JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 24


__ADS_3

Zionis asisten dari Sultan kini sudah berada di villa. Kedatangannya ke villa adalah karena sudah beberapa hari ini Sultan tidak ke perusahaan. Sedangkan Zionis ingin mendapatkan tanda tangan dari pimpinan perusahaan yaitu Sultan.


Saat ini Sultan masih di dalam kamar. Sudah hampir satu jam Zionis menunggu di ruangan tengah. Tetapi Sultan belum keluar-keluar dari dalam kamarnya. Tentu saja di dalam masih ada Anura. Zionis sudah sangat bosan menunggu. Apakah samar-samar dirinya mendengar suara merdu dari dalam kamar itu yang membuat dirinya menjadi membayangkan sesuatu yang cabul.


"Jadilah wanita ku selamanya, sayang! Tetapkan hati kamu hanya untuk aku saja. Jangan lagi berpaling dari aku untuk laki-laki lain lagi. Karena akulah laki-laki yang paling mencintai kamu di dunia ini dengan ketulusan. Percaya lah akan semua itu," ucap Sultan membisikkan pelan ke dekat telinga Anura sambil mengusap dengan lembut pipi Anura yang lembut.


Saat ini Anura sudah tertidur dan memejamkan matanya karena sangat kelelahan. Pengaruh obat yang mengandung Afrodisiak yang masukkan ke dalam minuman Anura membuat syarat-syaraf otak Anura menjadi menggila ke arah mesum. Libido nya semakin meningkat. Sehingga hanya sedikit sentuhan tangan dari Sultan, Anura semakin menggila. Akhirnya apa yang diinginkan Sultan terjadi, Anura selalu mendominasi permainan dan menguasai Sultan di atas peraduan.


"Mungkin saja aku sangat jahat karena aku begitu licik memperdaya kamu, sayang! Tapi percayalah! Aku melakukan ini karena aku benar-benar sangat mencintai kamu. Aku menginginkan kamu mengandung keturunan ku. Aku ingin menjadikan kamu sebagai wanita satu satunya dalam hidupku. Dan aku tidak akan rela jika kamu dimiliki oleh laki-laki manapun," kata Sultan sambil mengusap rambut indah dan lurus milik Anura.


"Kamu tahu, Anura sayang! Akulah yang membuat Dewa meninggal. Kecelakaan itu terjadi karena akulah yang merencanakan dan menyebabkan nya. Tapi semua aku lakukan karena aku tidak rela jika kamu dimiliki oleh laki-laki lain, Anura! Aku tidak akan ikhlas, kamu tersenyum bahagia dengan laki-laki lain dan bukan dengan aku," ucap Sultan mengakui segalanya.


Benar! Dewa meninggal dunia karena kecelakaan. Dan setelah itu Anura menjadi janda setelah melahirkan Danan. Di saat Anura sudah merasakan kebahagiaan bersama dengan Dewa. Dirinya harus dipisahkan dengan Dewa dalam sebuah kematian. Saat itu benar-benar seperti petir di siang bolong. Anura tidak pernah menyangka jika kebersamaan nya dengan Dewa hanya sebentar saja.


Sultan mencium kening Anura. Kedua mata itu masih terpejam. Senyuman lebar Sultan terlihat jelas karena bisa dengan puas dan leluasa memandang wajah wanita yang ia cintai.


"Banyak wanita-wanita cantik di dunia ini, Anura! Tapi aku hanya memilihmu. Kamulah yang selalu bertengger di hatiku. Kamulah obsesi aku. Kamulah semangat itu. Dan aku tidak mau yang lain melainkan hanya dengan kamu saja, sayang!" ucap Sultan sambil mengecup bibir Anura dengan lembut.


Keduanya masih polos di balik selimut putih tebal di kamar itu. Sultan kembali mendekap Anura dalam tidur nya. Namun tiba-tiba saja suara ribut-ribut terdengar di luar kamar. Sultan terkejut dan turun dari tempat tidur itu. Sultan segera memakai celana dan kaos oblongnya. Diambilnya senjata api yang ia simpan rapi di dalam tas nya.


"Siapa yang datang dan berani merusak momen indah ku?" gumam Sultan. Namun sebelum Sultan membuka pintu kamarnya, pintu itu telah didobrak Dua orang. Dua pria itu adalah Dino Sudjatmiko bersama dengan Zen. Sedangkan Zionis sang asisten pribadi Sultan sudah tumbang di bawah lantai tidak sadarkan diri.


"Anura!" teriak Dino yang mendapati Anura di atas tempat tidur. Anura terbangun dan menerjab-nerjab matanya melihat sekelilingnya.


"Kak Dino!" gumam Anura.

