JAMAN EMAS

JAMAN EMAS
Bab 30 Pahlawan bertopeng


__ADS_3

"bagaimana kamu bisa memiliki banyak uang dan kenapa aku harus tinggal bersama mu?" Sorot mata Fina tiba tiba di penuhi oleh kecurigaan, tapi saya tidak terlalu peduli dengan semua itu.


Bahkan jika Fina tidak mau, pasti masih banyak orang yg akan mau menerima tawaran ku.


"Masalah uang kakak tidak perlu tahu, aku hanya perlu tempat tinggal dan karena umur ku saat ini, tidak mungkin untuk membeli sebuah apartemen. Bahkan menginap di hotel akan sulit, karena itu aku membutuhkan bantuan mu."


"Tapi kakak masih bingung kenapa anak kecil seperti mu pergi ke Jakarta sendirian, apa sebenarnya tujuan mu datang ke Jakarta?"


"Maaf kak, saya tidak punya banyak waktu." Saya segera menjauh dari Fina dan masuk ke kerumunan orang orang.


"Tunggu..." Teriak Fina, tapi saya sudah menyelinap jauh karena melihat intan sedang mendekat ke arah Fina.


"Fina.." teriak intan sambil melambaikan tangannya ke arah Fina.


"Kakak... Dari mana saja, aku pikir ada masalah dengan bus yg kakak tumpangi. Kakak tidak membalas semua chat yg saya kirim." Keluh Fina saat menghampiri intan, tapi intan tiba tiba menunjukan wajah kesal sambil berkata. "Apa kamu melihat anak di bawah umur yg terlihat agak tampan dengan pakaian serba hitam.


Seketika mata Fina menunjukan kejutan dan intan mulai menjadi serius. "Jadi kamu melihatnya.. anak itu sangat misterius dan memiliki kemampuan sulap di luar akal sehat. dia membuatku pingsan dan merampok semua barang barang milik ku"


Fina terdiam sejenak dengan wajah bingung sebelum menceritakan apa yg baru saja terjadi.


"Fina.. ayo kita cari dia di sekitar sini.. kita harus segara mendapatkannya." Desak intan dan mereka segera mencari keberadaan saya dengan panik.


Tapi sayangnya saya sudah di dalam mobil taxi online yg sudah saya pesan.


"Bang.. saya ingin sewa satu hari, berapa harganya?" Tanya saya pada sopir taxi online yg sedang mengamati GPS di hpnya.


"Mahal dik, untuk sewa satu hari saya memasang tarif 1,5jt. Karena jalan yg macet dan saya juga tidak dapat poin dari aplikasi."


"Tidak masalah, saya bayar di muka." Saya mengeluarkan uang dua juta dan meletaknnya di atas dashboard mobil.


Melihat kertas merah di depannya, sopir segera menepikan mobil dan mulai menghitung uang. "Lebih 500rb."


"Anggap uang jajan, karena kita akan sibuk hari ini."

__ADS_1


"Jika begitu gue ambil dengan senang hati, jarang jarang ada rejeki nomplok. He he..."


"Santai bang.. fokus saja pada tujuan kita saat ini."


"Siap bos cilik.."


Tujuan saya adalah apartemen elit dengan lokasi di pusat kota dan dekat dengan mal terkenal di Jakarta.


Saya sudah mengubungi pihak pemasaran dan menyatakan niat saya untuk membeli secara cash sebuah apartement di sana.


Dengan kondisi saya saat ini yg tanpa identitas, saya berdalih bahwa saya adalah anak orang kaya dari Bali yg sedang berlibur di Jakarta.


Mendengar penjelasan saya, pihak pemasaran siap membatu dengan proses pembelian dengan meminjam nama orang lain atas perjanjian tertentu.


Tentu saja semua itu tidak gratis dan akan ada biaya lainnya, tapi saya tidak peduli dengan semua itu karena selama uang bisa menyelesaikan masalah maka lakukan saja. 


