
Sudut pandang Harry.
Sejak saya mendapatkan kemampuan mata yg bisa melihat baik dan buruk, saya mulai melatih diri saya menjadi lebih kuat.
Dari gym, silat dan berbagi latihan dasar untuk bertarung.
Karena itu saya bertekad menjauh dari Wisnu karena dia memancarkan warna merah dari mata baik dan buruk yg berarti bahwa Wisnu adalah hal yg buruk.
Apa pun yg memancarkan warna biru berarti hal yg baik dan warna merah berarti buruk.
Saya tidak tahu kenapa, tapi saya yakin apa yg di tunjukan mata saya pasti benar karena saya mendapatkannya dari kuil tiga dewa setelah melakukan upacara besar.
Mata ini tidak mungkin salah dan saya sudah membuktikannya sendiri.
Saya akan memanfaatkan mata ini untuk menjadi lebih kuat, tidak ada waktu lagi untuk bermain main.
Walupun saya sudah berteman baik dengan Wisnu, tapi kedepannya semua akan berubah.
Hanya kekuatan yg bisa membuat kita melewati masa depan yg tidak pasti.
'maaf Wisnu, ayu terlalu baik untuk mu. Aku benar benar iri wanita cantik seperti dia bisa bersama mu. Jika Kristin masih kaya, aku tidak akan merebut ayu dari mu.' setelah menyelesaikan masalah ayu dan Wisnu, saya mendapat kabar dari Kristin bahwa dia sudah bangkrut. Jadi saya segera memutuskan hubungan dan memilih mengejar ayu.
Saya mengajaknya bertemu di motel dengan dalih mencari tempat untuk curhat yg lebih privasi.
Awalnya bisa bisa saja, tapi saya tidak bisa menahan diri melihat paha mulusnya dan segera menjatuhkannya di tempat tidur.
Awalnya ayu menolak, tapi setelah beberapa saat dia menerimanya dengan pasrah.
Sejak saat itu hubungan gelap kami di mulai.
Tapi hari ini saya tidak masuk sekolah karena saya pergi berjudi sabung ayam di Tabanan yg membuat saya menghasilkan banyak uang.
Saya memerlukan uang untuk membangun kekuatan di masa depan.
***
Sudut pandang Cicilia.
Malam sebelum tidur, saya meminum beberapa pil obat yg rutin harus saya minum sebelum tidur.
Di meja belajar saya melihat foto saya dan Wisnu yg saling berpelukan.
Hati saya mulai menghangat dan kenangan kenangan indah dengan Wisnu mulai terlintas di pikiran saya.
Tapi entah kenapa, air mata saya perlahan menetes sedikit demi sedikit dan rasa sedih mulai menjalar di hati saya. "Wisnu... Aku mencintai mu... Sangat mencintai mu..."
Saya ingin mengambil bingkai foto itu untuk menemani saya tidur seperti biasanya, tapi entah kenapa jarak foto itu tiba tiba semakin jauh.
Bumi terasa berputar dan tubuh saya tidak bisa di kendalikan lagi.
"Wisnu... Maaf... Maaf...." Pelahan pandangan meredup dan hanya suara teriakan ayah saya yg terdengar sebelum semua menjadi hening dan penuh kegelapan.
__ADS_1
***
"Frost Drive" udara dingin yg di luncurkan oleh Maya dengan cepat melewati tubuh saya dan langsung membekukan minotour yg memegang palu besar di depan saya.
"Thunder bolt..." Kilat biru di tembakan oleh Kristin yg langusung meledakan minotour yg membeku.
"Arrow shower" di sambung oleh hujan panah dari Cindy.
"Holy light" tebakan cahaya berbetuk salip di luncurkan oleh arlin.
Melihat nilai hp minotour yg sudah sekarat, saya segera menusuk pedang saya pada dagu minotour seperti yg saya lakukan pada big foot.
Energi biru segera menembus dan menghancurkan otak minotour.
Segera tubuh minotour hancur berkeping keping menjadi butiran cahaya sebelum menyatu kembali menjadi drop item.
Sejak terbukanya toko sistem, monster monster yg kami bunuh secara otomatis berubah menjadi drop item.
Tidak ada penjelasan yg jelas tentang semua ini, segalanya menjadi sangat mirip dengan game.
Sudah dua hari 3 malam kami terus melakukan drinding untuk meningkatkan level.
Kristin dan yg lainnya kini berada di level 25 dengan job level 15, sedangkan saya berada di level 20 dengan job level 11.
