JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 12


__ADS_3

"Bagaimana Roy? Apakah wanita yang aku inginkan bisa memenuhi undangan makan malam bersama dengan ku di kafe Xxx?" tanya Dino Sudajmico.


"Pasti, tuan muda Roy! Anura Larasati pasti datang memenuhi undangan makan malam bersama anda tuan! Anura Larasati tidak mungkin menolak anda tuan sebagai salah seorang pengusaha muda yang sukses dan memiliki pengaruh dalam industri perfilman di Indonesia," ucap Om Roy.


Dino Sudajmico hanya tersenyum sini di seberang sana. Sangat terdengar bahwasanya bahasa om Roy itu sangat menjilat. Orang-orang seperti Om Roy selalu dijumpai oleh Dino Sudajmico untuk mendapatkan muka yang baik di depan nya. Tentu saja ada maksud dibalik itu semuanya.


"Bagus, ini kabar yang sungguh membuat lega. Oke, aku akan mengirimkan guan malam untuk Anura supaya bisa dipakai Anura Larasati di acara makan malam bersama dengan ku nanti," sahut Dino Sudajmico bersemangat.


Begini lah kalau sudah berhubungan dengan orang kaya dan Sultan. Segala sesuatu nya serba sempurna. Makan malam yang mungkin hanya untuk privasi mereka berdua saja harus terlihat elegan dan romantis.


"Tapi tuan muda!" sahut Om Roy sebelum Dino Sudajmico memutuskan panggilan masuknya.


"Ada apa lagi, Roy?" tanya Dino Sudajmico.


"Sepertinya Anura Larasati tidak akan datang sendirian, tuan muda Dino! Anura Larasati akan mengajak asisten pribadi nya untuk menemani nya makan malam bersama dengan anda tuan muda," jelas Om Roy.


"Hem, itu tidak masalah! Aku bisa mengajak asisten pribadi ku juga di makan malam nanti. Jadi tidak masalah bukan?" sahut Dino Sudajmico dengan tersenyum.


Perbincangan melalui sambungan telepon itu akhirnya disudahi. Dino Sudajmico memanggil Zen ke ruangannya. Tidak lama Zen datang dengan membawa secangkir kopi hitam di tangannya.


"Tuan muda, ini kopi hitam buat anda!" kata Zen sambil meletakkan kopi hitam itu di depan Dino Sudajmico. Dino mengerutkan dahinya menatap kopi hitam yang masih berasap itu.


"Duduklah, Zen! Aku memanggil kamu tidak untuk menyuruh kamu membuatkan kopi hitam. Kadang-kadang kamu itu terlalu berinisiatif dan cerdas. Tapi tidak apalah, kebetulan saja aku juga sudah mulai mengantuk dan butuh kopi hitam ini," kata Dino Sudajmico seraya menyeruput kopi hitam buaatan Zen.


"Enak kan tuan muda? Saya selalu paham jika tuan muda pasti menyukai kopi buatan saya," sahut Zen dengan bangga.

__ADS_1


"Benar! Kopi buatan kamu sungguh nikmat. Tidak terlalu manis dan kekentalan kopinya juga pas. Tingkat kematangan air nya juga mantap. Sehingga kopinya menjadi matang. Luar biasa. Kamu mendapatkan penghargaan dari aku soal urusan kopi," canda Dino Sudajmico. Zen hanya terkekeh mendengar nya.


"Jadi sebenarnya ada masalah apa, tuan muda? Anda memanggil saya ke ruangan tuan muda," tanya Zen.


"Nanti malam aku akan mengajak kamu makan malam di kafe Xxx dan kamu tidak boleh menolak nya," ucap Dino Sudajmico. Zen melebarkan kedua matanya memandang Dino Sudajmico.


"Tuan muda! Kenapa anda mengajak saya makan malam di kafe romantis itu? Jangan-jangan selama ini anda mencintai saya kah? Apakah anda selama ini termasuk penyuka terong?" ujar Zen penuh curiga.


Dino Sudajmico dengan cepat memukul jidat Zen dengan pena nya. Tentu saja Zen seketika meringis kesakitan.


"Aku laki-laki normal, Zen! Aku mengajak kamu ke kafe itu lantaran aku sedang mendekati seorang wanita. Aktris yang sudah lama aku mengincar nya. Tapi baru ini aku memiliki peluang dan kesempatan mendekati nya lantaran wanita ini sekarang sudah menyandang status janda. Tapi wanita ini akan datang mengajak asisten pribadi nya. Tentu saja ini sangat mengganggu bukan? Makanya aku akan mengajak kamu supaya kamu bisa bersama dengan asisten pribadi wanita yang aku incar ini," jelas Dino Sudajmico.


"Bisa diatur, tuan muda! Tapi sebenarnya siapa wanita yang tuan muda incar selama ini?" sahut Zen.


"Anura Larasati? Istri dari mendiang Dewa, seorang aktor yang meninggal karena kecelakaan tunggal itu kan tuan muda?" jelas Zen.


