JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 43


__ADS_3

Hari minggu pagi ini Nadine ingin berkeliling kota. Sudah satu minggu ini Nadine bersama ayahnya Dino Sudjatmiko beserta mama tirinya, Mila sudah memutuskan menetap ke tanah air. Sudah sekian lama Nadine dan ayahnya Dino Sudjatmiko menetap di Austria. Sampai akhir ayahnya bertemu dengan tante Mila hingga mereka berpacaran lama dan baru baru ini ayah Dino Sudjatmiko memutuskan menikahi tante Mila.


Jangan lupa yah, di sini sebenarnya Nadine ini adalah anak kandung dari Anura dan Sultan yang telah diculik oleh Dino Sudjatmiko. Setelah berbagai upaya Sultan dan juga keluarga Wisesa mencari bayi merah yang telah diculik seseorang itu, tidak lama akhirnya Anura kembali mengandung dan lahirlah Nathan. Dan sekarang Nathan berumur delapan belas tahun. Dia adalah adik dari Nadine.


Jadi urutan anak-anak Sultan dan Anura yaitu Tinira, Danan, Nadine dan Nathan. Tinira, anak kandung dari Latina dan Zainal. Danan, anak kandung dari Anura dan Dewa. Sedangkan anak kandung Anura bersama dengan Sultan adalah Nadine dan Nathan.


Sudah hampir dua puluh tahun, Anura dan Sultan belum menemukan putri nya yang telah diculik saat masih bayi.


Saat ini Nadine ditemani oleh Ayu. Ayu sendiri adalah anak kandung Zen dan Fatika. Ingat Zen dan Fatika kan? Zen adalah dulunya adalah asisten pribadi Dino Sudjatmiko dan Zen lah yang selama ini meng-handle semua perusahaan milik Dino Sudjatmiko selama Dino Sudjatmiko memutuskan bersembunyi dan pindah ke Australia. Sedangkan Fatika sendiri dulu nya adalah asisten pribadi Anura saat masih menjadi aktris dan model. Namun sekarang ini Anura total meninggalkan dunia akting dan model itu.


Kini duduk sambil menikmati makanan berat dan minuman dinginnya, Nadine dan juga Ayu masih di dalam pusat perbelanjaan di kota. Setelah mereka berjalan-jalan sembari shoping akhirnya memutuskan beristirahat sambil makan dan minum di kafe itu.


Di mall itu cukup ramai karena hari libur. Tidak jauh dari tempat duduk mereka ada dua laki-laki yang sama-sama tampan menikmati makanan nya. Sejak tadi Ayu memperhatikan dua pria muda yang sama-sama memiliki ketampanan itu. Air liurnya sampai menetes saking terpesona dan kagum atas ketampanan nya.


"Ayu!? Kamu sejak tadi lihat apa sih?! Lihat air liur mu sampai menetes gitu," ucap Nadine seraya melihat netra Ayu tertuju ke arah mana.


"Itu lihat lah di meja paling ujung sendiri. Dua pria tampan yang masih muda itu. Sudah tampan, body nya keren banget," kata Ayu.


"Hem, yang mana sih? Yang pakai kaos putih itu? Dia mah anak sekolahan. Mungkin juga masih sekolah menengah atas," ucap Nadine.


"Nah benar! Tapi laki-laki yang satu nya seperti nya sudah matang umurnya. Wah aku rasa mereka berdua kakak beradik deh. Kalau kamu mau kakak nya, aku rela kok sama adiknya walaupun usianya masih muda," kata Ayu.


"Astaga Ayu!? Hehehe, kamu ini!?" sahut Nadine.


Ayu dan Nadine melihat ke arah dua laki-laki muda yang diduga kakak beradik itu. Tiba-tiba dua laki-laki itu sadar kalau sejak. tadi dilihatin terus oleh gadis cantik Nadine dan Ayu.


"Eh?? Mereka melihat kita Nadine!? Eleh eleh mereka melemparkan senyuman nya ke arah kita. Samperin yuk!?" ucap Ayu mulai heboh.

__ADS_1


"Idih, ogah ah!? Kamu saja yang samperin mereka!? Aku mah gengsi!? Masa cewek duluan yang deketin," sahut Nadine.


