Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
10. Resmi Menikah


__ADS_3

Dua Hari kemudian ....


Hotel Citra.


Menikah adalah impian semua orang yang ingin membina rumah tangga. Juga dengan menikah hubungan kita bukan orang lain lagi tapi sudah menjadi Suami-Istri. Dengan diselenggarakannya pernikahan pasti menginginkan hubungan kita abadi sampai akhir hayat nanti dan bisa menjalin rumah tangga yang sakinah, saling jujur dan terbuka setiap ada permasalahan dan tentunya memiliki seorang anak. Itulah yang diinginkan Vanesa Angelia dan Brian Wijaya yang kini sudah resmi menjadi suami Istri.


Setalah akad nikah selasai dan resmi menjadi suami- Istri, Vanes dan Brian berjalan menuju kursi perlaminannya. Vanes dan Brian bagaikan ratu dan raja yang dapat pujian dari tamu undangan karena ketampanan Brian dan juga kecantikan yang dimiliki oleh Vanes. Mereka bagaikan dunia dongeng yang membuat para tamu undangan merasa iri dengan pasangan pangantin tersebut. Tamu undangan pun dihadiri oleh kerabatnya, para sahabat, para pengusaha, dan tetangga dekatnya. Satu persatu pun para tamu undangan berjalan menuju perlaminan dan memberikan selamat kepada mempelai wanita dan pria tersebut.


"Selamat ya Vanes, akhirnya sudah resmi menjadi Istri dari Pak Brian Wijaya. Semoga menjadi Istri solehah, langgeng sampai akhir hayat, sakinah dan cepat dapat momongan," ucap Lala sambil memeluk Vanes lalu menguraikan pelukannya.


"Iya makasih ya La atas doanya," jawab Vanes sambil tersenyum.


"Selamat ya Vanes sayang, akhirnya sudah dapat pria yang tepat dijadikan sebagai sandaran hidup. Semoga kalian langgeng sampai tua, harmonis dan cepat dapat momongan," Neli memberikan selamat pada Vanes lalu memeluknya.


"Ya terima kasih Neli atas doanya. Kamu juga cepat nyusul sama Kak Jay jangan kelamaan pacaran," ucap Vanes.


"Kalem Nes bentar lagi nyusul kok. Apalagi bulan depan lulus kuliah dan rencananya aku mau menikah," ucap Neli.


"Seriusan Nell?" Tanya Lala tiba-tiba nyahut pembicaraan.


"Iya seriuslah, masa bohong sih," jawab Neli.


"Asyik bisa makan-makan gratis lagi nih," ucap Lala.


"Kamu itu pikirannya makanan mulu, hadeuh kapan mau langsingnya tubuhmu sudah kayak bantal guling tahu," sindir Vivi.


"Biaran saja yang penting sehat!" ucap Lala.


"Sudah kalian ini kenapa sih jangan adu mulut malu tau, kita berada dinikahan sang putri dan sang raja," Neli mencoba untuk menghentikan perdebatan kedua sahabatnya.


"Lagain kita cuma bercanda kok iya 'kan La?" tanya Vivi.


"Iya benar tuh jadi jangan berpikiran macam-macam," jawab Lala.


"Terserah kalian sajalah," ucap Neli sambil memutarkan bola matanya dengan malas.


"Oya Nes, selamat ya atas pernikahannya. Semoga menjadi keluarga sakinah, harmonis, dan cepat dapat momongan juga," ucap Vivi sambil memeluk sahabatnya lalu menguraikan pelukannya.


"Ya terima kasih Hasna atas doanya,"  ucap Vanes.


"Sama-sama. Oya, ingat Kak Brian.jaga selalu Syiffa. Jangan sampai menyakiti perasaan dia dan ingat jangan kasih kendor biar cepat dapat momongan." celetuk Vivi, sambil cengengesan.

__ADS_1


"Hasna ... jangan jadi kompor deh manas manasin mulu," gerutu Vanes, sambil menatap tajam Vivi.


"Biar cepat dapat momongan," jawab Vivi tertawa renyah.


"Oya Nes, aku permisi dulu mau kesana dulu nyamperin my honey," pamit Neli.


"Iya silahkan Neli," Ucap Vanes sambil menganggukan kepalanya.


Neli pun berjalan menghampiri kekasihnya dan meninggalkan dua sahabatnya.


"Aku pun sama Nes, mau makan dulu ya. Laper nih mumpung gratis dan ada banyak beraneka macam makanan nih," ucap Lala dengan polosnya.


"Ya sudah bareng sama aku, La. Aku pun sama lapar," sahut Vivi.


"Ya sudah yuk kita kesana," ajak Lala


"Oke. Oya Nes, aku kesana dulu ya," ucap Vivi.


"Iya silahkan Vi," Vanes menganggukan kepalanya.


Kemudian Vivi dan Lala pun berjalan menuju tempat makanan. Kini hanya ada sepasang pengantin sedang bersalaman dengan para tamu undangannya.


"Kapan berhentinya ini, aku cape pingin duduk," ucap Vanes merasa lelah karena dari tadi terus bersalaman tidak ada henti-hentinya.


"Terima kasih," ucap Vanes, sambil tersenyum.


"Sama-sama Sayang," Brian membalas senyuman Istrinya.


Tiba-tiba seseorang datang dengan memakai baju kemeja navy dan celana jeans berwarna hitam. Seseorang tersebut berjalan menghampiri pengantin tersebut.