Sepertinya job class saya membutuhkan lebih banyak poin exp untuk meningkatkan level dari pada job class lainnya.
Tapi untung saja saya berhasil mendapatkan skill clearence.
[Membersihkan segala jenis buff, debuff dan segala jenis abnormalitas dan penyakit pada apapun di sekitar pengguna.
Tingkat keberhasilan tergantung level.]
Untuk mendapatkan skill ini saya perlu mengambil 3 skill lagi selain skill heal dan blessing yg sudah saya ambil.
[Eucharistica] LV 1 pasif.
[Meningkatkan aura suci pada diri.
Atk dan def saat menghadapai monster bertipe Undead atau shadow meningkat 5%]
[Duple light] LV 1
[Memanggil dua cahaya suci di sekitar kita yg akan membantu saat melakukan serangan jarak dekat. Satu cahaya suci memberikan serangan fisik dan satu lagi memberi serangan magic.
Durasi 1 menit dan tambahan satu menit setiap level]
[Renovation] LV 1
[Memulihkan fisik dan jiwa target dari segala jenis kerusakan.
Memulihkan 3% maks hp per 5 detik selama 90 detik]
__ADS_1
"Sayang... Kita dapat kristal jiwa lagi.. kristal bisa meningkatkan serangan sebesar 20% pada mahluk dengan ukuran sedang."
Saya melihat kelerang kecil berwarna biru di tangan Kristin dan segera menyimpannya ke penyimpanan tak terbatas. "Simpan dulu, harga jual di toko sistem untuk benda ini hanya 10 zenny. Tunggu sampai kita tahu cara menggunakannya."
"Terserah sayang ku.. tapi hp mu dari tadi bergetar. Mungkin Cicilia menghubungi mu karena tidak masuk kelas tanpa kabar."
Mendengar kata kata Kristin, saya bergegas melihat hp yg ada di meja teras taman belakang.
Melihat nama dogles yg muncul di layar panggilan, saya bertanya tanya kenapa preman kelas ini menghubungi saya.
"Ada apa gles..?"
"Kleee... Susah sajan nlp kamu nok... Seperti anggota DPR gen..."
"Emang tahu no tlp anggota DPR?"
"Makanya aku bilang susah... Kalo tahu no tlpnya kan gampang namanya.."
Preman satu ini benar benar pintar bicara, bahkan guru selalu kalah berdebat dengan preman ter kuat di kelas IPS ini. "Terserah dah di sana, langsung aja ke intinya?"
"Lemah kamu... Dak dah kamu tau kalo Cicilia masuk rumah sakit dari kemarin? Lagi sekarat dia, nanti pulang sekolah semua mau kesana.."
Saya benar benar terkejut dan rasa urgensi muncul di hati saya. "Rumah sakit mana?"
"Kasih bunda di Tuban, bay pas Ngurah Rai dekat club' malam bosnee. Rencana sore ini pindah ke rsu sangleh."
"Tahu rungannya?"
"Ruang VIP, angrek no 5. Kamu..." Saya segera mematikan telpon sebelum dogles menyelesaikan kata katanya dan bergegas menuju tempat parkir sambil buru buru berkata pada Kristin.
"Cicilia sudah masuk rumah sakit, saya akan ke sana dulu. Nanti saya akan infokan jika ada apa apa.."
"Sayang.. gunakan mobil atau motor 1000cc biar lebih cepat.. kami akan siap siap menunggu panggilan mu."
Saya melambaikan tangan sebagai jawaban sambil terburu buru masuk ke garasi untuk mengambil motor sport yg baru di beli oleh Kristin.
Kenakan helm, hidupkan mesin dan langsung tancap gas tanpa peduli dengan kondisi pakaian yg compang camping dan banyak bekas darah.
Dalam perjalanan, saya menggunakan skill poin yg saya dapatkan setelah mengalahkan minotour untuk mempelajari skill intuisi.
[Intuisi]
[Kemampuan penginderaan yang secara pasif dapat memberi peringatan pada diri jika terjadi bahaya atau serangan yg mendekat.
LV 1 \= 2 detik sebelum serangan mengenai penggunaan.
Meningkat 1 detik setiap LV, maksimal LV 5.]
Tiba tiba segala hal yg saya lihat bergerak agak lambat, aliran udara juga samar samar terlihat.
Saya juga dapat memperdiksi jalur mana yg bisa saya lalui untuk menghindari semua kendaraan di depan saya.
__ADS_1