"Benar!" jawab Dino Sudajmico singkat.


"Wah, susah mendapatkan hati wanita seperti dia, tuan muda! Selain dia tipe wanita setia, dia juga sangat pemilih dalam menentukan pengganti suami nya," kata Zen.


"Pelan-pelan dulu, Zen! Jangan buru-buru," sahut Dino Sudajmico dengan tersenyum sumringah.


"Oke, tuan muda! Saya akan mendukung anda!" kata Zen.


Anura Larasati bersama Fatika sudah menuju tempat yang dijanjikan oleh Dino Sudajmico.

__ADS_1


*****


Anura Larasati bersama Fatika sudah menuju tempat yang dijanjikan oleh Dino Sudajmico di kafe Xxx. Keduanya saat ini di dalam mobil yang sama dan Fatika lah yang menyetir nya. Sesekali Fatika melirik Anura yang mengenakan gaun malam yang cukup elegan namun terlihat sangat menawan ketika menempel di tubuh Anura. Betapa Fatika sangat iri melihat Anura yang selalu beruntung bertemu dengan para pria-pria dewasa dan matang dalam segi materi maupun sikap. Anura selama ini sering dipertemukan dan didekatkan dengan laki-laki yang bisa memanjakan wanita baik dari perhatian maupun terpenuhi segala materi. Dan sekarang ini Anura seperti mendapatkan bintang keberuntungan ketika mendapatkan undangan dari seorang laki-laki dewasa yang merupakan pengusaha muda yang dikenal memiliki pengaruh dan kekuatan di segala bidang. Siapa yang tidak mengenal Dino Sudajmico dalam lingkup media sosial bahkan di dunia bisnis. Dino Sudajmico lebih unggul dari pada Sultan.


"Fatika, kenapa lihatnya begitu amat sih? Apakah gaun malam yang dikirimkan oleh Pak Dino Sudajmico tidak cocok di badanku? Apakah terlalu terbuka?" tanya Anura mencoba kembali meneliti dengan penampilan nya malam ini.


"Tidak! Kamu sangat cantik dan seksi dengan gaun itu. Sebenarnya aku sangat iri kepada kamu Anura. Kamu selalu mendapatkan perhatian dari para laki-laki matang dan tampan. Yah, walaupun aku belum begitu jelas tampang Pak Dino Sudajmico. Secara langsung aku belum pernah ketemu secara face to face. Aku hanya melihat nya di medsos. Aku yakin, ketika ketemu dengan pak Dino Sudajmico nanti, aku bakal gemetaran karena kagum," ucap Fatika.


"Jangan terlalu berlebihan, Fatika. Aku pikir Pak Dino Sudajmico itu tidak kalah tampannya dengan mendiang suamiku Dewa. Aku rasa dia pasti kalah saing dengan Dewa jika diadukan soal akting," kata Anura.


"Ya ampun, Nona! Sampai kapan kamu selalu membandingkan dengan almarhum suami kamu itu, hah? Lagi pula Dewa dengan Pak Dino Sudajmico memiliki keahlian yang berbeda. Orang mengenal Dewa lebih menonjol di dunia Akting bukan di dunia bisnis. Sedangkan Pak Dino Sudajmico, orang mengetahui nya sebagai sosok laki-laki muda yang sukses di bidang usaha muda di tanah air. Anura, kamu seperti nya selalu mendapatkan kejatuhan dewi Kejora. sehingga selalu mendapatkan keberuntungan," kata Fatika. Anura yang mendengar ucapan Fatika malah cekikikan.


"Hahaha," Anura masih tertawa terpingkal-pingkal. Fatika menyipitkan matanya heran melihat Anura yang menertawakan dirinya.


"Kamu kenapa sih, Anura?" tanya Fatika yang masih belum menyadari kalau ucapan nya membuat Anura tertawa.


"Kalau aku mendapatkan dewi Kejora, yang ada terkena cekikan dan bantingan seperti kasus penyanyi dengan genre dangdut itu. Ah Fatika kamu selalu bisa membuat aku tertawa saja," sahut Anura.


"Jadi, tadi aku bilang apa sih? Dewi Kejora kah? Maksud aku dewi fortuna itu loh yang mendatangkan keberuntungan," ralat Fatika malu.


"Hahaha," Anura masih terkekeh saja. Sedangkan Fatika sudah mulai manyun bibir nya sambil menatap jalanan. Sampai akhirnya Fatika mulai mengarahkan mobil itu ke sebuah kafe sesuai undangan yang di tentukan oleh pak Dino Sudajmico melalui om Roy.


"Kita sudah sampai di kafe Xxx, Anura! Ayo kita turun!" ajak Fatika.


Kedua wanita itu turun dari mobil setelah Fatika memarkirkan mobilnya di area parkir di kafe itu. Keduanya melenggang masuk ke kafe dan mencari tempat duduk yang sudah dibooking oleh Pak Dino Sudajmico.

__ADS_1


__ADS_2