JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 27


__ADS_3

Sultan saat ini sedang bermain dengan Latina, putri angkat nya. Betapa hatinya saat ini sangat bahagia. Kenapa tidak? Sebentar lagi dia akan menikahi Anura dan Sultan akan bersama kembali membangun biduk rumah tangga bersama mantan istri itu. Betapa perpisahan dan perceraian nya dulu sebenarnya tidak dia inginkan. Namun gugatan cerai dari Anura membuat dirinya terpaksa menerimanya.


"Papa, Latina mau video call dengan tante Anura! Latina kangen dengan tante Anura, papa!" ucap Latina saat keduanya duduk di bangku taman depan rumah.


"Latina kangen dengan tante Anura? Baiklah, besok kita ke rumah tante Anura yah sayang!" kata Sultan. Kini Sultan membawa masuk Latina ke dalam rumah dengan menggandeng tangannya.


"Kenapa tidak malam ini saja, pa!" tawar Latina.


"Malam ini Latina harus belajar sayang! Bukannya besok masih sekolah kan? Hari sabtu pagi kita baru ke tempat tante Anura yah sayang. Kita akan bermain bersama Danan dan juga tante Anura," kata Sultan.


"Hem, baiklah! Kalau begitu Latina masuk kamar dan belajar dulu yah, papa! Nenek, Latina belajar dulu yah!" ucap Latina saat berada di ruang tengah dan mendapati nenek nya duduk di ruang tengah.


"Belajar yang rajin yah, sayang!" sahut nenek Latina yaitu bu Subangun.


"Baik nenek!" kata Latina.


"Kemari dulu cium nenek dulu dong sayang!" kata bu Subangun. Latina segera mencium pipi kanan dan kiri nenek nya. Setelah itu berlari kecil menuju kamarnya. Sultan kini duduk di sebelah mama nya.


"Tumben kamu ke rumah mama, Sultan! Ada apa sayang?" ucap bu Subangun.


"Kangen dengan mama. Memang nya gak boleh aku ke rumah mama dan menjenguk Latina, putriku?" sahut Sultan.


"Hem, boleh! Tapi ini tidak biasanya kamu kemari. Pasti ada sesuatu yang penting yang ingin kamu sampaikan yah?" tebak bu Subangun. Sultan segera memeluk mama nya karena gemas. Walaupun mama nya kadang menyebalkan dan membuat dirinya terpisah dengan Anura, namun mama nya tetaplah mama kandung nya yang harus ia hormati dan sayangi.

__ADS_1


"Mama, kalau aku kembali menikahi Anura, apakah mama menyetujui dan merestui kami?" tanya Sultan. Bu Subangun tersenyum lebar saat mendengar ucapan dari Sultan.


"Tuh kan benar! Pasti ada yang penting dan ada maunya kan? Memangnya Anura masih mau kamu nikahi dan kembali lagi dengan kamu? Setelah mama mu ini telah melakukan kesalahan dan kejahatan pada Anura? Mama malu, Sultan dengan apa yang sudah mama perbuat pada Anura. Dia wanita dan istri yang baik tapi mama lah yang memisahkan kamu dengan Anura dengan mendatangkan Tinira dalam kehidupan rumah tangga kalian," ucap bu Subangun penuh dengan penyesalan nya.


"Mama, sudah lah mama! Mama jangan lagi mengungkitnya kembali. Yang penting sekarang ini, Anura mau kembali dan menikah dengan aku lagi, ma! Aku sangat senang ketika Anura mau memaafkan dan menerima aku kembali," ucap Sultan.


"Benarkah? Jadi Anura benar-benar mau kembali bersama dengan kamu, nak? Wah ingin rasanya memiliki keturunan dari darah daging kamu, nak," sahut bu Subangun. Sultan kembali mengernyitkan dahinya saat mama nya kembali mengungkit masalah keturunan.


"Anura terbukti bisa hamil dan mengandung, ma! Tuduhan mama dulu yang menganggap Anura wanita mandul ternyata salah. Dalam hal ini aku jadi malu dan mulai berpikir, ma! Sebenarnya apakah akulah laki-laki yang impoten itu? Aku bersama dengan Tinira saja tidak bisa membuat hamil Tinira. Dan dulu saat masih bersama dengan Anura," kata Sultan sambil menundukkan kepalanya.


