JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 21


__ADS_3

Sultan memeluk tubuh Anura dari arah belakang. Sedangkan Anura masih menangis meneteskan air matanya karena Sultan benar-benar tidak perduli dan tetap melancarkan aksinya menodai Anura. Sultan memeluk bahu Anura dan mengusapnya lembut.


"Hai, jangan nangis dong sayang! Apakah tangisan kamu karena kamu merasakan kurang puas atas semua sentuhan ku, hem? Baiklah aku akan kembali membuat kamu merasakan nikmat dan enak itu. Oke,"ucap Sultan dengan nakalnya.


Betapa terkejutnya Anura saat semua yang dikatakan oleh Sultan kini benar-benar dibuktikan oleh Sultan. Kembali Sultan berada di bawah dan mulai melebarkan kedua kaki. Anura. Setelah nya apa yang terjadi membuat Anura kembali tidak bisa berkutik lagi karena Sultan sudah mengobrak-abrik bagian sensitif milik Anura.


"Sultan, kamu biadab... ka.. ka.. kamu jahanam!" umpat Anura. Sultan yang mendengar makian dari mulut Anura itu tidak mengindahkan nya. Bahkan dirinya semakin bersemangat membuat Anura tidak berdaya dengan permainan nakal jari dan lidahnya di bagian inti nya.


Dalam ketidakberdayaan itu, Anura memanggil nama Dino Sudjatmiko dalam hati sampai beberapa kali. Dia saat ini butuh dia. Saat ini Anura butuh pertolongan Dino Sudjatmiko.


"Kak Dino, tolong aku! Tolong aku kak Dino!" batin Anura saat Sultan semakin nakal membuat dirinya dan tubuh nya berguncang hebat.


Namun sejak dari tadi Anura meminta tolong dalam hati, orang yang diharapkan datang menolong nya tidak kunjung tiba. Kini Anura benar-benar sudah dalam kungkungan Sultan, mantan suaminya itu. Peluh keringat bercucuran dari dahi Sultan saat dirinya sudah bekerja keras.


"Kamu tahu sayang! Aku ingin membuktikan kalau aku bukanlah laki-laki mandul. Aku akan menanamkan benih ku ke dalam rahim kamu, sayang! Setelah itu kamu tidak akan bisa menjauh dari aku. Kamu akan aku miliki seutuhnya sayang. Aku akan membuktikan kepada mama kalau aku tidak mandul. Dan ternyata kamu pun tidak mandul juga. Kamu sudah membuktikan nya dengan Dewa kalau kamu bisa mengandung anaknya bukan?" kata Sultan masih terus menerus mengguncang tubuh Anura yang sudah pasrah tanpa pemberontakan lagi.

__ADS_1


Saat buliran air mata itu deras menetes di kedua sudut mata Anura, Sultan semakin bersemangat melakukan kegiatan intens itu. Anura menatap wajah laki-laki yang dulu pernah menjadi suaminya itu. Walaupun laki-laki itu sesekali masih membawa memori indah dalam kehidupan Anura. Namun luka yang pernah digoreskan dalam hati Anura tidak mudah Anura lupakan. Benar! Walaupun masih ada sisa rasa cinta dan perasaan itu. Namun bukan berarti Sultan bisa memaksakan dirinya menikmati keindahan milik Anura sekarang ini. Anura bukan lagi istri maupun kekasih nya. Tetapi Anura adalah wanita masa lalu nya. Obsesi dan keinginan untuk merebut kembali Anura membuat Sultan nekat memaksakan diri menghisap madu manis itu. Tentu saja sudah bertahun-tahun lamanya, Sultan tidak pernah merasakan nya dan menikmatinya setelah perceraian itu ditambah Anura menikah kembali dengan almarhum Dewa.


"Anura, sayang! Aku mencintai kamu, sayang! Tolong jangan membenci aku setelah ini," ucap Sultan setelah menuntaskan kegiatan intens itu. Tentu saja dirinya sudah mencapai puncak tertinggi dalam kepuasan gerakan indah yang sudah ia lakukan walaupun itu dia dapatkan dengan memaksa diri Anura.