__ADS_1


Betapa Dino sangat terkejut dengan semua yang telah di lihatnya. Dino tidak akan menyangka jika Anura sudah dalam jeratan Sultan, laki-laki yang merupakan mantan suami Anura. Hati Dino hancur berkeping-keping mendapati wanita yang dicintai nya sudah berada dalam genggaman pria lain. Mungkin saja sebelumnya mereka berdua sudah melakukan hubungan yang lebih dekat seperti suami istri atau kekasih.


"Zen, kau urus pria itu! Dia benar-benar sangat menjijikkan! Dia telah memperdaya Anura. Aku tahu semua ini bukan keinginan Anura," ucap Dino dengan suara bergetar. Tatapan kedua matanya tidak terlepas dari menatap tajam ke arah Anura yang hanya berbalutkan selimut putih di badannya.


"Siapa kalian! Bahkan aku tidak pernah menyinggung kalian! Tapi kalian datang dan merusak ketenangan dan kesenangan aku dengan wanita ku di tempat ini," ucap Sultan.


Bug.


plak.


Dak.


"Itu untuk kamu laki-laki yang suka memperdaya wanita dengan tipu muslihat. Laki-laki menjijikkan!" kata Zen. Zen menyerang Sultan dengan tamparan, pukulan serta tendangan. Demikian halnya Sultan tidak tinggal diam membalas serangan Zen. Sedangkan Dino kini dengan cepat menolong Anura dengan mencarikan pakaian nya.


"Dino!" gumam Anura dengan air mata yang sudah berkaca dan rasanya dia benar-benar sangat hina dan menjijikkan sebagai seorang wanita.


"Cepatlah sayang! Kita tidak ada waktu! Cepat pakai pakaian kamu dan kita tinggalkan villa ini serta ikutlah dengan aku," kata Dino. Anura mengenakan pakaian nya di balik selimut putihnya.


"Sepertinya aku harus menghabisi kalian dengan ini!" ancam Dino dengan menodong kan pistol nya ke arah Sultan.


"Eh??" Sultan terkejut bukan main karena dirinya saat ini sudah tidak berkutik oleh Dino. Kini Sultan pun mengeluarkan senjata apinya dan mengarahkan nya pada Dino. Antara Dino dengan Sultan sama-sama membawa senjata api dan sama-sama mengarahkan ke lawan masing-masing. Namun tanpa disangka nya Zionis telah menyerang Dino hingga senjata api Dino terlempar jauh. Senyum kemenangan kini terukir di sudut bibir Zionis. Zionis segera membekukan Dino Sudjatmiko.


"Zionis! Ikat pria itu!" perintah Sultan sambil mengarahkan pistolnya ke pelipis Zen.


"Baik tuan muda!" sahut Zionis. Setelah mengikat tangan Dino kini Zionis beralih ke Zen. Kini Dino dan Zen sama-sama terikat dan tidak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


"Sial!" umpat Dino Sudjatmiko.


"Maaf, tuan muda! Kita salah perhitungan," ucap Zen.


"Mas Sultan!" gumam Anura.


"Anura! Cepat kemari!" perintah Sultan. Anura bimbang dengan perintah Sultan. Namun jika Anura tidak menuruti kemauan Sultan, bisa-bisa Zen dan Dino akan ditembak mati oleh Sultan.


"Non Anura!" gumam Zen.


Anura pelan-pelan berjalan mendekati Sultan. Dan setelah nya Sultan menarik tangan Anura meninggalkan tempat itu. Sedangkan Dino dan Zen berusaha melepaskan ikatan tangan dan kaki nya.


"Zionis cepat lah! Tinggalkan mereka! Biar anak buah kita nanti yang akan mengurus mereka di sini,"


Sultan membawa Anura meninggalkan villa itu dan diikuti oleh Zionis dengan mobil yang berbeda. Sedangkan Dino dengan Zen masih berusaha melepaskan ikatannya dan ingin mengejar Sultan yang telah membawa kabur Anura.


"Sial! Aku tidak menyangka jika Sultan dan asistennya tidak bisa diremehkan," ucap Dino Sudjatmiko.


"Kalau tahu seperti ini, kita menyerang mereka dengan beberapa anak buah kita," ujar Dino Sudjatmiko penuh penyesalan.


"Tuan muda! Di luar masih ada Fatika!" kata Zen. Baru saja mereka berkata, Fatika datang dengan berlari.


"Tuan Dino! Kak Zen!" ucap Fatika tiba.


"Cepat lepas ikatan kami, Fatika! Kita harus mengejar laki-laki breeengsek itu! Anura masih bersama dengan nya," kata Dino. Fatika dengan cepat melepaskan ikatan Dino dan juga Zen.

__ADS_1


__ADS_2