JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 6


__ADS_3

"Aku kangen kamu, Ega! Oh iya, ini untuk kamu!" ucap Zionis seraya menyerahkan buket mawar itu kepada Ega. Ega berbinar matanya.


"Ih, gombal banget sih kamu, Zionis! Ayo masuk dulu!" ucap Ega. Zionis mengikuti apa kata Ega dan pintu apartemen itu kembali ditutup oleh Ega.


Sekarang Zionis tanpa dipersilahkan duduk oleh Ega, sudah terlebih dahulu duduk di kursi sofa yang panjang itu. Ingatan kini pada satu minggu yang lalu saat dirinya mengantarkan pulang Ega dari acara kencannya ke puncak villa. Namun saat dirinya mengantarkan Ega di apartemen nya, kembali peristiwa indah itu terjadi. Dirinya dan Ega kembali bercumbu dan melakukan penyatuan indah yang saling memberi dan menerima, saling memberikan rasa nyaman dan tenteram, saling membuat pasangan nya mendapatkan rasa nikmat dunia.


Zionis mengusap sofa panjang yang saat ini ia duduki. Sedangkan Ega menatap Zionis dengan penuh selidik dan pada akhirnya dirinya telah paham kalau Zionis saat ini sudah mulai ber traveling ke peristiwa satu minggu yang lalu. Tiba-tiba saja wajah Ega memerah jika mengingat kejadian itu. Seolah dengan weekend nya di atas puncak villa itu, mereka masih belum kenyang dan ingin tambah dan tambah lagi.


"Ehem!" Ega kini duduk di samping sofa di mana Zionis sedang duduk di sana. Zionis kini menatap tajam pada Ega. Namun sorot mata itu seperti sorot mata yang penuh harap. Sedangkan Ega sendiri menatap Zionis dengan pandangan penuh minat. Kini keduanya malah sama-sama cekikikan karena saling berpandangan.


"Kenapa? Kamu lihat nya seperti itu denganku?" ucap Ega malu-malu.


"Bukankah tadi aku sudah bilang kalau aku kangen kamu, Ega! Tapi hem, bagaimana kalau kita makan dulu. Oke?" ajak Zionis. Ega mengangguk setuju.


"Baiklah! Aku akan ambil kan piring dan sendok dulu yah! Oh iya kamu mau minum apa?" kata Ega.


"Air putih saja!" jawab Zionis. Ega segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke dapur untuk mengambil piring, sendok, dan juga air mineral. Sedangkan Zionis mempersiapkan makanan yang tadi ia bawa.


"Zionis! Aku ada satu botol minuman wine! Nanti setelah makan malam, kamu mau kan jika kita minum bersama?" teriak Ega sambil berjalan mendekati Zionis dengan membawa piring dan sendok nya. Setelah itu kembali mengambil gelas yang berisi air mineral.

__ADS_1


"Hem, aku tidak akan menolak jika di ajak minum bersama dengan kamu. Tetapi kamu harus tanggung konsekuensi nya yah jika aku tidak bisa pulang dan bermalam di apartemen kamu ini," ucap Zionis dengan memainkan bola matanya. Ega nyengir kuda.


"Wah, kamu hanya tersendiri saja. Apakah itu artinya kamu mencoba merayuku lagi supaya aku menemani kamu di apartemen kamu ini, Ega?" tambah Zionis menggoda.


"Bukankah kamu bilang kepada ku, jika kamu rindu aku kan? Aku sangat tahu apa yang kamu inginkan dari kata-kata rindu itu, Zionis!" sahut Ega sambil Mengerlingkan bola matanya.


"Benar! Kamu memang selalu paham apa yang sedang aku inginkan. Ayo lebih baik kita makan malam bersama, Ega! Ini kamu harus mencoba makanan yang aku belikan untuk kamu," kata Zionis.


"Tentu saja! Semua makanan yang kamu belikan untuk aku, aku akan memakan nya. Oke?" sahut Ega bersemangat.