*****


"Hai aku Danan dan ini Nathan adikku! Boleh bergabung di meja ini kan?" ucap laki-laki. muda yang menyebut dirinya dengan nama Danan.


Nadine dan Ayu tersenyum ramah menyambut kedua nya.


"Eh?? Silahkan!? Aku Ayu dan ini Nadine!?" sahut Ayu tanpa malu. Danan dan Nathan ikut duduk satu meja dengan Nadine dan Ayu. Mereka berempat akhirnya mulai berkenalan dan mulai ngobrol semakin akrab. Hingga saling tukar tukaran nomer WA masing-masing.


"Jadi Nathan masih sekolah menengah atas yah?" tanya Ayu.


"Kamu pikir aku sudah tua, tante?" sahut Nathan sewot. Ayu menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Selama mereka berbincang-bincang, Nathan lah yang paling cuek dan kurang ramah dengan Nadine dan juga Ayu. Danan lah yang tipe laki-laki yang suka bergaul.


"Oh iya, kalau begitu kami cabut dulu yah!? Sepertinya adik ku sudah mulai boring," kata Danan sambil berdiri dari duduk nya.


"Kita cabut juga yuk!?" ajak Nadine.


"Hem, katanya kamu mau nonton film?" sahut Ayu.


"Ah malas ah! Lain kali saja!" kata Nadine.


*****


Setelah perkenalkan itu Nadine dan juga Danan lebih sering komunikasi melalui aplikasi WA di ponsel nya. Mereka semakin akrab dan saling memberikan perhatian.


Seperti malam ini, Nadine terlihat senyum-senyum sendiri sambil chatingan dengan Danan. Tanpa Nadine sadari ayahnya Dino Sudjatmiko dan mama Mila memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang sedang bahagia nih!" ucap Dino.


"Bukan mas!? Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta dan berbunga-bunga!?" sambung Mila.


"Eh?? Ayah, Mama!? Eh em eng.. eng enggak kok!?" sahut Nadine yang tiba-tiba memerah wajahnya karena kepergok mama dan ayahnya senyum-senyum sendiri sambil membalas pesan chat dari Danan.


*****


Semakin hari keakraban Nadine dan Danan semakin terjalin. Bahkan mereka juga mulai berani berkencan. Sampai akhirnya antara Danan dan Nadine sepakat jadian dan berpacaran. Hal itu belum diketahui oleh Ayu, teman Nadine. Hingga Nadine sendiri memberitahukan nya sendiri pada Ayu saat Ayu bertandang ke rumah Nadine bersama papa mama nya, Zen dan Fatika.


"Apa? Kamu dengan Danan sudah jadian? Ah, yang benar kamu Nadine?!" ucap Ayu dengan suara cempreng nya.


"Heem, Ayu!? Maaf yah kalau aku juga langsung menerima saja saat Danan mengajak aku pacaran dan Danan bilang kalau dia sudah mulai menyukai aku," kata Nadine.


"Astaga Nadine!? Aku patah hati, Nadine!? Padahal aku loh yang duluan ngincer Danan daripada kamu," ucap Ayu.


"Maaf, Yu!? Habis pesona dan ketampanan Danan membuatku sulit untuk menolak nya saat dia mengajak jalan dan berpacaran dengan aku," kata Nadine serius.


"Hehehehe, oke oke, aku maafkan deh!? Tapi kamu harus mentraktir aku dong karena sudah jadian dengan Danan," ucap Ayu.


"Siap!? Kapan? Kalau cuma mentraktir kamu makan saja aku masih sanggup, Yu!" sahut Nadine.


Nadine dan Ayu saat ini sedang di dalam kamar Nadine. Mereka berdua akhirnya ngobrol panjang lebar dan menceritakan soal Danan. Ayu pun mendesak pada Nadine soal kencannya bersama dengan Danan.


"Masak kalian belum saling berciuman sih?" tanya Ayu seperti tidak percaya.


"Ayu, itu belum kami lakukan Yu!? Sumpah!? Paling hanya saling bergandengan tangan saja kok," kata Nadine jujur. Ayu yang mendengar itu semua nya hanya menertawakan Nadine. Gaya berpacaran mereka masih seperti anak baru gede.

__ADS_1


__ADS_2