
"Sialan! Dino sudah mengumpulkan barang-barang bukti yang mengarahkan aku sebagai tersangka dalam kecelakaan Dewa. Zen! Ini tidak bisa dibiarkan! Dino Sudjatmiko telah terang-terangan mengajak berperang denganku," ucap Sultan. Zionis menarik nafasnya dalam-dalam lalu mulai berpikir untuk mencari solusi nya.
"Tuan muda Sultan! Sebenarnya apa yang diincar oleh tuan Dino Sudjatmiko?" tanya Zionis.
"Tentu saja dia menginginkan Anita, Zionis! Dia. tidak perduli kalau Anura sudah menjadi istriku kembali. Bukankah dia sudah gila, Zionis!?" ucap Sultan.
"Apa beda nya dengan anda, tuan Sultan? Bahkan anda sudah membuat meninggal Dewa, suami Anura dulu saat kecelakaan? Apakah anda tidak gila? Menghilangkan nyawa seseorang," batin Zionis.
"Zionis! Kenapa kamu diam saja? Apa yang kamu pikirkan?" ucap Sultan.
__ADS_1
"Soal itu seperti nya biar Nona Anura yang menyelesaikan! Masalah perasaan dan cinta memang harus diselesaikan dengan hati dan perasaan juga. Anda menyampaikan pada non Anura jika Dino Sudjatmiko masih berusaha mengejar dan mengincar Anura. Bahkan rela melakukan apa saja termasuk berusaha memisahkan anda dan non Anura. Jadi anda lah yang menanamkan ke pemikiran non Anura bahwa suatu hari jika Dino Sudjatmiko itu menunjukkan beberapa bukti yang mengarahkan bahwa andalah pelaku dan dalang penyebab kecelakaan Dewa. Dengan demikian non Anura nanti tidak akan percaya pada Dino," urai Zionis.
Sultan menepuk jidat Zionis yang terlalu encer dan licik. Zionis terkejut tentu nya dengan reaksi tuan muda nya yang demikian.
"Wah ini benar-benar ide yang hebat dan keren. Ini. masuk akal. Aku akan bicara dengan Anura. Zionis, tunggu notifikasi di ponsel kamu setelah ini. Aku akan memberikan hadiah kepada mu. Supaya kamu bisa bersenang-senang dengan kekasih kamu, Ega! Aku akan mentransfer 100 juta ke rekening pribadi kamu," ucap Sultan dengan senyum lebar.
"100 juta, tuan muda? Untuk saya bersenang-senang dengan pacar saya, Ega?" sahut Zionis memastikan. Dia sangat senang mendengar kalau dirinya akan mendapatkan hadiah dari tuan muda nya.
"Saya menikah dengan Ega? Eh kami belum ingin menikah tuan muda! Kami masih enjoy berpacaran," ucap Zionis.
__ADS_1
"Zionis! Apakah kamu benar-benar tidak merasa kasihan dengan Ega. Kamu sudah merusak anak orang. Kalian bahkan sering berkencan dan sudah sering tidur bersama di apartemen Ega. Apakah kamu tidak ingin menjadikan Ega istri kamu yang akan menjadi ibu dari anak-anak kamu kelak?" kata Sultan.
"Eh?? Tapi aku dan Ega masih enjoy dengan status berpacaran ini. Kami tidak saling menuntut kok," sahut Zionis.
"Zionis! Kamu benar-benar laki-laki egois yang hanya mencari kesenangan diri kamu sendiri saja! Sekarang aku bertanya pada kamu. Sebenarnya kamu menyukai Ega tidak?" tanya Sultan.
"Saya serius mencintai Ega, tuan!" jawab Zionis.
"Ya sudah! Kamu tunggu apa lagi? Tunggu Ega meninggalkan kamu karena kamu tidak juga serius menikahi dirinya dan hanya mengajaknya bersenang-senang saja?" sahut Sultan.
__ADS_1
"Kamu lihat! Saat pesta pernikahan aku dengan Anura! Ega seperti ingin sekali menjadi pengantin. Dan kamu tahu? Usia kamu dengan Ega sudah pantas menikah! Ayolah, Zionis! Aku juga ingin melihat anak-anak kamu dari istri kamu, Ega." kata Sultan.
"Haduh, kenapa sibuk sekali tuan muda memikirkan kehidupan aku dengan Ega sih? Padahal antara aku dengan Ega masih enjoy menjalin hubungan seperti ini. Menikah hanya lah suatu bentuk komitmen. Dan aku sebenarnya masih malas dengan keterikatan komitmen dalam pernikahan. Tapi apakah benar semua yang di bilang oleh tuan Sultan. Kalau aku egois. Mementingkan kesenangan diri ku sendiri?" batin Zionis mulai bimbang.