JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 41


__ADS_3

"Mas, anak kita perempuan mas," kata Anura. Beberapa perawat di sana ikut tersenyum melihat kebahagiaan pasangan suami istri tersebut.


"Selamat Pak! Bayi bapak sangat cantik sekali seperti ibu nya. Tapi untuk sementara waktu, adik bayi sedang di letakkan di ruangan khusus perawatan bayi terlebih dahulu. Sampai kondisi tubuh nya benar-benar stabil," jelas perawat itu. Sultan tersenyum lebar mendengar nya.


Kini Sultan ikut mengiringi Anura yang masih di atas brankar didorong oleh dua orang perawat menuju ke kamar rawat inap VVIP.


Sedangkan Bu Sebangun dan Pak Wisesa juga berjalan di belakang mereka. Semuanya dalam kebahagiaan dan keharuan karena operasi sesar itu berjalan dengan lancar.

__ADS_1


*****


"Apa? Kenapa bisa ada kejadian itu? Apakah keamanan dan penjagaan di rumah sakit ini tidak ada? Bisa-bisa nya ada penculikan bayi di rumah sakit, ini? Rumah sakit yang berstandar internasional, sampai kecolongan dengan keamanan nya," ucap Sultan dengan amarah yang meledak-ledak.


Bu Subangun dan juga pak Wisesa tentu saja ikut sedih dan penuh dengan kemarahan. Betapa tidak, cucu yang selama ini dinanti-nantikan telah diculik seseorang. Zionis , sang asisten pribadi nya Sultan yang juga ada di sana segera mengerahkan anak buah nya melacak keberadaan seseorang yang menculik bayi mungil putri nya Sultan dengan Anura.Zionis melihat rekaman CCTV-nya saat kejadian penculikan terjadi. Namun rekaman CCTV-nya mati di ruangan inkubator anak.


"Siapapun orang yang terlibat dalam penculikan ini, akan aku pastikan tidak akan lolos dari jeratan hukum," sahut Pak Wisesa geram. Dia sangat marah pada pelaku penculikan cucu nya tersebut. Bahkan cucu mya masih beberapa jam yang lalu lahir di dunia ini.

__ADS_1


Sementara itu Sultan berusaha menenangkan Anura yang sudah mengetahui bahwa bayi yang masih merahnya itu telah diculik seseorang. Anura tentu saja masih syok dengan kejadian ini. Bahkan jahitan operasi sayatan di bagian perut bawahnya itu belum juga kering. Namun bayi mungil nya yang masih merah tidak ada di dekatnya. Anura menangis tersedu-sedu tubuh nya terguncang setelah mengetahui bayi nya saat ini dibawa kabur oleh seseorang. Seseorang tersenyum diduga seorang wanita yang menyamar sebagai seorang perawat dengan mengenakan pakaian seragam putih.


"Tenangkan dirimu sayang? Semua sudah mencari di mana orang yang menculik bayi kita. Dan masalah inipun sudah aku laporkan kepada pihak yang berwajib. Selain orang-orang ku dan juga anak buah papa pun ikut turun bergerak mencari keberadaan putri kita," jelas Sultan.


"Menurut kamu siapa yang telah menculik putri kita mas?" tanya Anura.


"Entah lah, sayang! Saat ini kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa bukti," kata Sultan.

__ADS_1


Sultan meraih tangan Anura. Kondisi tubuh nya belum pulih secara keseluruhan. Dengan timbulnya masalah ini, Anura tentu saja menjadi shock. Dirinya tidak akan menyangka nya kalau ada seseorang yang tega menculik seorang bayi yang baru lahir


__ADS_2