
"wisnu, kamu bisa menggunakan area ini untuk membangun tenda." kata cicilia sambil menunjuk area kosong yg ada di sebelah tendanya.
"jangan repot repot" saua segera mengeluarkan mini bus yg sudah di modifikasi dari penyimpanan tak terbatas dan meletaknnya di lahan kosong yg di tunjuk oleh cicilia.
segara setelah mini bus muncul, dian dan karen langsung bekerja untuk membuka semua partisi yg menempel di body bus.
dalam waktu singkat, mini bus berubah menjadi rumah portebel dengan teras yg sejuk.
"benar benar curang.." cicilia meremas pinggang saya.
"dari mana curang nya?"
"huh, aku tidur di tenda jelek ini dan kamu tidur di tempat yg mewah. Bukankah ini curang?"
"ikut saja tinggal bersama kami." saya sedikit menghela nafas sambil menjawab pertanyaan cicilia.
"baiklah" cicilia bergegas ke tendanya untuk mengambil semua barang barang miliknya dan segera masuk ke dalam mini bus bersama dian dan karen.
tidak jauh dari lokasi saya, hendra dan ayu sedang bertengkar hebat dan di sebelahnya herry dan kristin juga sedang bertengkar.
Sedikit demi sedikit orang orang mulai berkumpul untuk menyaksikan pertengkaran mereka.
"hick... Hick..." ayu terlihat menangis sambil menundukan kepala.
"dasar wanita murahan..." bentak hendra dengan penuh amarah, lalu mengalihkan perhatiannya pada herry yg masih berdebat dengan kristin. "herry, aku tidak menyangka kamu adalah pria yg seperti itu. Apa kristin tidak pernah memberikan jatah pada mu?"
"hei jangan asal bicara, apa aku tidak tahu jika kamu juga berusaha mendekati kristin. Apa menurutmu aku tidak tahu kalian juga sempat berkencan." balas herry tapi kristin segera memberi tamparan di wajah herry sambil berkata dengan marah. "jangan asal bicara, kapan aku berkencan dengan hendra?"
Saya hanya bisa tersenyum geli melihat pertengkaran mereka.
"bro... semua jadi heboh, mantap bro" dougles juga ikut bergabung dalam kesenangan.
Saya mengangkat bahu sambil berkata dengan acuh tak acuh. "siapa yg tahu akan jadi seperti ini"
__ADS_1
"mulut mu beracun" tambah tika yg juga tiba di sisi saya.
"mari kita buktikan apa mulut ku beracun atau tidak." saya membawa tika ke dalam pelukan saya dan perlahan mendekatkan bibir saya ke bibirnya.
"apa yg kamu lakukan, lepaskan aku" tika berusaha memberontak dan pipinya sedikit demi sedikit mulai memerah.
"aku ingin membuktikan apakah bibir ku beracun atau tidak" saya dengan lembut mengangkat dagu tika dan dia juga berhenti memberontak sambil perlahan menutup matanya.
Tapi telapak tangan mulus tiba tiba menghalangi bibir saya yg akan bertemu dengan bibir tika.
Saat menoleh, saya melihat cicilia yg sudah menatap saya dengan wajah kesal. "bibirnya jelek, pakai bibir ku saja"
"ide yg bagus" saya melepas tika dan membawa cicilia ke dalam pelukan saya lalu mencium bibirnya.
cicilia juga membalas ciuman saya dengan agresif.
wajah tika yg awalnya memerah karena malu kini berganti penuh amarah. "brengsek...." teriak tika sebelum pergi menjauh.
"wisnu...." teriak hendra yg sedang marah. "ini semua gara gara kamu, ayo kita bertarung dan buktikan siapa yg lebih cocok untuk cicilia."
Cicilia melepaskan bibirnya dan mendorong saya untuk mendekati hendra. "ayo bertarung... siapa yg menang bisa mendapatkan ku"
"aku menyerah" saya langsung memgangkat tangan, tapi cicilia langsung menendang punggung saya dengan kuat yg membuat saya langsung terjatuh.
"jangan bermimpi mendapatkan malam pertama dengan ku jika kamu tidak bisa mengalahkan hendra." bentak cicilia.
"ha ha ha ha... Lihat sendiri, wisnu adalah pria pengecut." tawa hendra dengan penuh kemenangan.
"yo... Jangan salah paham, aku hanya tidak suka acara saling memukul. Pertarungan yg sebenarnya adalah pertarungan hidup dan mati, dimana yg menang hidup dan yg kalah mati." saya perlahan bangkit dari tanah sambil membersihkan kotoran yg menempel di tubuh.
"apa menurutmu aku takut, kamulah yg akan mati di sini." balas hendra sambil mengenekan kedua senjata katar di kedua tangannya.
"jadi semua orang di sini akan menjadi saksi, siapa pun yg mati tidak boleh ada yg menuntut" saya menegaskan semua orang.
__ADS_1
"beri ruang untuk mereka, pertandingan akan di mulai sesuai dengan aba aba ku" semua orang segera memberi ruang sesuai dengan arahan cicilia.
"3...2...1.... Mulai"
"bersiaplah untuk mati..." hendra berubah menjadi kabut hitam dan menghilang dari udara tipis.
"holy sight" salip cahaya muncul di atas kepala wisnu dan cahaya suci segera menyebar ke seluruh area.
"arrgghhhh" hendra tiba tiba muncul dan terjatuh di tanah dengan mulut yg mengeluarkan banyak darah. "kamu seorang priest..."
"he he he" saya tertawa jahat dan menggunakan skill mirage walk untuk muncul di depan hendra secara instan.
"tidak mungkin" wajah hendra di penuhi oleh kejutan melihat saya sudah menekan dadanya.
"tidak ada yg tidak mungkin" aura biru muncul dari telapak tangan saya. "ki impact"
"arrgghhhtt" hendra berteriak dengan mulut yg kembali mengeluarkan banyak darah.
"ki impact" sekali lagi saya menembakan gelombang ki ke dalam tubuhnya yg memberi kerusakan dalam pada hendra.
"arrrgghhh.... "
"ki impact"
"arrggghhhh... Hentikan... Aku menyerah...." hendra segera mengibarkan bendera putih.
"ki impact" tapi siapa yg peduli dengan semua itu.
"tidak.....arrggghhhh"
"wisnu hentikan, aku mohon.." ayu memeluk kaki saya.
"heh..." saya memberi tatapan menghina pada ayu sebelum berbalik pergi dan ayu segera menyembuhkan hendra yg sudah kejang kejang di tanah.
__ADS_1