Zionis dan juga Ega sama-sama menyantap makanan nya dengan lahap. Keduanya saling bercanda selayaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


Hari sudah berganti dan pagi itu langit terlihat cerah. Matahari sudah mulai mengintip di ujung awan cerah. Setidaknya cuaca di luar masih sangat cerah dengan gugusan awan yang rata berwarna putih kebiruan. Panas matahari pagi pun sudah terasa hangat di badan. Sinarnya itu sangat dibutuhkan bagi manusia. Orang-orang sudah berlalu lalang di jalanan menjalankan rutinitas nya. Ini sangat berbeda dengan sepasang kekasih yang masih berbaring malas di balik selimut tebal di atas peraduan kamar apartemen. Dia adalah Zionis dan juga Ega.


Semalam keduanya menghabiskan malam panjang bersama dengan sebotol wine minuman beralkohol tinggi. Setelah itu keduanya memadu kasih dalam irama yang saling bertaut dan memberi. Setidaknya mereka melakukan nya lebih dari satu kali permainan. Bahkan bisa sampai pagi. Zionis aji mumpung dengan waktu dan kesempatan yang ada. Jarang-jarang tuan muda nya memberikan dia ijin pergi sampai menginap seperti ini.


Tiba-tiba saja Zionis terbangun lantaran dikejutkan suara handphone nya dengan nada dering sebagai tanda panggilan khusus dari tuan muda Sultan. Walaupun mata Zionis masih menerjap-nerjap namun Zionis harus membuka matanya Lebar-lebar.


Ega yang masih memeluk Zionis dan tenggelam di bawah ketiak Zionis itu mulai mendongak kan kepalanya menatap Zionis yang mulai serius menerima panggilan telepon dari tuan mudanya.

__ADS_1


"Halo, tuan muda!" sapa Zionis ketika dia sudah menekan tombol hijau di panggilan masuknya. Namun suara laki-laki di seberang sana terdengar keras dan marah. Zionis sedikit menjauhkan ponsel nya itu dari telinga nya.


"Kau di mana, hah? Segera masuk kantor dan handle semua urusanku bertemu dengan pak Roy. Latina sedang sakit keras. Aku harus memeriksakan Latina ke rumah sakit!" perintah Sultan tanpa memberikan kesempatan bagi Zionis untuk bicara.


"Baik, tuan muda!" sahut Zionis. Sultan di seberang sana tanpa babibu menutup panggilan keluar nya.


"Mau ke kantor?" tanya Ega. Zionis mengecup kening Ega dengan lembut.


"Benar! Ayo, kita mandi bersama dan setelah itu kita berangkat ke kantor bersama," ucap Zionis lembut. Ega melihat jam di dinding kamar itu masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Biasanya dirinya kalau masuk ke kantor jam setengah delapan. Hari ini sebenarnya ingin meminta ijin saja. Namun karena Zionis mendesaknya, akhirnya Ega memutuskan untuk berangkat kerja.


"Janji hanya mandi saja kan?" tanya Ega. Zionis tersenyum menyeringai. Entah kenapa pusaka andalan Zionis selalu sopan dan hormat jika sudah dekat dengan Ega. Dia menuntut lebih dan lebih pada wanita seperti Ega.


"Ayo, kita harus segera sampai ke kantor karena tuan muda harus memeriksakan putrinya ke rumah sakit sedangkan ada pak Roy, klien tuan muda Sultan yang sudah membuat janji dengan tuan muda. Aku harus menggantikan nya," kata Zionis.


"Baiklah!" sahut Ega. Zionis dan Ega segera turun dari atas peraduan kamar itu dan berjalan menuju ke kamar mandi di ruangan yang sama.


Di kamar mandi suara percikan air shower terdengar gemericik dari luar. Namun tiba-tiba saja dari balik pintu luar kamar mandi itu terdengar suara laknat seorang laki-laki dewasa dan wanita dewasa yang penuh kenikmatan. Entah apa yang mereka lakukan di dalam. Bukankah mereka sudah sama-sama sepakat tidak melakukan kegiatan yang penuh kenikmatan itu lagi dan hanya benar-benar mandi saja? Namun kenapa kembali ada suara laknat itu?


Ah, mungkin saja mereka hanya mengingat kejadian waktu semalam saat melakukan kegiatan indah berdua itu sepanjang malam.

__ADS_1


__ADS_2