JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 16


__ADS_3

Dino mengeringkan rambut Anura. Anura terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya. Anura melihat bayangan dirinya melalui cermin dari pantulan dirinya. Dia lalu melihat ke arah Dino yang dengan sabar dan telaten mengeringkan rambut basahnya. Anura sudah tidak malu lagi dengan Dino saat badannya basah kuyup dimasukkan di bathtub kamar mandinya dengan mengenakan pakaian nya. Setelah itu Dino dengan cekatan mencari handuk yang sudah tertata dan tersedia dengan rapi di lemari kamar mandi itu. Handuk kimono pun terpasang sudah di badan Anura.


"Maaf, aku tadi benar-benar tidak melihat kamu saat melepaskan pakaian basah yang melekat di tubuh kamu tadi kok. Aku benar-benar memejamkan mataku, loh!" ucap Dino yang saat ini mulai menyisir rambut Anura.


"Iya, terimakasih kamu sudah menolong aku. Dan juga tidak memanfaatkan situasi yang aku alami. Jika itu bukan kamu, mungkin aku .... " ucap Anura.


"Hai, kamu bicara apa? Kita ini teman bukan?" sahut Dino.


"Huum, terimakasih banyak tuan Dino," kata Anura.


"Hai jangan sungkan begitu dong! Panggil aku dengan nama tanpa embel-embel tuan. Oke?" sahut Dino.


"Oke, karena kita sudah berteman aku bisa memanggil kamu dengan kak Dino saja yah," kata Anura.


"Itu terdengar lebih manis dan akrab daripada harus pakai embel-embel tuan," ucap Dino.


"Sudah cukup, kak Dino! Ayo kita lebih baik keluar dan ngopi dulu! Kita sejak tadi di dalam kamarku. Nanti baby sitter dan pembantu ku mengira kita sedang apaan di dalam kamar,"ucap Anura.

__ADS_1


"Oke, oh iya! Aku dengar kamu masih memiliki anak bayi? Dimana dia?" tanya Dino.


"Nama nya Danan. Dia pasti sudah tidur di kamarnya ditemani oleh baby sitter nya. Sekarang sudah jam satu dini hari," sahut Anura.


"Benar juga! Kalau begitu aku bisa pulang. Kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?" tanya Dino. Anura menyipitkan bola matanya.


"Seharusnya kamu memang harus pulang. Karena kita bukan siapa-siapa. Takut ada fitnah jika kita berdua seperti ini, apalagi sampai larut malam seperti ini," kata Anura.


"Bukankah kita teman? Lagipula tadi kamu sedang tidak baik-baik saja bukan?" sahut Dino.


"Oke, sampai jumpa besok siang. Aku tunggu kedatangan kamu beserta asisten pribadi kamu untuk tanda tangan kontrak," ucap Dino. Anura menyipitkan bola matanya.


"Jadi saya diterima untuk memerankan tokoh di film garapan sutradara om Roy?" tanya Anura.


"Benar! Aku yakin kamu aktris yang memiliki bakat yang luar biasa," sahut Dino.


"Aamiin, kak Dino! Semoga tidak mengecewakan kak Dino dan saya akan berusaha semaksimal mungkin memerankan tokoh dalam film itu," kata Anura.

__ADS_1


"Aku yakin kamu akan menjadi aktris yang bersinar bintang nya. Kamu tidak akan mengecewakan kami karena kamu memiliki bakat itu," ucap Dino.


"Hehehe, kak Dino pandai sekali memuji saya. Nanti saya bisa besar kepala loh!" kata Anura seraya berjalan keluar dari kamarnya mengiringi Dino yang hendak pulang di jam dua dini hari.


"Sepertinya dingin sekali yah cuaca!" keluh Dino.


"Dingin yah? Tapi Kak Dino harus pulang loh! Saya akan tetap mengusir kak Dino dan karena saya tidak mengijinkan kak Dino bermalam di rumah saya," kata Anura.


"Walaupun aku tidur di teras rumah kamu ini?" tawar Dino.


"Iya, walaupun! Ayolah kak Dino, sana pulang!" ucap Anura seraya mendorong punggung Dino yang seperti nya sangat enggan untuk pulang dari rumah Anura.


"Hehe iya baik baik, aku pulang! Selamat istirahat, Anura!" kata Dino akhirnya sambil melambaikan tangannya.


"Hati-hati di jalan kak!" sahut Anura.


Dino segera masuk ke dalam mobilnya dan membunyikan klakson mobilnya. Mobil itu segera melesat kencang meninggalkan area rumah Anura.

__ADS_1


__ADS_2