JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 25


__ADS_3

"Mas, tolong lepaskan aku mas Sultan! Aku harus kembali pulang. Apakah mas Sultan tidak kasihan dengan anakku yang masih balita? Danan, putraku masih membutuhkan aku, mas. Tolong, mas Sultan biarkan aku pergi," ucap Anura dengan sorota mata yang memohon. Sultan mendekati wanita yang sangat dicintai nya. Saking cinta nya membuat mata hati dan pikirannya tertutup.


Sultan takut jika Anura akan kembali meninggalkan dirinya lagi seperti dulu. Ketakutan dan kekhawatiran Sultan sudah sangat besar jika harus melihat Anura bersanding dengan pria lain. Kini dirangkum nya kedua pipi Anura. Kedua netra mereka beradu menyiratkan sebuah rasa.


"Berjanji lah padaku kalau kamu tidak akan pergi dari aku lagi. Berjanji lah, Anura kalau kamu setelah ini akan kembali bersama dengan aku dan menjadi pasangan ku sampai maut memisahkan kita. Jika kamu bisa menyakinkan itu padaku, aku akan membiarkan kamu kembali pulang menjenguk putra kamu. Dan putra kamu akan aku anggap sebagai anakku juga," ucap Sultan serius.


"Apakah aku bisa menawar lagi setelah beberapa hari kamu menghisap madu ku, mas? Bahkan laki-laki manapun kalau mengetahui aku sudah diobrak-abrik dan dirusak oleh kamu, tidak akan sudi lagi menerima aku," sahut Anura. Sultan tersenyum seraya mengusap pipi putih dan lembut milik Anura.


"Baiklah! Aku akan mengantarkan kamu kembali pulang dan menjalani aktivitas kamu seperti biasa. Tapi setelah ini kita akan menikah dan hidup kamu ada digenggaman ku," kata Sultan. Anura menatap mata Sultan. Dibalik obsesi nya yang besar terhadap dirinya ada kelembutan di sana.


"Aku janji, mas! Aku akan kembali menjadi istri kamu. Apakah kamu cukup puas dengan perkataan ku?" tanya Anura. Sultan mengecup kening Anura dan turun ke bibir nya yang tipis merah delima.


"Percayalah dengan aku, Anura! Aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak-anak kita," ucap Sultan. Sesaat kemudian Sultan merengkuh tubuh Anura. Anura sesaat benar-benar merasakan kehangatan dan kenyamanan seorang laki-laki dewasa.


"Baiklah! Aku akan mengantarkan kamu pulang!" kata Sultan. Anura kini benar-benar sudah ikhlas dengan keputusan nya. Bagi nya ini akan lebih baik dicintai oleh seorang laki-laki bukan? Walaupun dirinya akan selalu dalam pengawasan dan perlindungan yang ketat dari laki-laki itu.


*****


Tiba di rumah kediaman Anura.


"Danan, sayang! Maafkan mommy sayang! Beberapa hari ini meninggalkan Danan bersama mbak baby sitter. Danan pasti mencari mommy yah, sayang?" ucap Anura sambil menggendong Danan. Danan yang dalam keadaan tertidur semakin merasakan kenyamanan saat di dalam gendongan mommy nya.

__ADS_1


Sultan masih di sana menyaksikan seorang ibu yang merindukan bayi kecilnya. Sultan merasa bersalah telah membawa Anura selama tiga hari dan terpisah dengan bayi mungilnya. Tapi beruntung Danan tidak rewel dan stok air susu ibu di lemari pendingin banyak. Sehingga Danan tidak akan khawatir akan kekurangan air susu ibu selain susu formula sebagai tambahan nya.


Sultan mendekati Anura yang saat ini sedang menggendong Danan.


"Boleh aku menggendong nya?" Sultan meminta ijin dengan Anura. Dia benar-benar ingin memiliki anak dari darah daging nya sendiri. Berbeda dengan Latina yang merupakan anak dari Tinira dengan ayah kandungnya Zainal.


Anura sesaat melihat wajah Sultan yang memohon itu. Akhirnya Danan dalam gendongan Sultan karena Anura menyerahkan Danan dalam gendongan Sultan.


"Tapi hati-hati yah, mas! Danan masih tidur pulas," ucap Anura.