Saya tidak kekurangan uang yg terus menduplikasi diri di penyimpanan tak terbatas.


Walaupun suatu saat kemungkinan besar akan terdeteksi karena nomet seri yg sama, tapi itu akan membutuhkan waktu lama.


***


"Bocah sialan.. jangan kira kamu bisa lolos setelah mencuri barang dari seorang polisi, aku akan membawa mu ke penjara anak anak.." kutuk intan yg baru saja tiba di tempat tinggalnya bersama Fina.


"Apa yg dia curi dari kakak?" Tanya Fina yg duduk di sofa ruang tamu dengan sikap malas dan wajah yg lelah.


"Semuanya, dompet, hp, lencana dan bahkan harga diri kakak mu ini..."


"Apa...." Fina menatap intan dengan mata lebar yg penuh dengan kejutan.


"Entah ajian apa yg dia gunakan, tapi itu benar benar nyata. Kakak mu saat ini tidak mengenakan pakaian dalam." Intan bersandar lemah di sofa sambil menghela nafas tak berdaya. "Aku rasa dia salah paham pada ku dan mengira bahwa aku adalah Intel yg di tugaskan untuk mengawasinya. Dia pasti sedang dalam khasus dan sedang melarikan diri dari kejaran polisi."


"Kakak... Lalu ****** ***** mu.. tunggu...." Fina tiba tiba merasa seperti menerima pencerahan dan segera meraba selangkangannya.

__ADS_1


Pipi fina tiba tiba memerah dan dia langsung berteriak dengan kesal. "Wisnu brengsek... Bocil sesat sialan..."


"Ha ha ha ha ha..." Intan tiba tiba tertawa terbahak bahak melihat adiknya juga mengalami nasib yg sama dengannya.


Di sisi lain, saya sudah menyelesaikan semua proses serah terima dan segera menetap di apartemen yg baru saya beli.


Setelah itu saya berkunjung ke berbagi gym yg mengajarkan berbagai latihan bertarung seperti taekwondo, kick boxing, pencak silat, tinju, wushu, dll.


Saya berencana mengalokasikan 6 bulan waktu saya untuk mendalami setiap latihan bela diri ini dengan menyewa pelatih terbaik mereka agar bersedia memberi bimbingan di tempat tinggal saya.


Dan akhirnya rutinitas keseharian saya yg monoton segera di mulai.


Pagi latihan dasar tubuh dengan alat alat gym yg ada di apartemen.


Siang hari saya akan belajar pengetahuan pengetahuan terkini dari internet dan buku buku yg saya beli secara online untuk meningkatkan wawasan.


Dan di sore hari saya berlatih dengan pelatih pribadi saya yg berawal dari taekwondo selama enam bulan, setelah itu tinju 6 bulan lagi dan kick boxing dan seterusnya.


Semua stat saya juga perlahan meningkat dengan berbagai buah buahan ajaib yg meningkatkan stat yg saya dapat dari peti hadiah amesti.


Memasuki tahun ketiga, saya memulai aksi main hakim sendiri dengan memerangi preman preman dan geng geng pembuat onar di Jakarta untuk melatih keterampilan dan teknik bertarung saya.


Setiap malam selalu saja ada preman yg mati dengan mengenaskan karena saya.


Berita tentang pahlawan bertopeng yg membunuh para penjahat selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan semua orang.


Bahkan media sosial di penuhi oleh diskusi tentang pahlawan bertopeng yg menuai pro dan kontra.


Polisi sudah menggunakan berbagai cara untuk menangkap pahlawan bertopeng, tapi semua itu tidak pernah membuahkan hasil sama sekali.


Berbagai spekulasi muncul mengenai pahlawan bertopeng.


Bahkan ada yg menganggap bahwa pahlawan bertopeng sebagai jin atau khodam yg di utus oleh Tuhan allone untuk menegakkan keadilan.

__ADS_1


Tapi saya sebagai pelaku utama hanya tersenyum geli menyaksikan berita tersebut.


__ADS_2