JAMAN EMAS

JAMAN EMAS
Bab 22 Cicilia dan Wisnu


__ADS_3

Di rumah sakit, saya buru buru ke ruangan VIP yg di beritahu oleh dogles.


Sangat mudah bagi saya menemukan ruangan itu karena saya dulu sering keluar masuk rumah sakit ini karena penyakit tifus yg selalu kumat setahun sekali.


"Apa yg kamu lakukan disini.." suara tegas pak Joko segera masuk ke telinga saya saat saya membuka pintu ruangan.


Beberapa orang yg mengenakan pakaian tentara juga menatap saya dengan tatapan tajam.


Tapi saya sama sekali tidak terganggu dengan tatapan mereka dan dengan mantap melangkah maju sambil berkata. "Calon istri saya sedang berjuang untuk hidupnya, bagaimana saya tidak di sisinya."


"Apa gunanya kamu mengatakan itu saat ini, semua sudah terlambat."


Saya mengabaikan kata kata pak Joko dan perlahan mendekati Cicilia yg terbaring di ranjang dengan banyak alat penopang hidup yg tersambung padanya.


Dengan lembut saya membelai pipi Cicilia, merasakan rasa cinta dan kerinduan dalam hati saya.


Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika Cicilia benar benar pergi, hidup pasti terasa hampa karena saya sudah terbiasa dengannya.


Untungnya semua belum terlambat karena dari pemantauan alat pendukung hidup, Cicilia hanya dalam keadaan koma.


Tapi saya bisa merasakan daya hidupnya perlahan mulai menghilang sedikit demi sedikit seakan di hisap oleh sesuatu yg tidak terlihat.


"Ada apa dengan pakaian mu, kenapa banyak bekas darah?" Tanya pak Joko dengan tatapan curiga.


Tapi saya tidak mempedulikan kata kata pak Joko dan segera berkata. "Bisa beri kami waktu untuk berdua saja? hanya 15 menit."


"Apa yg ingin kamu lakukan?"


"Apa menurutmu aku akan melakukan hal hal yg membahayakan Cicilia?" Saya menjadi sedikit serius karena saya sedang terburu buru dan tidak punya waktu untuk menjelaskan apa apa.


"Ayo kita keluar, jangan ganggu urusan anak muda." Pak Joko sepertinya memahami maksud saya dan segera membawa semua teman temannya ke luar.


"Itu anak yg di cintai anak mu?"


"Siapa lagi?"


"Bibit yg bagus, kenapa tidak bawa masuk ke tentara?"


Melihat pak Joko keluar bersama teman temannya, saya segera memulai proses penyembuhan.


Saya meletakan tangan saya di dahi Cicilia "Renovation" cahaya hijau mekar dari tangan saya dan perlahan menyelimuti tubuh Cicilia.

__ADS_1


"Clearence" cahaya putih suci menyebar di bawah kaki saya dan mulai naik ke atas dengan pola pola salib yg penuh nuansa suci.


Tapi tiba tiba tubuh Cicilia sedikit bergetar dan aura gelap perlahan keluar dari tubunya.


Saya memicingkan mata saat melihat aura gelap itu dan segera menggunakan skill energi application untuk mengendalikan kekuatan clearence pada tubuh Cicilia.


Perlahan tubuh Cicilia terangkat dari tempat tidur dan mulai memancarkan cahaya putih seperti lampu neon.


Seluruh organ tubuh, sel sel, hingga ke dna yg rusak perlahan pulih dan di perbaiki oleh skill Renovation.


Energi clearence yg sangat padat melakukan asimilasi pada organ tubuh, sel sel dan DNA cicilia yg perlahan di pulihkan dan mengubah sifat dan propertinya.


Aura gelap yg keluar dari tubuh Cicilia juga menjadi lebih pekat dengan suara jeritan yg samar samar terdengar.


Waktu berlalu dan saat aura gelap yg keluar dari tubuh Cicilia semakin menipis, selembar kertas perkamen kuno tiba tiba keluar dari dada Cicilia dan mulai hancur berkeping keping di ikuti dengan hilangnya aura gelap yg keluar dari tubuh Cicilia.


'kontrak iblis' entah kenapa saya tahu nama kertas perkamen yg muncul dari tubuh Cicilia sebelum hancur berkeping keping.


Informasi terlintas dalam benak saya tentang kontrak iblis. 'sebuah kontrak spiritual untuk mengikat manusia yg melakukan perjanjian dengan iblis. Kontrak akan diturunkan pada keturunannya pada saat pemegang kontrak meninggal.'


Berbagai spekulasi muncul di benak saya, tapi setelah beberapa saat saya segera mengabaikannya.


Melihat tubuh Cicilia yg kembali ketempat tidur dengan raut wajah yg segar, saya segera menghentikan proses penyembuhan lalu duduk di sisinya sambil menunggu dia sadar.


Satu persatu saya melapas alat penopang hidup yg terpasang di tubuhnya dari alat bantu pernafasan, selang infus di lengannya dan kabel kebel detektor yg terpasang di dadanya, lalu mematikan monitor pemantau detak jantung yg ada di sebelahnya.


Setelah beberapa detik bulu mata Cicilia mulai bergetar dan perlahan membuka matanya. "Apa yg kamu lakukan disini?" Tanya Cicilia.


"Apa lagi, tentu saja saya ingin ng*n*ot sama kamu."


