JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 42


__ADS_3

Aku Anura.


Kini aku masih berada di rumah sakit karena habis menjalani operasi pengangkatan bayi di rahimku alias cesar. Aku sangat bahagia bisa melahirkan bayi mungil yang katanya berjenis kelamin perempuan. Namun aku tidak pernah mengira kalau di rumah sakit ini keamanan nya kurang ketat. Kenapa bayi mungil dan cantik ku bisa diculik oleh seseorang? Apakah ada orang dalam yang terlibat dalam penculikan ini? Kenapa sangat tega sekali menculik bayi mungil ku yang masih merah. Bayi mungil ku masih memerlukan air susu ku. Dia masih butuh pelukan hangat ibu nya. Kenapa sangat tega menculik bayiku. Tentu saja aku tiba-tiba menjadi gila saat mendengar bayi yang baru saja menghirup udara di dunia ini tidak ada di dekatku.


*****


Sementara itu di tempat lain, Dino Sudjatmiko saat ini telah memandangi bayi mungil yang masih merah itu. Di dalam box bayi perempuan itu terlihat bayi mungil sedang diam dan tertidur. Dino Sudjatmiko menatap bayi itu sambil tersenyum.


"Baiklah! Aku akan merawat kamu sampai tumbuh dewasa. Kelak aku akan membuat heboh dunia dengan kecantikan kamu, nak! Aku adalah ayah kamu, nak! Bukan Sultan! Ingat itu!" ucap Dino Sudjatmiko seraya mengusap pipi bayi mungil itu dengan penuh kasih sayang.


Dino Sudjatmiko meraih tubuh bayi mungil itu lalu menggendong nya.


*****


Dua puluh tahun kemudian.


"Ayah, selamat ulang tahun ayah! Semoga ayah panjang umur dan sehat selalu," ucap seorang gadis belia yang usianya kira-kira dua puluh tahun.


Pria itu sudah terlihat banyak uban dan banyak keriput di wajahnya. Namun sisa wajah tampan saat muda nya masih terlihat jelas. Ditambah badannya masih terlihat segar dan kuat. Pria itu kurang lebih berusia lima puluh tahunan.


"Nadine, putri ku yang cantik! Terimakasih, sayang," sahut pria dewasa itu seraya menyambut pelukan gadis yang disebut namanya dengan Nadine.


"Ayah, saatnya ayah menikah dengan tante Mila. Sudah bertahun-tahun lama nya, masak ayah hanya berpacaran saja dengan tante Mila. Kasihan tante Mila tidak dinikahi oleh ayah," ucap Nadine.

__ADS_1


"Sayang, rasanya ayah belum sanggup jika harus memutuskan menikah," sahut pria dewasa yang dipanggil dengan ayah itu. Dia adalah Dino Sudjatmiko. Benar! Nadine adalah putri dari Anura dan Sultan yang telah diculik oleh Dino Sudjatmiko.


"Kenapa, ayah? Ayah harus menikah. Apakah ayah masih teringat dengan bunda? Sudahlah, ayah! Bunda sudah tenang di sana. Ayah harus kembali menikah. Ayah juga harus bahagia, bukan?! Kasihan tante Mila yang harus menunggu ayah untuk menikahi nya," urai Nadine.


Dino Sudjatmiko memeluk Nadine dengan penuh kelembutan dan hangat. Wajah Nadine benar-benar seperti Anura. Karena obsesi nya terhadap Anura, Dino Sudjatmiko sampai menculik putrinya. Beberapa tahun ini, Dino Sudjatmiko sampai bersembunyi dan tinggal di Australia. Supaya keberadaan nya sulit ditemukan oleh Sultan.


"Halo, mas Dino! Selamat ulang tahun!!" ucap tante Mila yang tiba-tiba datang sambil membawa kue ulang tahun untuk Dino Sudjatmiko. Nadine dan juga Dino Sudjatmiko tersenyum lebar saat tante Mila datang.


"Tante Mila! Aku pikir, tante lupa kalau ayah hari ini ulang tahun," kata Nadine.


"Tentu saja tidak dong, sayang!?" sahut tante Mila. Kini tante Mila mendekatkan kue ulang tahun itu di dekat Dino Sudjatmiko.


"Ayo, sayang! Tiup lilin nya dan berdoa lah dan apa keinginan kamu dalam dekat ini," ucap Mila. Dino tersenyum lebar lalu mulai memejamkan matanya setelah nya meniup lilin di atas kue ulang tahun yang sudah dinyalakan.


*****


Di rumah kediaman Sultan.


"Bunda, bunda!!" teriak seorang laki-laki remaja yang kira-kira usianya delapan belas tahun. Laki-laki itu masih mengenakan seragam sekolah menengah atas. Dengan langkah lebarnya, anak laki-laki itu mencari bunda nya di dapur.


"Bunda!! Bunda masak apa sih? Sepertinya sangat enak," ucap anak laki-laki dengan seragam sekolah menengah atas.


"Masak sup buntut, ayo kita makan siang bersama yuk!" ajak bunda. Wanita yang sudah terlihat sedikit ada keriputan di wajahnya itupun mulai menyiapkan hidangan makanan di atas meja.

__ADS_1


"Hem, kelihatannya sangat lezat!" ucap laki-laki remaja itu. Dia bernama Nathan. Dia adalah anak laki-laki dari pasangan Anura dengan Sultan.


"Ayo, kita makan duluan. Ayah kamu pasti pulang malam lagi. Oh iya, kok kamu pulang lebih cepat sayang?! Biasanya jam setengah tiga baru pulang," kata Anura.


"Di sekolah sedang ada rapat, bunda!" sahut Nathan.


"Oh, begitu! Ayo kita nikmati hasil masakan bunda," ajak Anura yang kini sudah mengambilkan piring dengan nasi untuk Nathan, putra nya.


*****


"Hore, ayah tidak bohong kan, kalau setelah menikah dengan tante Mila kita akan kembali ke Indonesia?" tanya Nadine. Dino Sudjatmiko dan tante Mila hanya saling pandang lalu mengangguk pelan.


"Wah, kalau begitu kita rayakan pesta pernikahan ayah dengan tante Mila dua kali saja. Di negara ini dan di negara Indonesia, bagaimana?" sahut Nadine.


"Nadine, bagi tante, sudah menikah dengan ayah kamu sudah cukup. Tidak perlu heboh-heboh lagi untuk mengadakan pesta besar-besaran. Lagipula, usia kita sudah tidak lagi muda. Malu kalau bikin pesta, benar kan sayang?!" ucap Mila.


"Hahaha, benar!" sahut Dino Sudjatmiko.


"Siapa bilang kalau ayah dan tante Mila sudah tua? Ayah dan tante Mila terlihat masih muda. Sama-sama tampan dan cantik, kok!" ucap Nadine.


"Sudah lah, no pesta-pesta. Kami yang terpenting sudah resmi menjadi suami istri. Bukan begitu, Mila?" kata Dino Sudjatmiko.


"Iya, sayang! Yang penting kita bisa enak-enak dan berbulan madu ke tanah air," ucap Mila. Dino Sudjatmiko memeluk Mila dengan penuh kelembutan. Nadine yang masih berada di sana hanya menutup matanya, menggoda ayah dan tante Mila.

__ADS_1


"Cie, cie, cie.. aku juga mau cepat-cepat menikah ah," ucap Nadine.


__ADS_2