
Sultan sudah membawa Anura ke dokter spesialis kandungan. Benar, dugaan Sultan jika istrinya itu kini telah hamil dan mengandung benih nya. Sepanjang perjalanan Sultan merasakan kebahagiaan itu. Betapa sejak dari dulu, dia mendambakan seorang anak dari rahim istrinya.
Di dalam mobil itu, Sultan senyum-senyum terus. Sedangkan Anura masih teringat akan suatu hal mengenai bukti-bukti yang menunjukkan bahwasanya kecelakaan Dewa adalah akibat perbuatan seseorang yaitu Sultan yang menyuruh orang untuk merusak rem mobil milik Dewa.
"Sayang, kamu ingin apa? Aku akan memenuhi semua permintaan kamu," ucap Sultan.
"Tidak ada, mas! Aku masih bimbang memikirkan semuanya," kata Anura masih terlihat sedih.
"Maksudnya, kamu masih memikirkan bukti-bukti yang menunjukkan kalau sebenarnya kecelakaan yang terjadi pada Dewa semua nya karena perbuatan seseorang. Dan semua nya mengarah kepada ku?" sahut Sultan.
"Dalam hal ini aku harus mempercayai siapa mas? Aku menjadi sedih dan mulai berpikir, apakah semua nya benar?" kata Anura.
"Astaga, Anura! Seharusnya kamu percaya aku dong sayang! Mereka hanya ingin menyalahkan aku. Mereka ingin mengkambinghitamkan aku. Supaya apa? Supaya kamu membenci aku dan pada akhirnya kamu kembali meminta pisah dengan aku. Setelah kita berpisah, orang yang merasa diuntungkan di sini siapa? Pasti laki-laki yang masih mengincar kamu. Walaupun sekarang dia sudah tahu kalau kamu menikah dengan aku. Laki-laki itu tidak perduli," ucap panjang lebar Sultan.
__ADS_1
"Seharusnya kamu percaya aku, sayang! Aku suami kamu sekarang. Bahkan sekarang ini akulah ayah dari anak yang sudah kamu kandung sekarang," sambung Sultan.
"Iya, mas! Maafkan aku, mas! Seharusnya aku mempercayai kamu dan tidak mudah percaya dengan semua hal yang bisa membuat hubungan kita menjadi retak lagi," kata Anura.
"Nah, begitu dong! Kalau seperti itu kan aku menjadi lega, sayang!" sahut Sultan.
Anura kini terlihat tersenyum lebar. Tangannya kini mengusap lembut perut nya yang sekarang ini telah hamil benih dari Sultan. Dugaan sebagian orang yang mengatakan kalau Sultan seorang pria impoten adalah salah besar. Nyatanya sekarang, Sultan sudah bisa membuat Anura hamil. Bertahun-tahun menikah dan berhubungan dengan Tinira, adik nya Anura saat itu, Sultan tidak bisa membuat hamil Tinira. Dan ternyata Latina yang merupakan anak dari Tinira hasil hubungan dengan Zainal.
Mobil Sultan kini memasuki area rumah makan. Anura melirik ke arah Sultan lalu tersenyum. Sultan yang melihat istrinya memperhatikan dirinya menjadi ikut tersenyum lebar.
"Hehehe iya mas! Aku ingin sup iga dan iga bakar. Terus minumnya es teler dan juz naga, Lalu sate kambing dan sup daging kambing. Lalu capcay dan mie goreng," kata Anura.
"Hahaha, itu di makan semuanya nanti??" sahut Sultan.
__ADS_1
"Iya dong, mas! Lagi lapar banget," kata Anura.
"Iya, iya aku tahu kalau di dalam perut kamu saat ini ada anakku. Tapi aku rasa anakku tidak seperti itu deh," ucap Sultan. Anura menyipitkan bola matanya mendengar ucapan Sultan.
"Maksudnya??" Anura melotot matanya lalu dengan cepat mencubit pinggang Sultan karena marah.
"Hahahaha, aduh sakit sayang! Maaf, maaf, tapi janji di makan semua nya kan sayang??" kata Sultan.
"Kalau gak habis makanan nanti, bisa kita bungkus kan sayang?!" sahut Anura.
"Hahaha, gak usah!! Bikin malu saja!?" ucap Sultan.
Sultan turun dari mobilnya dan memutari nya ke samping untuk membukakan pintu samping di mana Anura duduk. Dengan penuh kelembutan dan hati-hati mengajak Anura turun dari mobil itu.
__ADS_1
"Ayo sayang! Kita pesan semua makanan dan minuman yang kamu inginkan," ucap Sultan seraya menggenggam tangan Anura masuk ke rumah makan bernuansa nusantara itu.