JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 40


__ADS_3

Sultan turun dari mobilnya dan memutari nya ke samping untuk membukakan pintu samping di mana Anura duduk. Dengan penuh kelembutan dan hati-hati mengajak Anura turun dari mobil itu.


"Ayo sayang! Kita pesan semua makanan dan minuman yang kamu inginkan," ucap Sultan seraya menggenggam tangan Anura masuk ke rumah makan bernuansa nusantara itu.


Benar saja! Saat makanan dan minuman itu telah tersaji di atas meja mereka, Anura sangat lahap menikmati hidangan itu. Sultan yang melihat Anura makan banyak hanya tersenyum lebar. Sultan memaklumi perubahan selera makan Anura yang lagi meningkat drastis karena semua lantaran Anura lagi berbadan dua.


"Ayo habis kan makanan nya sayang?!" ucap Sultan. Anura terlihat pipi nya penuh dengan makanan. Sultan yang menyaksikan Anura makan seperti anak kecil yang sudah sangat kelaparan itu hanya tersebut saja.


"Mas! Mas juga makan dong! Jangan lihatin aku saat makan," ucap Anura.


"Iya sayang! Tapi lihat kamu makan dengan lahap seperti itu, rasanya perut ku tiba-tiba menjadi kenyang," kata Sultan.


"Hem, ayo dong mas! Mas Sultan juga harus makan," rengek Anura.


"Eh iya, iya! Aku makan yah sayang!" sahut Sultan.

__ADS_1


*****


Drama ibu ngidam masih terus bergulir memberikan cerita yang lucu dan menarik bagi Sultan. Bagi Sultan itu bukan lah masalah karena dirinya sebentar lagi akan mendapatkan keturunannya dari rahim seorang wanita yang ia cintai yaitu Anura.


Sembilan bulan telah terlewati dan kini perut Anura sudah semakin membuncit. Sembilan bulan lebih kini pasangan suami istri itupun menantikan hari-hari yang indah yaitu kelahiran sang buah hati.


Di sisi lain, Dino Sudjatmiko telah menyusun rencana untuk mengacaukan segala kebahagiaan pasangan suami istri tersebut. Setelah satu rencananya gagal untuk menjebloskan dalam penjara Sultan karena kasus sabotase terhadap kecelakaan Dewa. Namun bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Dino Sudjatmiko tidak valid dan tidak berdasar serta terkesan mengada-ada. Sehingga tuntutan itu mentah begitu saja dan Sultan terbebas dari segala tuduhan itu, di mana dirinya sebagai dalang penyebab kecelakaan suami Anura yang terdahulu.


*****


Bu Sebangun dan Pak Wisata juga ikut berdoa semoga menantunya itu lancar dalam melalui operasi sesar nya. Dan ini adalah cucu pertama yang benar-benar asli keturunan nya. Setelah sekian tahun akhirnya mereka mendapatkan seorang cucu yang benar-benar dari garis keturunan nya.


Bu Sebangun dan Pak Wisesa terlihat saling berpandangan dan ikut merasakan kegelisahan karena pintu ruangan operasi itu masih tertutup dan belum terbuka. Sultan pun juga terlihat masih dengan wajah tegang dan panik nya menanti pintu ruangan operasi itu kembali dibuka.


Akhirnya penantian mereka telah tiba. Dari luar suara tangis bayi jelas terdengar melengking. Itu tandanya operasi sesar sebentar lagi akan selesai. Tim medis sudah bisa mengeluarkan sang jabang bayi dari rahim Anura.

__ADS_1


"Mama, papa apakah itu suara tangis anakku?" tanya Sultan yang terlihat berkaca-kaca mendekati mama papa nya. Bu Sebangun dan Pak Wisesa saling berpandangan lalu melemparkan senyuman nya.


"Semoga saja, nak! Itu adalah anak kamu. Semoga istri dan adik bayi baik-baik saja. Semoga operasi berjalan lancar dan tidak ada kendala," ucap bu Sebangun. Pak Wisesa mengusap punggung Sultan.


"Kita tunggu sebentar lagi yah, Sultan! Semoga kita mendapatkan kabar gembira itu," sahut Pak Wisesa. Sultan memeluk papa nya dalam keharuan dirinya benar-benar akan menjadi seorang ayah dari anak keturunan nya sendiri.


Tidak lama kemudian pintu operasi itu dibuka dan keluarlah beberapa orang dengan mengenakan pakaian serba putih. Beberapa perawat kini telah mendorong brankar yang di atasnya Anura. Kini Anura akan dipindahkan ke kamar rawat inap. Sultan menghambur mendekati istrinya yang di dorong menuju kamar rawat inap.


"Sayang?!" ucap Sultan.


"Mas, anak kita perempuan mas," kata Anura. Beberapa perawat di sana ikut tersenyum melihat kebahagiaan pasangan suami istri tersebut.


"Selamat Pak! Bayi bapak sangat cantik sekali seperti ibu nya. Tapi untuk sementara waktu, adik bayi sedang di letakkan di ruangan khusus perawatan bayi terlebih dahulu. Sampai kondisi tubuh nya benar-benar stabil," jelas perawat itu. Sultan tersenyum lebar mendengar nya. Kini Sultan ikut mengiringi Anura yang masih di atas brankar didorong oleh dua orang perawat menuju ke kamar rawat inap VVIP.


Sedangkan Bu Sebangun dan Pak Wisesa juga berjalan di belakang mereka. Semuanya dalam kebahagiaan dan keharuan karena operasi sesar itu berjalan dengan lancar.

__ADS_1


__ADS_2