"Tentu saja sayang! Danan, sayang! Ini ayah nak!" kata Sultan seraya membelai puncak kepala Danan. Danan semakin tidur dengan nyenyak karena mendapatkan belaian dari tangan Sultan.


"Seandainya Dewa masih hidup, dia akan sering menggendong Danan. Tapi sekarang Danan sudah tidak memiliki ayah lagi," gumam Anura. Sultan masih bisa mendengar suara Anura yang memilukan.


"Hai, Anura sayang! Aku adalah ayah dari Danan, sayang! Aku akan menggantikan Dewa untuk Danan. Karena putra kamu adalah anak aku juga. Demikian halnya kamu kan? Latina putri ku juga menjadi anak kamu, sayang. Kamu mau kan, sayang?" kata Sultan.


"Latina? Sudah lama sekali tidak bertemu dengan Latina, mas. Aku kangen juga dengan Latina.


Latina disini adalah anak kandung dari Tinira dengan hasil hubungan dengan Zainal. Dan saat itu Tinira adalah adik kandung Anura yang juga menjadi aktris sempat menikah dengan Sultan. (baca di novel turun ranjang)


" Latina pasti juga kangen kamu sayang! Lusa aku akan membawa Latina ke rumah kamu, sayang. Bertemu dengan kamu dan juga Danan," janji Sultan.

__ADS_1


Sesaat Anura melupakan semua peristiwa yang sudah terjadi. Sultan yang melarikan dirinya sampai tiga hari ini dan bahkan memaksa dirinya merenggut kenikmatan surga dunia itu. Namun wanita manapun akan mudah menyerah jika mendapati laki-laki yang benar-benar menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang nya. Walaupun awalnya harus dengan pemaksaan.


"Mari, mas! Biar aku meletakkan Danan ke box bayi. Nanti mas Sultan capek," ucap Anura.


"Hehehehe terimakasih Anura! Apakah ini artinya kamu sudah benar-benar menerima aku dan memaafkan aku? Setelah aku memaksa kamu dan menghina harga diri kamu?" ujar Sultan.


"Aku hanya berusaha berdamai dengan orang-orang yang bermaksud baik dengan aku. Walaupun sebenarnya aku sudah bersumpah tidak akan kembali dengan kamu karena kamu sudah pernah menyakiti hati aku dan mengecewakan aku dengan pengkhianatan itu. Pengkhianatan saat kamu bercinta dengan adik kandung ku Tinira. Itu benar-benar menyakiti aku," Anura berkata jujur.


"Bukankah semua itu bukan kemauan aku, Anura! Semua adalah jebakan dari mama dan juga Tinira sendiri. Setelah itu kamu tahu dengan jelas bahwasanya Latina bukan lah anak ku. Bukan darah daging aku. Tinira hamil dengan Zainal yang sekarang ini telah menjadi suaminya. Jadi, lupakan semua masa lalu itu, Anura! Kita berbenah dari awal lagi," ucap Sultan.


"Bagaimana dengan mama kamu, mas? Ibu Subangun? Apakah mama kamu akan menerima aku lagi menjadi istri kamu?" kata Anura.


"Tentu saja sayang! Mama sering menanyakan tentang kamu. Mama benar-benar sangat menyesal saat merencanakan jebakan itu dan memisahkan kita," ucap Sultan.


"Aku akan berusaha berdamai dengan masa lalu, mas! Aku akan memaafkan seseorang yang sudah membuat aku kecewa. Walaupun ingatan itu masih jelas membuat aku menyimpan rasa dendam. Dan sebenarnya dendam itu membuat aku merasakan tidak damai dalam hatiku," kata Anura.


"Anura, sayang! Benar dugaan ku bukan? Sebenarnya kamu masih menyukai aku. Hanya saja kamu terlalu angkuh dan sombong untuk mengakuinya, bukan?" sahut Sultan.


"Eh??" Anura terkejut saat lengan Anura ditarik Sultan. Dan kembali. bibir itu dikecup lembut Sultan.


"I love you sayang!?" bisik Sultan. Anura hanya diam namun dengan cepat menyembunyikan wajahnya yang merona.

__ADS_1


__ADS_2