JANDA LEBIH MENGGODA

JANDA LEBIH MENGGODA
BAB 28


__ADS_3

Sultan mengajak Latina ke rumah Anura. Namun kembali Sultan harus bertemu kembali dengan Dino Sudjatmiko di rumah itu. Sultan yang baru datang dan tiba di rumah Anura melihat Dino sudah duduk di depan teras rumah Anura menjadi mengeras rahangnya. Tentu saja Sultan cemburu dengan keberadaan Dino Sudjatmiko di rumah Anura.


"Ngapain kamu ke rumah calon istriku, hah?" tanya Sultan sewot. Latina yang ada di dekatnya yang tidak tahu menahu jadi takut ketika melihat papanya seperti sedang marah.


"Aku ke rumah Anura karena urusan pekerjaan. Anura aktris ku dan sudah menandatangani kontrak kerja untuk membintangi sebuah film. Kenapa kamu sewot?" ucap Dino Sudjatmiko tidak kalah sinis nya menatap ke arah Sultan.


Dino Sudjatmiko sangat membenci Sultan apalagi mengingat saat Sultan menyembunyikan Anura dan dengan liciknya membuat Anura tidak berdaya karena sikap licik Sultan yang memaksakan dirinya untuk merebut Anura kembali. Bahkan sampai melecehkan Anura dengan berbagai cara. Baik memperkosa nya maupun memberikan minuman yang mengandung afrodisiak.


Tiba-tiba saja, Anura keluar dengan membawa nampan yang diatasnya ada dua cangkir minuman.


"Eh, mas Sultan! Baru datang kah? Eh Latina, sayang! Kamu juga ikut, sayang?" ucap Anura ramah. Hal itu membuat Dino menjadi tidak suka jika Anura bersikap baik dan ramah terhadap Sultan.


"Iya, tante! Danan nya ada kan tante? Aku mau main dengan Danan, tante. Selain itu aku juga kangen dengan tante Anura," ucap Latina.


"Sayang! Tante juga kangen dengan Latina! Ayo, tante antar ke kamarnya Danan. Latina main dulu dengan Danan dan mbak baby sitter yah? Ayo, Anura!" ucap Anura sambil menggandeng tangan Latina masuk ke dalam rumah. Sementara itu Dino dan Sultan sama-sama duduk di teras depan rumah sambil masing-masing menyalakan barang rokok nya masing-masing.


"Kamu tahu bukan? Kalau Anura itu sudah akan menikah dengan aku. Sebaiknya kamu tidak usah lagi berusaha mendekati dan merayu Anura. Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Awas saja kalau kamu bersikap nekat dengan kekasihku," ucap Sultan dengan sinis.

__ADS_1


"Haha, kamu ini sedang mengancam ku? Aku tidak takut dengan ancaman kamu! Bagiku kamu itu seperti lalat yang sewaktu-waktu bisa mati hanya sekali tebasan saja," sahut Dino Sudjatmiko.


"Apa kamu bilang?" Sultan naik pitam. Sultan kini berdiri dan mulai meraih krah kemeja Dino Sudjatmiko. Kedua netral mereka bertemu dan saling menghunuskan tatapan kebencian. Namun tiba-tiba Anura keluar dan memisahkan keduanya.


"Mas Sultan dan kak Dino! Jangan berantem dong! Kita sama-sama sudah dewasa. Jangan lagi seperti ini. Ini sangat memalukan," kata Anura.


"Dia yang mulai!" kata Dino Sudjatmiko.


"Dia duluan yang sewot dengan ku!" sahut Sultan tidak mau kalah.


"Cukup!" kata Anura hingga keduanya sama-sama diam dan menatap Anura.


"Aku dengan kak Dino terikat perjanjian kontrak kerja, mas! Aku sudah terlanjur menandatangani kontrak main film dengan sutradara om Roy. Jadi kalau aku tidak melaksanakan dan mengingkari isi dari surat perjanjian itu, aku akan mendapatkan sangsi atau denda," jelas Anura.


"Berapa yang harus dibayar untuk membatalkan kontrak kerja sama itu? Aku akan membayar nya lunas. Asal kamu jangan lagi berhubungan dengan laki-laki ini, Anura!" kata Sultan sambil menatap ke arah Dino Sudjatmiko.


"Sombong sekali kamu!" sahut Dino Sudjatmiko pada Sultan.

__ADS_1


"Aku tidak mau kalau kamu mencoba mendekati calon istriku dengan alasan kerjaan. Jadi aku tidak akan mengijinkan Anura bermain film dan kembali terjun di dunia akting. Jadi, katakan berapa aku harus membayar semua kerugian itu!" tantang Sultan.


"Seharusnya sebagai pasangan yang baik, memberikan kesempatan pada pasangan nya untuk berkembang dengan potensi yang dimiliki nya. Ini malah membatasi nya. Apakah itu namanya cinta?" ucap Dino Sudjatmiko.


"Aku sangat tahu dengan pasti kalau ada niatan tersembunyi dari pikiran kamu. Kamu diam-diam mengincar Anura ku bukan? Asal. kamu tahu, tuan Dino Sudjatmiko! Kalau Anura adalah calon istriku dan sebentar lagi kami akan menikah. Jadi saya ingatkan sekali lagi pada anda! Jangan Coba-coba mendekati Anura bahkan mencoba merayu nya," kata Sultan.


"Kenapa? Apakah kamu takut bersaing dengan aku?" tanya Dino Sudjatmiko.


"Aku takut? Tidak, tidak, tidak itu yang aku khawatir tuan Dino. Aku hanya tidak ingin wanita ku ini diganggu dengan laki-laki lain," kata Sultan.


"Cukup! Hentikan percekcokan ini! Sudahlah mas Sultan! Beri kesempatan aku untuk main film lagi. Aku janji ini yang terakhir kali aku memerankan tokoh di film ini. Tolong yah, mas Sultan. Atau kita tidak akan menikah jika kamu banyak melarang aku dan membatasi aku dalam menyalurkan hobi ku," ancam Anura.


"Oke, oke baiklah! Janji ini yang terakhir kamu mengambil kontrak main film yah, sayang! Kamu harus tahu, aku sangat mampu mencukupi semua kebutuhan kamu, sayang. Tanpa kamu harus capek-capek bekerja siang malam dan kadang sampai pagi. Bagaimana kalau kita sudah menikah nanti, waktu kebersamaan aku dengan kamu akan semakin sedikit," kata Sultan.


"Baik, mas! Aku tahu itu, mas!" sahut Sultan.


"Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam. Aku. ingin berbicara serius dengan kamu. Dan anda tuan Dino Sudjatmiko, silahkan anda pulang karena Anura tidak bisa diganggu," kata Sultan seraya menggandeng pinggang Anura. Anura menengok ke arah Dino.

__ADS_1


"Kak Dino! Maaf, kami. masuk dulu ke dalam!" pamit Anura. Dino hanya menelan saliva nya. Ada rasa kesal dan cemburu di sana.


"Benarkah Anura sudah serius dengan Sultan untuk menikah? Apakah Anura memutuskan menikah dengan Sultan tanpa paksaan?" gumam Dino Sudjatmiko. Kini Dino Sudjatmiko meninggalkan rumah itu dengan hati yang kesal dan rasa cemburu.


__ADS_2