Seketika Cicilia menjadi kesal dan berteriak pada saya "Brengsek... Kamu pasti melakukannya saat aku sedang tidurkan.. dasar monyet cabul.. keluar kamu..."


Teriakan Cicilia terdengar hingga ke luar ruangan dan pak Joko serta temannya bergegas masuk ke dalam. "Cicilia kamu sudah sadar..."


"Ayah... Bawa Wisnu keluar.. dia meniduri ku saat tidak sadar..."


Saya benar benar terkejut dengan fitnah terang terangan yg di katakan oleh Cicilia. "Kapan saya melakukan itu, jangan memfitnah sembarangan.."


"Kamu monyet cabul, tidak mungkin kamu tidak tergoda dengan kecantikan dan keseksian ku."


"Meehhh jangan terlalu percaya diri.. asisten ayah mu terlihat lebih menggoda dari pada kamu."

__ADS_1


"Jadi kamu lebih suka Tante Tante girang dari pada wanita muda seperti ku, prefensi mu benar benar melenceng. Dasar monyet cabul.."


"Cicilia... Bibi bukan Tante Tante girang..." Asisten yg berdiri di sisi pak Joko tidak terima di sebut seperti itu dan memberi tatapan kesal pada Cicilia.


"Kapan aku bilang bibi Wulan adalah Tante Tante girang."


Melihat keadaan mulai memanas, saya diam diam mundur dan bersiap untuk kabur dari kamar VIP ini.


Lebih baik menunggu semuanya mereda, dari pada ikut dalam perdebatan.


"Kemana kamu ingin pergi?" Bahu saya tiba tiba di cengkram oleh pak Joko yg membuat tubuh saya menegang. "Pulanglah... Siapa yg mau di gigit oleh monyet betina itu."


"Kamu monyet cabul sialan..." Entah sejak kapan Cicilia sudah turun dari tempat tidurnya dan dengan cepat berlari ke arah ku.


Tanpa sempat bereaksi Cicilia sudang menggelantung di punggung saya seperti koala. "Turun kamu monyet betina..."


"Berani sekali kamu pergi setelah menghina ku.."


"Apa mau mu..."


"Cepat duduk"


Saya hanya bisa pasrah duduk di sofa ruang tamu kamar ini dan Cicilia segera pindah di sebelah saya sambil meremas lengan tangan kanan saya.


Pak Joko dan yg lainnya juga ikut duduk bersama dan mulai memberi tatapan menunggu penjelasan pada saya.


"Apa yg kamu lakukan pada Cicilia, bagaimana dia bisa sadar dari komanya?"


Saya tidak mau memberi jawaban langsung atas pertanyaan pak Joko karena saya tidak ingin menjadi subjek pemerintah untuk saat ini. Lebih baik mengamati situasi terlebih dahulu sebelum menunjukan kemampuan saya. Labih dari jutaan orang yg tinggal di Bali dan pasti ada beberapa yg akan menunjuk kekuatannya juga. Jadi lebih baik saya mengubah arah pembicaraan saat ini.


"Pak Joko, tolong jauhkan Cicilia dari keluarga ibunya."


Pak Joko sedikit terkejut untuk sesaat sebelum menganggukan kepalanya. "Bapak sudah menduganya, ini pasti terkait dengan dengan ibu cicilia yg mengabaikan tugasnya sebagai penyungsung atau pelayan dari kuil ajaran tiga dewa."


Saya hanya bisa mendesah tak berdaya sebelum berkata. "Tidak sesederhana itu... Perjanjian yg dibuat oleh leluhur keluarga ibu Cicilia dengan mahluk yg mengaku sebagai dewa ini tidak akan mudah diputuskan. Untuk sementara Cicilia aman, tapi semua kembali lagi pada Cicilia dan pak Joko sebagai orang tuanya. Mahluk ini punya berbagai cara untuk menekan kalian agar mau mengikuti aturan mereka."


"Beri bapak contohnya" pak Joko memberi tatapan serius yg membuat suana semakin tegang.


Merasakan suasa yg semakin serius saya juga menambahkan kesan mistis dengan berkata dengan nada yg dalam. "Mahluk ini bisa saja masuk ke tubuh salah satu penatua dari pihak keluarga ibunya dan mengaku sebagai ibu Cicilia untuk mengelabuhi mereka semua. Bisa saja dia berkata omong kosong seperti 'saya tidak bisa naik ke atas karena Cicilia tidak mau nyungsung di kuil bla.. bila...' atau dia berpura pura menderita dan memohon agar Cicilia mau menjadi pelayan kuil atau dia bisa menggunakan modus ancaman yg biasa mereka gunakan seperti 'jika Cicilia tidak nyungsung maka keluarga kalian akan menderita atau bla bla bla....' saya yakin orang orang tolol itu pasti akan langsung percaya begitu saja. Pak Joko pasti tahu sendiri bagaimana sikap masyarakat Bali terhadap orang orang yg kerasukan seperti ini."


"Kamu benar tentang hal ini. Bahkan jika kami menolak, mereka akan menggunakan aturan adat dan budaya Bali untuk menekan kami seolah olah kami telah menghina tradisi mereka yg membuat posisi kami menjadi terpojok. Hal ini juga berpotensi mencoreng nama kesatuan TNI karena posisi saya yg merupakan komandan TNI angkatan darat di Bali. Jadi apa solosi mu, bapak yakin kamu sudah memikirkan solosi untuk semua ini?"

__ADS_1


__ADS_2