JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 32


__ADS_3

Suasana pesta pernikahan antara Anura dan juga Sultan sangat meriah. Banyak tamu undangan yang hadir dari kalangan aktris maupun pebisnis. Tentu saja teman-teman yang mengenal pengantin pria maupun wanita ikut menghadirkan pesta pernikahan itu untuk mengucapkan selamat bagi mempelai. Walaupun pernikahan itu bukan kali pertama bagi mereka berdua, namun pernikahan itu bagi Sultan dan juga Anura seperti memulai kembali semua nya dari nol atau awal.


Berbagai media meliput acara itu secara eksklusif. Banyak tamu yang memenuhi undangan hadir di pesta pernikahan yang spektakuler itu. Dino Sudjatmiko pun datang dengan menggandeng seorang wanita cantik yang diduga adalah seorang aktris.Dengan langkah pasti dan percaya diri, Dino Sudjatmiko menggandeng wanita cantik mendekati sang mempelai.


"Selamat, tuan muda Sultan!" ucap Dino Sudjatmiko.


"Terimakasih, tuan Dino Sudjatmiko berkenan memenuhi undangan pesta pernikahan kami," sahut Sultan.


"Tentu saja saya datang di hari kebahagiaan dan kemenangan anda ini, tuan Sultan. Lagipula saya juga ingin melihat pengantin wanita nya mengenakan gaun pengantin yang indah," ucap Dino Sudjatmiko. Sultan tersenyum saja mendengar nya.


"Tapi ingat, tuan Sultan! Tunggu kejutan dari saya setelah ini," bisik Dino Sudjatmiko sambil mendekati telinga Sultan. Sultan mengerutkan dahinya.


"Saya tunggu kejutan dari anda tuan Dino Sudjatmiko? Saya ingin tahu, rencana apa lagi yang akan anda lakukan untuk merebut istri saya," balas Sultan berbisik ke telinga Dino Sudjatmiko.


Dino sendiri tersenyum sinis mendapati tantangan dari Sultan. Kini Dino menggeser badannya beralih mengucapkan selamat pada Anura yang hari ini sangat cantik. Make up yang tipis tidak mengurangi kecantikan Anura yang kulit wajahnya sudah halus lembut.


"Selamat, sayang! Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu ada pada kamu," ucap Dino Sudjatmiko sambil menjabat tangan Anura lalu punggung tangan itu diciumnya. Netra Dino Sudjatmiko tidak lepas dari wajah cantik wanita yang saat ini di depannya.


"Terimakasih, kak Dino! Mau datang ke pesta pernikahan kami," kata Anura sambil melirik ke arah Sultan, yang kini sudah resmi menjadi suaminya kembali.


"Tentu sayang, aku tidak akan melewatkan wajah cantik kamu saat berdandan seperti ini. Cantik banget sih, kamu," ucap Dino Sudjatmiko. Tiba-tiba saja Dino nekat mendekati wajah Anura dan mencium pipi kanan dan kiri nya sambil membisikkan sesuatu.


"Tunggu aku, sayang! Sebentar lagi kamu akan berada di dekatku," bisik Dino Sudjatmiko. Mata Anura melebar saat Dino membisikkan itu padanya. Seolah itu adalah ancaman bagi Anura dan juga Sultan. Anura melirik ke arah Sultan yang melotot matanya menyaksikan adegan ciuman itu. Anura berusaha membuat tenang Sultan dengan meraih pergelangan tangannya dan mengeratkan tangannya dengan tangan Sultan.


Senyum seringai kini hadir dari sudut bibir Dino Sudjatmiko. Kini dengan cuek melenggang meninggalkan panggung itu sambil menggandeng wanita yang ia bawa ke pesta pernikahan itu. Sedangkan Sultan sudah mencari keberadaan Zionis. Zionis yang duduk bersama dengan Ega sang kekasih langsung mendekati tuan muda nya, Sultan.

__ADS_1


"Ada apa tuan? Seperti nya anda terlihat sangat gelisah," ucap Zionis sang asisten pribadi yang serba bisa.


