Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita
32. Di kampus


__ADS_3

Di Kampus.


Angel kini sudah sampai di tempat kuliahnya, dia segera keluar dari mobil tersebut.


"Makasih, Pak sudah anterin saya," ujar Vanes menatap sopir tersebut.


"Iya sama-sama Non, lagian ini udah tugas saya, Non." Pak Iwan tersenyum.


Wanita kembali membalas senyuman Pria itu. " Oya, Pak, saya pamit masuk ke dalam."


"Iya silahkan Non."


Wanita itu segera pergi meninggalkan Pak Iwan dan masuk ke dalam kampus tersebut.


"Nes ...." panggil seseorang.


Vanes segera menatap ke arah sumber suara, "Tia? Iya, kenapa?" tanya Vanes.


"Kita masuk bareng ke dalam," ucap Tia menatap Vanes.


"Boleh."


Mereka pun segera berjalan menuju kelas. Saat Vanes melangkahkan kakinya tiba-tiba tangannya ada yang menarik.


"Eh, apa ini," Vanes menatap ke belakang dan terkejut seorang pria menahan langkahnya.


Wanita itu segera melepaskan tangan pria itu karena merasa tidak enak banyak orang yang melihat.


"Eh, Maaf, aku cuma ingin kita masuk ke dalam bersama," ujar Eka.


"Oh."

__ADS_1


"Gimana bolehkan?" tanya Eka menatap Vanes.


Vanes berpikir sebentar karena bingung harus mengatakan apa. Akan tetapi, saat mengingat poto suaminya dengan wanita lain Vanes pun membolehkannya.


"Tentu saja boleh," lirih Vanes menatap Eka.


"Makasih."


Mereka melangkahkan kakinya bersamaan menuju kelas sambil berbincang-bincang tentang masa kuliah mereka sebelum Vanes masuk ke kampus.


"Tau enggak, dia pria yang sangat dikagumi di kampus ini, Nes," ucap Tia.


"Oya? Emangnya kenapa mereka kagum sama dia? Menurutku biasa aja enggak tampan-tampan amat kok," ceplos Vanes.


"Ya ampun Nes, si Eka tampan banget. Dia ketua basket disini sekaligus seorang pengusaha muda lho," lirih Tia.


"Wow, pengusaha muda? Keren dong," puji Vanes.


"Iss ...." Vanes mengelengkan kepalanya melihat sikap Eka.


Mereka pun kini sudah sampai di dalam kelas. Seseorang menatap tidak suka Vanes saat berjalan bersama dengan Eka.


Vanes tidak memperdulikan wanita yang terus menatap dirinya. Saat Vanes akan berjalan menuju tempat duduknya, wanita tersebut sengaja membuat kaki Vanes terjatuh.


"Aww ...." pekik Vanes, kakinya sedikit terlilit.


"Sorry, aku enggak sengaja," ucap Mela menatap wanita yang kini terjatuh di lantai.


"Kamu enggak apa-apakan?" Eka dengan segera cepat menolongnya.


"Sakit, kakiku sedikit terlilit," jawab Vanes.

__ADS_1


Vanes kemudian menatap Mela dan merasa geram. Dulu dia akan diam aja saat wanita itu terus membuat dirinya terjatuh ke lantai.


Vanes berusaha berdiri dan dibantu oleh Eka.


"Mau kamu apa sih?" tanya Vanes menatap Mela.


"Enggak mau apa-apa," jawab Mela menatap sinis Vanes.


"Bohong! Lalu kenapa kamu terus mengusikku?" Vanes menatap tajam Mela.


"Oh, udah mulai berani sekarang! Emangnya kenapa? Enggak terima, hah," Mela menatap tajam balik Vanes.


"Apa salahku? Aku cape dan enggak bisa diam terus bila kamu mengusikku!" bentak Vanes.


"Kamu cemburu? Enggak terima kalau dia dengan dengan aku?" timpal Eka menatap Mela.


"Harusnya kamu hargai aku dong, aku mantanmu! Jadi aku kayak enggak di anggap wanita yang pernah hadir di hidupmu!" bentak Mela menatap Eka.


"Mantan cuma masa lalu, jadi enggak ada salahnya dong aku jalan dengan siapapun? Aku peringatin sama kamu jangan pernah ganggu dia lagi!" Eka ikut merasa geram.


"Aku mau kita balikan lagi Ka. Makanya aku enggak rela bila kamu dekat dengan wanita lain," ujar Mela.


"Stop, hentikan! Sekarang bubar liat pak dosen akan masuk ke dalam kelas," Vanes mencoba untuk membubarkan mahasiswa-mahasiswinya menonton perdebatan antara dirinya, Eka dan Mela.


Eka dan Mela sekarang duduk di meja kursinya, begitu pun dengan Vanes.



Yuk kepoin karya temanku, dijamin bikin baper dan seru nih.


__ADS_1


__ADS_2