
"Oya, kalian pasti belum makankan? Aku sudah siapkan makanan malam untukmu, Bos," ucap Alvin sang asisten sambil menatap atasannya.
"Tumben sekali kamu menyiapkan makanan untukku," cibir Brian menatap Alvin.
"Eh Bos dengar ya, selama kamu disini kan, aku yang selalu menyiapkan makanan untukmu. Jangan-jangan Bos bilang sama istrimu, kalau aku suka membiarkannya ya?" tanya Alvin menatap curiga atasannya.
"Apa yang dikatakan kamu emang benar, dia selalu jelek-jelek in kamu dan bilang kalau kamu jomblo abadi," ceplos Vanes.
"What? Bos ...." Alvin menatap kesal Brian.
"Apa? Mau potong gajihmu? Atau mau aku pecat!" Brian menatap Alvin dengan tatapan membunuh.
"Iss, Bos kenapa bilang gitu sih? Aku cuma bercanda kok, mau bilang apapun juga tentang aku enggak apa-apa kok, yang penting Bos puas!" Alvin menatap kesal atasannya.
"Tentu aja, puas! Sudah ah, ayo kita makan yuk," ajak Brian.
Mereka pun segera berjalan menuju tempat makan, dimana sudah disiapkan makanannya atas di bantu chef juga.
Bella kemudian berjalan sambil membawakan segelas jus khusus Brian.
"Aku bawakan minuman special untuk kamu," ucap Bella menatap Brian, lalu tersenyum.
Wanita itu langsung menyodorkan segelas jus jeruk pada Brian. Vanes pun hanya tersenyum tipis saat suaminya menerima minuman dari wanita lain.
"Oh iya, aku juga punya minuman untukmu," lirih Bella.
Seorang Chef pun berjalan mengampiri Bella, lalu memberikan jus tersebut padanya.
"Ini untukmu," Bella menyodorkan jus tersebut pada Vanes.
"Makasih," Vanes tersenyum, sambil mengambil minumannya.
"Ayo, silahkan minum jusnya pasti seger banget lho," ucap Vanes.
Saat Vanes akan meminum jus tersebut, tiba-tiba Nana merebut jus dari tangan Vanes.
"Jangan di minum!"
"Hey, apaan sih kamu! Dia mau minum loh, kenapa kamu ambil?" Bella merasa geram dan emosi.
Vanes, Brian dan Alvin pun menatap Nana dengan heran karena tiba-tiba mengambil minuman yang diberikan Bella.
__ADS_1
"Aku pingin jus. Di meja enggak ada jus, tenggorokanku pingin yang segar-segar nih," Nana menatap Vanes.
"Ya udah, kamu minum aja aku enggak apa-apa kok," Vanes tersenyum.
"Eh jangan! Itu buat kamu," larang Bella.
"Enggak apa-apa, buat dia aja," elak Vanes.
"Makasih."
Nana pun segera meminum jus tersebut hingga tak tersisa sedikit air dalam gelas tersbut.
"Enak?" tanya Vanes pada Nana.
Nana hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab perkataan dari Vanes.
"Kamu mau juga? Ya udah nih minum punyaku," Brian menyodorkan segelas jus miliknya pada sang istri.
"Makasih." Vanes segera meminum jus tersebut.
"Ya udah, ayo kita makan aku sangat lapar nih," ajak Brian.
Tiba-tiba saja Nana pingsan dan kepalanya terjatuh ke bawah meja.
"Nana?" ucap Brian, Vanes dan Alvin bersamaan merasa terkejut.
"Dia kenapa?" tanya Vanes segera beranjak dari kursinya.
Vanes segera berjalan menghampiri Nana yang masih pingsan.
"Na ... bangun Na," Vanes mengoyangkan tubuh wanita yang kini bekerja jadi sekretaris di perusahaan suaminya.
"Belum bangun juga ya, kita bawa ke rumah sakit," pinta Brian pada Alvin saat melihat bibir Nana mengeluarkan busa.
Alvin pun dengan cepat membawa Nana ke dalam mobil. Brian dan Vanes merasa khawatir pada Nana yang tiba-tiba saja pingsan.
"Semoga baik-baik saja," ucap Vanes merasa khawatir.
"Sabar ya, Sayang. Enggak usah cemas pasti dia baik-baik saja," Brian mencoba menenangkan sang istri.
"Segera jalankan mobilnya," perintah Brian pada asistennya saat semuanya sudah siap.
__ADS_1
Alvin pun dengan segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
Vanes merasakan ada sesuatu yang janggal yang membuat Nana pingsan. Kemudian, Vanes menatap wanita yang ada di samping Alvin.
Vanes pun menepis pikirannya karena tidak mau berburuk sangka tanpa ada bukti. Mungkin aja ada sesuatu yang membuat Nana sampai pingsan.
Mereka pun sudah sampai di Rumah Sakit MEDICAL.
Alvin segera membawa keluar Nana dari mobil tersebut dan membawa langsung masuk ke dalam rumah sakit.
Brian, Vanes dan Bella pun berjalan menyusul dari belakang.
Nana pun kini ada di dalam ruangan gawat darurat dan kini sedang dalam penanganan sang dokter.
yuk kepoin karya dari kak author ini, dijamin seru dan bikin baper nih,
Apa yang kamu pikirkan tentang gadis berkacamata? Culun? Cupu?
Tapi tidak bagi Alvaro, dia menatap gadis pekerja paruh waktu di restaurant sebagai gadis manis yang ingin dia lindungi dan dia miliki. Namun, tidak semudah yang dia fikirkan untuk bisa mendapatkan hati gadis itu. Gadis manis yang berhasil menarik perhatiannya dengan segala sikap polos dan ketulusan hatinya. Untuk pertama kalinya, Alvaro merasakan jatuh cinta.
Namun, gadis manis itu seolah membangun sebuah benteng pembatas di antara mereka. Dia selalu menghindarinya. Dan hal itu tidak akan membuat Alvaro menyerah begitu saja. Dia akan memilikinya dan terus mengejarnya.
"My Sweet Girl, aku akan mendapatkanmu"
Tekadnya begitu kuat untuk bisa mendapatkan gadis manis itu.
__ADS_1