
"Mbak, titip Danan dulu yah mbak! Mungkin mulai hari ini aku akan kembali bekerja setelah menandatangani kontrak perjanjian. Jangan lupa kasih susu asi nya yang sudah banyak aku simpan di freezer selain susu formula nya. Entar keterusan minum susu formula terus jadi gak mau minum susu asi ku yang aku letakkan di kantong-kantong itu. Tinggal di rendam dengan air hangat saja sebelum diminumkan oleh Danan," jelas Anura.
Anura memang suka memompa air susu nya di kantong-kantong supaya saat dia pergi, mbak baby sitter nya tetap kasih asi dengan Danan. Selain itu sudah banyak stok kantong-kantong asi Anura simpan di freezer. Sehingga Anura tidak khawatir lagi jika harus pergi- pergi meninggalkan Danan.
"Baik non Anura," sahut mbak baby sitter nya Danan.
"Ayo, Fatika! Kita sudah ditunggu kak Dino di kantor nya," tambah Anura lagi pada Fatika yang sejak tadi duduk menunggu di ruang tengah sambil minum teh tarik dan cemilan. Namun Fatika tiba-tiba menyipitkan bola matanya saat mendengar Anura menyebut tuan muda Dino dengan panggilan kak Dino.
"Kak Dino? Sejak kapan kamu memanggil tuan muda Dino dengan panggilan kak Dino?" tanya Fatika mulai curiga.
__ADS_1
"Hem, sejak tadi malam!" jawab Anura singkat dan jelas.
"Apakah kalian setelah pulang makan malam dari kafe itu, menghabiskan malam panjang bersama?" tuduh Fatika. Anura melotot matanya dengan sempurna.
"Kak Dino pulang kok! Dia tidak bermalam dan menginap di sini kok! Sekarang gantian aku yang bertanya kepada kamu, Fatika. Semalam kemana kamu bersama dengan Zen?" sahut Anura. Fatika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh, itu itu aku dengan Zen. Ah sudahlah aku masih malas menceritakannya pada kamu, Anura," kata Fatika.
"Eh, ini tidak ada hubungan dengan semua itu. Ini urusan pribadi aku dengan Zen. Sedangkan tanda tangan kontrak itu demi karir kamu untuk menjadi aktris kembali," kata Fatika.
__ADS_1
"Kalau aku tidak ambil kontrak, itu artinya bonus kamu gak ada bukan? Soal uang sebenarnya aku tidak ada masalah, Fatika. Aku hanya ingin sibuk saja dan move on dengan Dewa. Itu saja! Kalau aku di rumah terus aku bisa gila. Apalagi wajah Danan benar-benar sangat mirip dengan Dewa," ucap Anura.
"Ya sudah, lebih baik kita berangkat dulu! Aku janji, nanti saat perjalanan aku ceritakan semua nya pada kamu deh. Tapi kamu jangan meledek dan bahkan merendahkan aku yah, Anura! Kamu janji kan?" ucap Fatika. Anura menyipitkan bola matanya.
"Aku menjadi curiga deh, dengan apa yang kamu lakukan dengan Zen. Jangan-jangan kalian.. .. " gumam Anura.
"Anura! Jangan begitu yah! Aku melakukan semua nya tanpa aku pikirkan masak-masak. Aku seperti terbawa suasana dan rasanya sangat sulit menolak nya," kata Fatika.
"Hah, apa? Jadi??" Anura tentu sangat terkejut.
__ADS_1
"Ayo, kita berangkat dan jalan! Nanti aku ceritakan dengan detail awal muka kejadiannya," kata Fatika seraya menarik tangan Anura keluar dari rumah Anura. Anura sempat berteriak dengan baby sitter Danan yang sedang keluar dari kamar Danan.
"Mbak, aku berangkat! Titip Danan yah mbak!" teriak Anura seraya mengikuti Fatika yang menarik tangannya keluar menuju pintu rumah itu.