"Hei Sobat, selamat ya akhirnya kalian menikah juga setelah perjalanan panjang badai menimpa Kalian. Benar-benar tidak menyangka berawal dari kalian suka berantem adu mulut hingga kini jadi resmi pasangan suami-Istri. Emang benar 'kan apa yang saya ucapkan ternyata awalnya kita saling membenci akhirnya bisa saling jatuh cinta. Emang jodoh enggak tau 'kan? Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, harmonis dan cepat dapat momongan," ucap Geo, sambil memeluk sahabatnya lalu menguraikan pelukannya.


"Aamiin ... iya, terima kasih Geo, emang benar apa yang kamu katakan. Aku pun tidak menyangka bisa berjodoh sama dia. Coba saja kalau tau sejak awal aku berjodoh sama Istriku ini pasti bakal aku baik- baikin dia, tidak akan aku kerjain seperti waktu itu sama dia. Kalau di ingat-ingat kejam juga ya diriku ini sama Istriku memperlakukan seperti," Brian tertawa renyah dan sambil  mengingat ngingat gimana dulu yang suka ngerjain Vanes.


"Iya namanya juga jodoh tuh. Enggak tau 'kan awalnya pertemuannya kayak gimana? Sudah sekarang kamu harus baik-baik tuh sama Istri kamu jangan sampai memperlakukan dia kayak seorang babu lagi;" ucap Geo.


"Iya enggak bakalan lah geo, pastinya aku akan memberlakukan dia sebagai seorang putri. Lagian aku tidak akan pernah menyia-nyiakan dia dan cukup dia bagiku wanita seumur hidupku," Brian menatap wanita yang ada disampingnya.


"Baguslah kalau begitulah. Tetaplah menjadi pria yang bertanggung jawab, setia dan bisa membimbing Istrimu ke jalan yang benar," lirih Geo sambil menatap Brian.


"Siaplah Geo, makasih ya selama ini kamu suka memberikan nasehat untukku," ucap Brian, sambil menatap Geo.

__ADS_1


Geo pun hanya menganggukan kepala lalu tersenyum kepada sahabatnya dan Brian membalaa senyuman Geo.


"Kalian pada ngobrolin apa sih? Kayaknya seru bener ngobrolnya sampai tertawa gitu," tanya Vanes saat selesai  mengobrol dengan saudaranya.


"Kita lagi bahas malam pertama  kamu di ranjang nanti bakal seperti apa ya? Wah serunya kayaknya nih," canda Geo sambil tertawa renyah.


"Iss enak saja pakai bahas kayak gituan. Lagian ini urusan pribadi tau," Vanes menatap kesal Geo.


"Tapi bohong ....," Geo tertawa terbahak-bahak ,"lagian tadi kita cuma bahas masalah pertemuan kamu dengan suamimu kayak gimana hingga sampai sekarang menjadi Suami-Istri," Geo sambil menatap Vanes.


"Oh gitu ya. Aku pun enggak menyangka bisa berjodoh sama pria yang dulunya menyebalkan dan suka bisa seenaknya," Vanes sambil menatap Suaminya.


"Iss Sayang, itukan dulu sebelum kita belum berjodoh. Lagian mana tau sekarang kita berjodoh maafin aku ya  sayang! Sudah jangan bahas masa lalu lah," Brian sambil merangkul pundak Istrinya.


"Oke, baiklah."


"Ya sudah saya permisi dulu ya Nes, Brian mau nyamperin dulu seseorang," bisik Geo.


"Cie seseorang, siapa tuh?" tanya Vanes.


"Ada deh, rahasia!" Jawab Geo.


"Yaealah main rahasian segala. Ya sudah sana pergi," usir Vanes.


"Ya sudah aku permisi my princes and my prince!" Geo sambil meninggalkan Vanes dan Brian lalu berjalan mendekati seseorang.


Empat jam sudah Vanes dan Brian bersalam salaman bahkan sambil berbincang-bincang dengan Sahabatnya, dan rekan bisnisnya. Kini acara pun sudah selesai satu persatu para tamu undangan pun pergi keluar meninggalkan Hotel Citra. Kini hanya tinggal Vanes, Brian dan kedua orang tua Vanes serta Orang tua Brian juga saudara saudaranya.


"Oya Bu, Ayah, Brian sama Vanes mau pamit dulu untuk pulang ke rumah pingin mandi dulu," ucap Brian.


"Iya silahkan Nak, lagian pasti kamu cape mending Istirahat dulu dirumah," ucap Bu Tika sambil menatap Vanes dan Brian bergiliran.


"Baiklah kalau begitu Bu, Vanes permisi ya," ucap Vanes sambil menatap semua orang yang disana.


"Iya Nak," Bu Lia.


Brian dan Vanes pun pergi meninggalkan hotel Citra dan kini sedang dalam sebuah mobil menuju rumah kediaman suaminya.


"Akhirnya kita sudah resmi jadi Suami-Istri Sayang,  Aku sangat bersyukur telah memilikimu seutuhnya. Aku berharap cinta kita abadi hingga maut yang memisahkan kita," Brian sambil mencium punggung tangan Istrinya.


"Aamiin ... iya Kak. Oya besok anterin aku ke rumah untuk mengambil barang-barang saya yang ada dirumah Ibu," lirih Vanes.

__ADS_1


"Iya siap sayang," Brian melirik istrinya lalu tersenyum.


Lalu Brian pun menjalankan mobilnya menuju rumah kediamannya. Dan kini Vanes dan Brian pun saling berbincang satu sama lain membahas bagaimana lucunya awal pertemuan mereka hingga sampai menjadi pasangan suami-istri.


__ADS_2