"Benar! Sepertinya tuan Dino Sudjatmiko tidak akan pernah menyerah ingin merebut istriku. Dia benar-benar sudah sangat terobsesi dengan Anura. Kau awasi semua gerak-geriknya. Anak buahnya pun cukup banyak. Pastikan keamanan istri ku selalu kamu pantau selama nanti Anura mengikuti kegiatan syuting film nya," kata Sultan pada Zionis yang saat ini mendekati sang pengantin. pria. Anura kini mulai duduk di kursi pelaminan.


"Baik tuan muda!" sahut Zionis. Dia kembali ke tempat duduk nya di mana Ega duduk sendiri di sana.


"Ada apa, Zionis?" tanya Ega.


"Biasa urusan pria dewasa," jawab Zionis sedapatnya. Ega hanya bisa mencubit pinggang Zionis. Zionis meringis karena menahan sakit.


*****


Di kamar pengantin.


Sultan dan Anura sudah melepas semua pakaian dan gaun yang dikenakan saat acara pesta berlangsung. Mereka sudah mengganti pakaian mereka dengan baju tidur. Anura duduk di depan kaca rias kembali membersihkan sisa-sisa make up di wajahnya.


"Hem, sekarang mas?" tanya Anura.


"Iya dong!" sahut Sultan.


"Tapi sepertinya seharian ini kita gak sempat makan berat deh, mas! Bagaimana kalau kita makan dulu, mas?" ucap Anura.


"Astaga kasihan sekali istriku ini. Hem, baiklah aku akan memesankan makanan untuk kamu," sahut Sultan.


"Terimakasih, mas! Oh iya mas, mau lihat anak-anak mas, sudah bobok belum?" kata Anura.

__ADS_1


"Video call saja yah, sayang?" ucap Sultan memberikan penawaran.


"Hem itu lebih baik, mas! Daripada tidak!" kata Anura. Sultan menghubungi baby sitter yang mengurus Danan dan juga Latina. Namun tidak juga diangkat.


"Tidak diangkat, sayang!" kata Sultan.


"Jam berapa sih sekarang?" tanya Anura.


"Sekarang baru jam dua belas malam, sayang!" jawab Sultan.


"Anak-anak sudah bobok. Dan Mbak baby sitter sitter pun sudah kelelahan," tambah Sultan.


"Ya ampun, baru jam dua belas malam. Kamu bilang baru, mas?" sahut Anura. Sultan tersenyum sambil kembali merengkuh tubuh istrinya. Kini kedua netra mereka saling beradu. Pandangan mata Sultan sangat berminat dengan wanita yang sekarang ini sudah menjadi istrinya kembali.


"I love you sayang! Semoga perbuatan ini yang terakhir bagi kita untuk memulai kembali kehidupan rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Terimakasih sudah menerima aku kembali menjadi suami kamu, sayang!" ucap Sultan.


Sultan merangkum kedua pipi Anura dan mulai mengecup keningnya. Anura memejamkan matanya menikmati kecupan itu.


"I love you to, mas!" sahut Anura. Sultan mendekap istrinya itu sambil mengusap puncak kepalanya. Sesaat Anura menikmati kedamaian dari dada bidang suaminya. Pelan-pelan Sultan menggiring Anura ke atas peraduan pengantin yang sudah dihias berbagai bunga mawar yang warna - warni. Anura pasrah sudah menjadi wanita milik Sultan seutuhnya. Betapa dia tidak boleh menolak lagi saat suami nya meminta haknya. Dan dirinya wajib menyerahkan semua jiwa raga dan hatinya untuk suaminya. Berusaha melepaskan bayangan masa lalu dan laki-laki lain yang pernah hadir dalam hidup Anura.


"I miss you Anura, sayang! Kamu adalah istriku, belahan hatiku, candu bagiku," bisik Sultan ketika sudah merebahkan tubuh Anura di atas peraduan. Kini kedua bibir mereka menyatu. Namun sebelum Sultan melakukan lebih dari itu suara bel pintu masuk berbunyi.


"Sial!" umpat Sultan.


"Hehehe dia pelayan hotel yang mengantarkan makanan untuk kita, mas!" ucap Anura.

__ADS_1


"Benar! Kita tunda yah sayang!" kata Sultan dalam kekecewaan tingkat akut.


__ADS_2