JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 20


__ADS_3

"Ma, ma, maaf Anura! Tapi aku benar-benar masih mencintai kamu. Kamu mau yah, menjadi istriku?" tanya Sultan kembali. Namun kembali tidak ada jawaban melainkan Anura terdiam dan air matanya sudah jatuh dari kedua matanya.


Ada apa dengan Anura? Kenapa dia menangis? Apakah kurang lama ciumannya??Tidak! Jawabannya adalah Anura takut jika kembali mengulang masa lalunya dengan Sultan. Anura takut jika hati kecilnya yang terdalam masih ada sisa cinta yang terselip di sana. Takut jika akan kembali kecewa. Karena pengkhianatan yang pernah ia lihat itu sangat menyakiti dirinya. Ditambah mertuanya dulu juga berusaha memisahkan dengan Sultan yang notabene sudah menjadi suami Anura. Dan dengan terang-terangan menjodohkan dengan wanita lain yang ternyata adalah adik Anura sendiri hanya karena Anura tidak kunjung memberikan keturunan. Apalagi yang membuat Anura sakit hati adalah dirinya dituduh sebagai istri mandul yang tidak bisa memberikan keturunan pada Sultan. Padahal setelah menikah dengan Dewa, Anura bisa membuktikan bahwasanya dirinya bisa hamil dan mengandung anak dari Dewa. Dan Danan itulah putra dari Dewa bersama dengan Anura.


"Mas Sultan! Maaf, aku tidak bisa mas! Maaf sekali!" jawab Anura.


"Tapi kenapa? Apa alasan kamu menolak aku? Sedangkan saat ini kamu sudah berstatus seorang janda. Dewa telah meninggal dunia. Aku ingin melindungi kamu, Anura," kata Sultan.


"Maaf, mas! Aku tidak bisa kembali dengan kamu, mas! Sungguh mas! Aku minta maaf!" kata Anura.


Kini mobil itu kembali dihidupkan oleh Sultan. Dengan kecepatan cukup cepat, Sultan mengemudikan nya dengan emosi. Betapa Anura menjadi sangat takut akan tindakan itu. Namun Sultan sudah frustasi dan sudah tidak perduli lagi. Dalam pikiran Sultan, jika dirinya tidak bisa mendapatkan kembali Anura, laki-laki manapun tidak boleh mendapatkan Anura juga.

__ADS_1


"Mas Sultan! Tolong jangan kencang kamu menjalankan mobilnya, mas! Aku sangat takut!" ucap Anura. Namun Sultan tetap tidak memperdulikan Anura yang menyuruhnya menjalankan mobilnya dengan pelan. Anura memejamkan matanya tidak mau melihat ke depan. Dua tangannya meremas rok nya sendiri karena ketakutan. Sultan mencoba membawa Anura pergi jauh agar dirinya bisa menikmati kebersamaan dengan Anura.


Setengah jam berlalu, Sultan dengan brutal dan ugal-ugalan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai akhirnya Sultan menghentikan mobilnya setelah sampai di suatu tempat yang dia inginkan.


Tanpa bicara, Sultan melepaskan semua sabuk pengaman dirinya dan juga sabuk pengaman yang dikenakan oleh Anura. Sultan turun dari mobil nya dan kini berputar membukakan pintu samping tempat duduk Anura. Anura masih gemeteran karena rasa takut dengan kecepatan mobil yang dijalankan Sultan. Pelan-pelan Anura membuka matanya.


"Ayo ikut aku!" ucap Sultan dengan ekspresi dingin nya.


"Eh, kita di mana, mas?" tanya Anura.


"Mas Sultan!" gumam Anura.

__ADS_1


Kini Sultan menggiring Anura masuk ke sebuah kamar yang indah dan bersih. Kini kedua netra mereka beradu. Anura sudah sangat takut karena di sana hanya ada mereka berdua dan tidak ada seorang pun.


Sultan kali ini sudah benar-benar nekat dan kalap. Diraihnya tengkuk Anura itu hingga dekat ke wajah Sultan. Tanpa banyak bicara dan tanpa persetujuan Sultan segera mencium Anura dengan paksa. Anura tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman kuat tubuh kekar Sultan. Dan di tempat itulah, Sultan memaksakan kehendaknya melancarkan aksinya menikmati segala keindahan dan kemolekan tubuh biola Anura tanpa Anura bisa melawan dan memberontak terhadap Sultan.


Kedua air mata di sudut Anura keluar. Dia tidak menyangka jika Sultan akan memaksakan dirinya untuk menikmati keindahan biola Anura.


"Jangan memberontak, baby! Karena sampai suara kamu habis pun, tidak ada yang bisa menolong kamu. Karena di villa ini hanya ada kita berdua saja. Jadi diam lah dan nikmati saja semua nya. Bukankah kita sudah sering melakukan nya dulu saat kita menjadi suami istri. Dan sudah beberapa bulan kamu ditinggal mati oleh suami kamu, Dewa bukan? Pasti badan kamu yang indah ini sudah lama tidak tidak lagi mendapatkan sentuhan. Maka dari itu aku akan memberikan kenikmatan itu dan menghangatkan nya," ucap Sultan pelan seraya memegang dan mengusap lembut bagian sensitif milik Anura.


"Mas Sultan! Jangan! Jangan lakukan itu!" cegah Anura.


"Hem,kamu berkata jangan baby! Tapi di sini sudah terbukti dengan jelas kalau kamu sudah menginginkan nya, sayang!" kata Sultan semakin nekat menjamah dan melancarkan aksi gila nya.

__ADS_1


Di ruangan dingin itu Sultan seperti laki-laki yang berubah menjadi singa yang kelaparan. Sedangkan Anura benar-benar tidak berdaya dengan semua nya.


"Nah, seperti itu lebih baik sayang! Daripada memberontak lebih baik kamu menikmati nya saja. Oke?" ucap Sultan dengan seringai senyuman yang nakal.


__ADS_2