
Di perusahaan Dino Sudjatmiko. Di ruang kerja nya.
"Zen, bagaimana kabar Fatika istri kamu yang sedang ngidam itu?" tanya Dino Sudjatmiko.
"Yah begitu lah, tuan muda! Saya harus ekstra sabar untuk menghadapi istri saya yang sedang hamil itu. Kalau tidak, saya bisa tidur diluar kamar dan tidak mendapatkan jatah," sahut Zen.
"Hahaha! Bagaimana rasanya ketika menjadi suami dan istri kita sedang hamil muda? Rasanya aku ingin sekali merasakan itu, Zen!" ucap Dino Sudjatmiko.
"Coba saja menikah secepatnya, tuan! Pilih satu wanita-wanita cantik yang selama ini mengejar anda! Anda jangan lagi terpaku pada nona Anura saja. Nona Anura sekarang bahkan sudah menikmati hidupnya bersama laki-laki lain. Kenapa anda harus menyiksa diri anda bertahan dengan satu wanita itu. Yang jelas-jelas sudah menjadi istri orang lain," ucap Zen.
__ADS_1
"Zen, cinta ini tidak bisa dipaksakan. Dan menikah bagi aku seumur hidup sekali. Aku tidak mungkin menikah dengan sembarangan wanita. Apalagi wanita itu tidak aku cintai. Aku masih yakin kalau Anura adalah jodoh aku kelak," kata Dino Sudjatmiko.
"Ya ampun! Bangunlah tuan Dino Sudjatmiko! Sadar dari mimpi anda! Sekarang nona Anura sudah menjadi milik orang. Berhenti berharap lagi," sahut Zen geram.
"Zen, aku sudah menemukan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh Sultan. Di mana dialah yang menyebabkan kecelakaan Dewa, suami dari Anura itu," ucap Dino Sudjatmiko.
"Hah? Benarkah tuan?" sahut Zen.
"Hem, sampai kapan anda terobsesi dengan Anura, tuan? Saya takut anda akan depresi jika tidak bisa mendapatkan apa yang anda inginkan," kata Zen.
__ADS_1
"Hahaha kamu jangan mengkhawatirkan aku, Zen! Aku juga bisa nekat melakukan apa saja jika usaha dengan cara benar tidak akan berhasil lagi. Aku bisa melarikan dan menculik Anura serta menyembunyikan nya di pulau terpencil. Siapapun tidak akan bisa menemukan nya. Dengan di pulau itu, aku akan memaksanya menjadi istriku dan menikah dengan ku sampai aku memiliki anak dari Anura. Kamu tahu kan, Zen. Aku akan menyiapkan rencana itu. Semua sudah aku persiapkan hanya untuk bersama dengan, Anura. Wanita yang benar-benar aku cintai," jelas Dino Sudjatmiko.
"Haduh, baiklah! Saya dukung rencana itu. Jika pulau kecil itu yang akan menjadi tempat terakhir bagi anda untuk mewujudkan semua impian anda. Saya akan menyiapkan semuanya," kata Zen.
"Jika aku sudah di pulau terpencil itu dan hidup bersama dengan wanita ku. Kamulah yang meng-handle perusahaan di sini. Sesekali aku akan kembali ke kota ini. Namun kita harus memastikan Anura tidak bisa melarikan diri dari pulau itu. Sebelum dia benar-benar bisa aku miliki seutuhnya tanpa paksaan lagi. Dan aku juga harus bisa membuat Anura memiliki anak keturunan ku," urai Dino Sudjatmiko dalam angan-angan nya.
"Baik, baik tuan muda! Semoga rencana anda akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan anda!" kata Zen.
"Kenapa? Kamu meragukan kekuatan ku, Zen?" tanya Dino Sudjatmiko.
__ADS_1
"Bukan, begitu tuan muda! Hanya saja tuan Sultan juga tidak bisa dianggap remeh dalam urusan ini. Dia pun juga memiliki kekuatan yang tidak kita duga," kata Zen.
"Hem, aku tidak takut dan tidak akan menyerah! Aku pastikan, dia tidak akan mencium rencana kita untuk menculik Anura dan kita sembunyikan di pulau kecil itu. Walaupun aku nanti juga sering ke kota ini untuk mengurus perusahaan. Aku pastikan Sultan tidak akan curiga dengan kita," ucap Dino Sudjatmiko.