JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 8


__ADS_3

Mobil Sultan berhenti di depan gerbang rumah Anura. Sultan masih diam dan ragu untuk turun dari mobilnya. Pandangan nya ke bangunan rumah mewah dengan tanaman yang asri banyak bunga angrek dan juga tanaman hias. Latina sudah tidak sabar melihat ayahnya tidak juga bergeming dari tempat duduknya.


"Ayah, ayo kita turun dari mobil! Kita masuk ke dalam!" ajak Latina sambil turun dari mobil itu diiringi oleh pengasuh Latina, suster Dina. Sedangkan Sultan masih juga diam di dalam mobil. Latina bersama dengan suster Dina sudah menuju ke penjaga rumah itu.


"Om, mau ketemu dengan tante Anura!" ucap Latina. Satpam penjaga rumah itu segera bertanya kepada Latina.


"Nama adik siapa?" tanya satpam penjaga rumah itu. Satpam penjaga rumah itu memang baru saja kerja jadi tidak ingat dengan Latina.


"Latina, om! Bilang saja dengan tante Anura kalau Latina sudah kangen dengan tante Anura," ucap Latina dengan suara khas anak kecil.


"Siap! Tunggu dulu yah!" sahut satpam penjaga rumah itu seraya melangkah ke pos jaga untuk menghubungi tuan rumah melalui pesawat telepon seluler. Tidak berapa lama kemudian satpam penjaga rumah itu kembali mendekati Latina yang menunggu bersama dengan suster Dina.


"Adik boleh masuk! Tante Anura ada di dalam kok!" ucap satpam penjaga rumah itu seraya membukakan gerbang rumah itu lebar-lebar.


"Terimakasih, om! Oh iya om, ayah saya masih di depan dan membawa mobil," kata Latina.


"Baik, nona kecil! Silahkan kalau mobilnya diparkir di dalam," sahut satpam penjaga rumah itu.


"Suster Dina, Latina boleh minta tolong mbak suster tidak?" tanya Latina.


"Boleh! Apa yang bisa suster kerjakan?" tanya suster Dina.


"Begini mbak suster! Ayah pasti malu untuk masuk ke dalam dan turun dari mobil. Bilang saja kalau tante Anura sudah menyuruh ayah masuk ke dalam," kata Latina.


"Oh, begitu! Siap! Mbak suster akan bilang dengan tuan muda Sultan supaya memarkirkan mobilnya ke dalam juga," kata suster Dina lalu berjalan keluar gerbang mendekati mobil Sultan yang terparkir di depan gerbang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Di depan teras sudah berdiri seorang wanita yang cantik sambil menggendong bayi anak laki-laki melihat kanan dan kiri lalu berteriak memanggil Latina.


"Latina, sayang! Ayo masuk ke dalam!" teriak Anura. Latina bergegas berlari kecil mendekati panggilan Anura tanpa memperdulikan bahwa badan nya sedang tidak enak badan.


"Tante Anura! Latina kangen!" ucap Latina lalu terlihat menghambur memeluk tubuh Anura yang sedang menggendong Danan, bayi mungilnya.


"Loh, kamu sakit yah sayang?" ucap Anura sambil memegang dahi Latina.


"Latina kangen tante dan juga adik Danan. Tante lama sekali tidak main ke rumah ayah Sultan," ucap Latina dengan manja.


Mobil Sultan berhenti dan diparkir kan di halaman rumah. Kaca samping mobil itu tertutup lalu tidak lama kemudian Sultan turun dari mobil itu. Latina dan juga Anura melihat ke arah Sultan yang berjalan menghampiri keduanya sambil membawa paper bag yang berisi kue yang tadi di belinya. Sedang kan suster Dina mengikutinya dengan membawa bubur ayam dengan obat milik Latina.


"Eh, ayo kita masuk semuanya!" ajak Anura yang sedikit gugup dengan adanya Sultan.


"Ayo ayah, kita masuk ke dalam!" ajak Latina sambil menarik tangan Sultan masuk ke dalam rumah.


"Anura! Ini ada kue buat kamu!" ucap Sultan sambil meletakkan kue yang tadi ia beli saat perjalanan menuju ke rumah Anura. Anura tersenyum dan berujar.


"Terimakasih banyak, mas Sultan! Oh iya mas Sultan mau minum apa? Hem, kamu mau minum apa sayang?" ucap Anura yang saat ini memangku Latina sedangkan Danan kini di gendong oleh baby sitter Danan..