"Ya Tuhan! Maaf anakku! Maafkan mama nak! Baiklah mama tidak akan mengungkit masalah ini. Mau kalian mendapatkan anak. lagi atau tidak, bagi mama cukup senang karena kalian bisa bersatu kembali," ucap bu Subangun.


"Terima kasih, mama! Doa restu mama akan membuat kehidupan rumah tangga aku dengan Anura akan diselimuti kebahagiaan," kata Sultan.


"Papa Wisesa, akan aku beritahu secepatnya dengan rencana ini. Kamu harus kembali menikah dengan Anura dengan pesta pernikahan yang super mewah dan megah," ucap bu Subangun.


"Mama, pesta pernikahan nya tidak usah heboh lagi, ma! Kami sudah menikah beberapa kali. Jadi rasanya kok malu jika harus menikah lagi dengan pesta pernikahan yang megah dan meriah. Apa tidak sebaiknya biasa saja dan sederhana saja?" kata Sultan.


"Tidak, tidak sayang! Pernikahan kamu dengan Anura ini adalah sangat spesial sayang. Pokoknya kalian harus membuat pesta pernikahan kalian semeriah dan semegah mungkin. Ini semuanya untuk menebus kesalahan mama dan papa juga karena beberapa tahun kamu menjadi terpisah dengan Anura," ucap bu Subangun.


Saat ibu dan anak heboh sendiri berbicara soal rencana pesta pernikahan, pak Wisesa tiba dan masuk melalui pintu utama.


"Hai, Hai ada apa ini? Hai Sultan! Tumben kamu ingat jalan ke rumah orang tua kamu!?"ucap pak Wisesa saat sudah masuk ke dalam rumah. Bu Subangun menghambur menyalami tangan suaminya dan Sultan pun demikian.

__ADS_1


" Kamu sehat, Sultan?" tanya pak Wisesa sambil memeluk putra nya.


"Sehat, papa! Papa juga sehat kan?" sahut Sultan.


"Kalian seperti sudah bertahun-tahun baru berjumpa yah? Padahal baru juga tiga minggu an," ucap bu Subangun.


"Biasanya anak kita kan setiap hari ke rumah. Ini sampai berminggu-minggu gak ke rumah ini. Papa rasa Sultan pasti sudah menemukan kekasih baru sehingga lagi bersenang-senang terus dengan kekasih barunya. Jadi lupa dengan kita, ma!" kata Pak Wisesa sambil duduk di ruang tengah itu.


"Benar, pa! Dugaan papa tidak salah. Bahkan Sultan datang ke rumah ini langsung mengabarkan ingin menikahi wanita itu, pa," jelas bu Subangun. Sultan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Wow benarkah? Jadi, benar kamu mau menikah dengan cewek kamu itu?" tanya Pak Wisesa.


"Sebenarnya bukan cewek baru, pa! Ini orang lama tapi kembali lagi ke kehidupan aku," kata Sultan. Pak Wisesa dengan Bu Subangun saling berpandangan. Bu Subangun hanya tersenyum membiarkan Sultan sendiri yang menjelaskan nya.


"Bibi mana sih? Dari tadi kita tidak dibuatkan minuman. Kalau begitu mama yang buatkan minuman dulu buat papa dan Sultan," kata bu Subangun.


"Kopi dua yah, ma!" sahut Sultan.


"Iya, sayang!" sahut bu Subangun


Kini Sultan menjelaskan niatannya untuk menikah kembali dengan Anura. Pak Wisesa antara terkejut dan ikut senang mendengar nya.


"Benarkah? Jadi Anura mau kamu nikahi kembali, nak? Kalau begitu, besok ajak Anura ke rumah papa yah. Kita makan bersama dulu. Sudah lama papa dan mama tidak ketemu dengan Anura," kata Pak Wisesa. Sultan hanya tersenyum senang karena papa mama nya menanggapi semua rencana menikah dengan Anura dengan antusias.

__ADS_1


Keluarga Wisesa, bu Subangun.


__ADS_2