"Kau pikir, setelah kamu menikmati semua nya, aku akan menerima kamu kembali dan merubah keputusan aku untuk menjadi istri kamu? Tidak, mas Sultan! Aku sudah tidak mau menjilat kembali semua ludah yang sudah aku buang. Aku tidak akan menjilat kembali. Ingat itu!" ucap Anura dengan bergetar bibir nya karena marah. Namun Sultan semakin memeluk Anura dari belakang tubuh nya. Anura berguncang tubuh nya karena benar-benar tidak menyangka kalau mantan suaminya telah merendahkan dirinya dengan nekat memaksakan dirinya untuk meneguk madu miliknya.


"Sayang! Anura sayang! Aku minta maaf! Tolong Terima aku! Jangan lagi dendam. Oke?" kata Sultan. Kini Sultan mulai mengecup punggung Anura yang masih terbuka karena mereka masih sama-sama polos tanpa sehelai benang. Pakaian keduanya berserakan entah kemana-mana. Dan itu karena ulah Sultan yang memaksakan dirinya memperdayai mantan istrinya itu.


kembali Sultan tanpa perasaan menyingkapkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Anura. Dengan lihai Sultan kembali melakukan kegiatan itu tanpa memperdulikan perasaan Anura yang sedih dan kecewa terhadap dirinya.


"Aku hanya ingin anak dari kamu, Anura sayang! Aku akan memiliki kamu seutuhnya setelah ini. Aku yakin kita akan hidup bahagia setelah mendapatkan kehamilan kamu," ucap Sultan.


"Hahaha kamu tidak mungkin melakukan itu sayang! Aku tahu kamu, Anura! Aku tahu kamu adalah wanita baik. Ibu yang baik tidak akan tega membunuh bayinya sendiri," ucap Sultan yang saat ini sudah mulai di atas tubuh Anura. Kembali tubuh Anura berguncang menerima serangan dari Sultan tanpa ampun. Kembali air mata itu mengalir di kedua sudut mata Anura.


"Anura, sayang! Aku mencintaimu sampai kapanpun. Aku rindu segala-galanya dari kamu. Kamu sudah menjadi candu bagiku sayang! Jadi, jangan lagi menjauh dan lari dari aku. Uh Anura sayang! Anura, ayo balas aku! Balas semuanya, sayang!" ucap Sultan sembari melakukan gerakan intens. Dan Anura seperti boneka yang hanya mampu diam tanpa ingin menikmati kegiatan itu.

__ADS_1


*****


Sultan menyiapkan makanan dan minuman di meja. Saat ini kedua orang laki-laki dan wanita dewasa itu masih di villa pribadi milik Sultan. Sengaja Sultan melarikan dan menyembunyikan Anura di tempat itu supaya dirinya bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan nya. Tujuannya adalah memiliki sepenuhnya Anura dan supaya Anura hamil. dari benih-benih yang ia tanam.


Sudah satu hari keduanya bersama di villa itu. Sultan masih memaksakan diri merenggut madu kenikmatan yang dimiliki Anura.


"Ayo kamu harus makan sayang! Kamu tidak boleh sakit!" kata Sultan sambil menikmati makanan nya. Namun berbeda dengan Anura yang belum bergeming dengan semuanya. Makanan itu tidak disentuh nya. Anura benar-benar frustasi dengan apa yang dia alami.


"Ayo sayang! Makanlah!" kata Sultan lagi. Anura menatap tajam ke wajah Sultan. Tiba-tiba saja Anura menjadi sangat membenci laki-laki di depannya itu. Rasanya menjijikkan sekali jika mengingat tindakan nya yang kasar dan memaksa itu.


Sultan sudah menyelesaikan makannya. Kini dia berinisiatif menyuapi Anura.


"Ayo makan, sayang!" ucap Sultan masih dalam kelembutan. Namun Anura membungkam mulut nya dan tidak mau makan.


Sultan menarik nafasnya mencoba bersabar. Kini serta merta Sultan menahan tengkuk leher Anura dan merangkum pipinya.

__ADS_1


"Jangan memaksa aku untuk bersikap kasar, Anura! Ayo buka mulut kamu! Atau kamu ingin aku menyuapi kamu melalui mulut aku?" ancam Sultan. Kedua mata Anura melotot tajam. Akhirnya mau tidak mau dia harus membuka mulut nya daripada harus bersentuhan lagi dengan mulut laki-laki yang menjijikkan di depannya itu.


"Nah, jadilah wanita yang penurut seperti ini! Ini lebih manis, sayang!" ucap Sultan kembali menyuapi nya dengan makanan di mulut nya.


__ADS_2