"Aku kopi saja kalau ada, Anura! Sedangkan Latina air hangat saja. Tadi pagi Latina demam tinggi. Kita habis periksa ke dokter anak. Oh iya, Latina makan dulu yah lalu minum obatnya," ucap Sultan.


"Oh, iya Latina sayang! Badan kamu masih anget loh sayang! Ayo makan dulu! Atau tante yang menyuapi kamu?" kata Anura. Latina mengangguk cepat dan manja. Sedangkan Sultan terlihat tersenyum lebar melihat kedekatan antara keponakan dan tante itu.


Bubur ayam yang tadi di beli saat perjalanan menuju ke rumah Anura tadi kini telah di siapkan ke mulut Latina. Latina terlihat senang ketemu dengan tantenya, Anura.

__ADS_1


"Kata Latina, dia kangen sama kamu Anura! Jadi dia sampai demam," cerita Sultan. Fatika yang baru datang langsung berdehem.


"Ehem! Yang kangen ayahnya atau putrinya? Atau dua-duanya?" goda Fatika yang baru datang dan masih berdiri mematung di dekat pintu utama rumah itu. Anura melotot matanya mendengar ledekan dari Fatika. Sedangkan Sultan hanya nyengir kuda.


"Fatika, ayo duduk gabung dengan kami!" kata Sultan ramah.


"Heem, ada makanan apa ini? Kalau soal diajak makan aku selalu tidak akan menolaknya," sahut Fatika.


"Fatika, bagaimana? Apakah kamu sudah ketemu dengan pak Roy atau pak Alex?" tanya Anura.


"Sudah! Bahkan aku langsung bisa ketemu dengan produser film nya langsung! Saat ini sudah berlangsung audisi untuk tokoh-tokoh untuk pemain film garapan Pak Roy. Besok pagi kamu harus ikut audisi, Anura untuk mengambil peran utama wanita protagonis," kata Fatika. Sultan mengerutkan dahinya mendengar bahwa Anura akan kembali bekerja sebagai aktris.


"Kamu akan kembali ke dunia akting lagi, Anura?" tanya Sultan. Anura mengangguk cepat.


"Kenapa? Apakah kamu butuh uang, Anura? Baga dengan Danan, putra kamu? Danan masih bayi dan sangat butuh kamu. Sedangkan untuk menjadi aktris terkadang sampai ngelembur dan menghabiskan waktu. Apalagi jika harus mengambil lokasi film di luar kota," ucap Sultan yang sejatinya tidak menyukai jika Anura kembali terjun ke dunia aktris atau akting.


"Nah, ndengerin tuh Anura! Aku juga sudah bilang dengan Anura dan memberikan masukan padanya tetapi Anura bersikeras untuk tetap kembali ke dunia akting," jelas Fatika. Anura yang mendengar bahwa Fatika juga mengadukan hal ini kepada Sultan hanya menjulurkan lidahnya.


"Aku harus sibuk, mas Sultan! Aku akan kesepian jika di rumah terus. Apalagi jika melihat Danan aku seperti melihat Dewa. Aku harus pelan-pelan mengobati rasa kehilangan ini. Ini terlalu cepat dan mengejutkan hati," ucap Anura dengan suara parau. Fatika dan Sultan tentu saja tahu kalau saat ini Anura kembali sedih. Saat suasana serius seperti itu Latina mengusap air mata Anura yang jatuh.


"Tante Anura, jangan menangis! Ayah Sultan akan kembali membuat tante Anura tersenyum bahagia. Latina sangat yakin itu," ucap Latina dengan polosnya. Fatika melihat Sultan dan Anura silih berganti.


"Eh?" Sultan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Latina, ayo tante antar bermain bersama Danan dulu yuk! Biar ayah dan tante Anura berbicara berdua dulu,"kata Fatika seraya mengambil Latina yang sejak tadi duduk di atas pangkuan Anura.

__ADS_1


" Fatika, biar saja Latina di sini. Bubur ayamnya belum juga habis ini dan setelah ini Latina harus minum obat," ucap Anura.


"Biar aku saja yang menyuapi Latina dan setelah itu meminumkan obat buat Latina yah. Ayo, sayang!" ajak Fatika seraya menggandeng tangan Latina menjauh dari ruangan tamu yang menyisakan Sultan dengan Anura.


__ADS_2