali. Bagaimana dengan mu? Di mana orang tua mu? Apa orang tua mu bekerja di terminal ini?"


Saya menggelengkan kepala saya sebelum berkata. "Nama saya Wisnu, saya dari Bali Kak dan ini pertama kalinya saya datang ke Jakarta sendirian, jadi saya menyapa kakak untuk meminta bantuan kakak."


"Nama saya Fina, bantuan apa yg kamu inginkan?" Tanya Fina sambil memberi tatapan penasaran pada saya.


Tentu saja saya tidak berbelit belit dan langsung menyatakan niat asli saya. "Kak Fina... Saya punya uang dan ingin kakak membeli sebuah apartemen mewah atas nama kakak dengan uang saya. Kakak dan saya bisa tinggal bersama dan setelah saya berumur 19 tahun, saya akan pergi dan menyerahkan apartemen itu pada kakak. Bagaimana menurut kakak?"

__ADS_1


"Apa kamu serius?" Mata Fina penuh dengan ketidak percayaan, tapi saya segera memberinya dua jari dan mengangkatnya tinggi tinggi. "Sumpah kak.. jika saya berbohong, saya siap di kutuk menjadi suami kakak seumur hidup dan tidak pernah bersama wanita lain selain kakak."


Fina segera memutar matanya dengan senyum main main dan saya segera menunjukan senyum iklan pasta gigi.


__ADS_2